Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kasus Kecelakaan Hyundai Palisade Maut di Kediri Masih Abu-Abu, Kepastian Hukum Masih Ditunggu

Hilda Nurmala Risani • Senin, 13 Juli 2026 | 22:46 WIB
Polisi mengamankan mobil Hyundai Palisade penyebab laka maut di Mojoroto Kediri. (hilda nurmala risani)
Polisi mengamankan mobil Hyundai Palisade penyebab laka maut di Mojoroto Kediri. (hilda nurmala risani)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Beberapa hari terakhir ini ada satu topik perbincangan yang hangat dibicarakan oleh warga Kediri Raya. Itu adalah persoalan kecelakaan lalu lintas Hyundai Palisade yang dikendarai oleh anak dibawah umur. Nahasnya, hingga saat ini kepastian hukum terkait status pengemudi itu masih abu-abu. 

Pada Minggu (5/7) sekira pukul 22.00 terjadi kecelakaan beruntun di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Penyebabnya adalah mobil Hyundai Palisade putih dengan nomor polisi AG 55 SIS yang dikemudikan oleh Den, 16, warga Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Kecelakaan tersebut melibatkan 1 kendaraan sepeda motor dan 2 mobil. Dengan korban meninggal dunia 1 orang dan luka-luka 2 orang.

 Baca Juga: Satlantas Polres Kediri Kota Tes Urine Pengemudi Hyundai Palisade, Begini Hasilnya

Tentu jika melihat kronologi secara detailnya sudah dipastikan adanya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) ini karena kelalaian pengemudi. Terlebih usianya juga masih dibawah umur. Artinya sudah ada dua pelanggaran secara kasat mata yang dilakukan.

Sayangnya, tepat enam hari pasca kejadian status pengemudi masih belum jelas. Tak heran kasus ini menuai kontroversi di media sosial. Banyak masyarakat yang berasumsi liar kepada aparat penegak hukum.

Meski status kasusnya naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan tak lantas membuat masyarakat tenang. Mengingat di tahap penyidikan status terduga pelaku bisa saja bukan tersangka.

 Baca Juga: Breaking News! Kasus Laka Hyundai Palisade di Mojoroto Kediri Naik Status ke Penyidikan!

Terlebih saat press release terdapat pernyataan bahwasannya kasus hukum untuk anak di bawah umur berdasarkan aturan bisa dilakukan langkah diversi. 

Belum lagi adanya pernyataan terduga pelaku bisa tidak ditahan  karena ada surat permohonan orang tua ini sontak membuat publik geram. Sebab ada nyawa yang dikorbankan. Ada keluarga yang ditinggalkan. Serta ada harapan keluarga yang harus terenggut.

Masyarakat pun merasa ini tidak adil. Mereka pun ramai memberi dukungan kepada keluarga korban di sosial media. Termasuk menyuarakan agar bisa mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

 Baca Juga: Pulih dari Syok, Pengemudi Hyundai Palisade Jalani Pemeriksaan, Ini Hasilnya!

Sebenarnya kalau boleh berbicara sudah menjadi rahasia umum bukan jika membicarakan 'Hukum tumpul keatas dan menajam ke bawah' di Indonesia. 

Namun apakah hal tersebut akan terus terjadi? Apakah hanya menjadi pembahasan yang lumrah untuk keseharian? Dan apakah kata 'adil' hanya akan menjadi konotasi belaka bagi rakyat kecil?

Ya, banyak yang berspekulasi pengemudi berasal dari keluarga yang berpower. Baik dari segi harta kekayaan maupun jabatan. Tak heran jika kasusnya bisa tertutup di kemudian hari.

Baca Juga: Polisi Pastikan Pengemudi Hyundai Palisade Gunakan Plat Nomor Palsu, Ini Kronologinya! 

Padahal jika berbicara keadilan harusnya terbagi merata untuk semua orang. Bukan hanya bagi orang orang yang berkuasa, bukan hanya bagi orang orang yang memiliki harta, bukan hanya untuk pegawai pemerintahan ataupun instansi swasta, rakyat kecilpun juga membutuhkan keadilan. Itu pun sesuai dengan nilai Pancasila ke 5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Namun demikian, konsep keadilan tidak selalu mudah untuk diwujudkan dalam praktiknya. Permasalahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya kerap menjadi penghalang utama. Ketika hak-hak ini tidak terpenuhi, rasa keadilan pun sulit dirasakan oleh warga negara.

Hal itulah menjadi tugas semua orang agar 'hukum tumpul keatas, tajam kebawah' tidak marak di Indonesia. Agar rakyat kecil bisa merasakan keadilan, bahwasanya benar hukum di Indonesia tidak memandang status, gender, dan jabatan.

 Baca Juga: Amankan Keluarga Pelaku Tabrakan Beruntun, Polisi Usut Laka Maut Mobil Hyundai Palisade!

Oleh karena itu, mari masyarakat untuk terus mengawal kasus ini hingga korban mendapatkan keadilan yang sesungguhnya. Jangan pernah lelah untuk menyuarakan kebenaran dan meminta keadilan.

Begitupun untuk aparat penegak hukum. Sudah sepantasnya untuk menangani kasus ini secara transparan. Agar kepercayaan masyarakat tidak semakin turun dan asumsi-asumsi jelek tidak semakin tumbuh secara liar. (Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Kediri)

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#hyundai palisade #kecelakaan beruntun #dibawah umur #kecamatan mojoroto #tewas