Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Euforia Sepak Bola Indonesia

Andhika Attar Anindita • Kamis, 17 April 2025 | 05:30 WIB
Euforia timnas Indonesia.
Euforia timnas Indonesia.

JP Radar Kediri- Apa saja tentang sepak bola selalu mempunyai tempat tersendiri di hati warga Indonesia. Apalagi yang menyangkut tim nasional (timnas). Baik di tingkat senior maupun junior.

Euforia timnas masih terasa hingga sekarang. Bulan lalu, Garuda senior menjalani dua pertandingan besar.

Dalam rangka kualifikasi Piala Dunia. Marselino Ferdinand dan kawan-kawan (dkk) harus tandang melawan Australia. Lalu, ganti menjamu Bahrain di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Seperti kita semua tahu, laga melawan Australia berakhir dengan kekalahan. Bahkan, bisa dikatakan Garuda dipecundangi oleh The Socceroos.

Maarten Paes harus merasakan lima kali memungut bola dari gawangnya. Sementara itu gol balasan berhasil dilesakkan oleh Ole Romeny. Satu gol tersebut juga menjadi gol debutnya.

Kalah dari Australia tak lantas membuat semangat Rizki Ridho dkk menciut. Mereka dapat bangkit saat menjamu Bahrain.

Ole kembali menjadi aktor utama dalam laga tersebut. Satu golnya berhasil bertahan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.

Namun, tidak hanya Ole saja yang menjadi sorotan dalam laga tersebut. Ada tiga pemain “lokal” yang berhasil mencuri perhatian.

Bahkan, kehadirannya mampu memberikan dampak besar bagi tim. Tidak hanya menjadi pemanis pertandingan semata. Namun juga dapat bersinar.

Ketiga pemain tersebut adalah Marselino, Ridho, dan Ricky Kambuaya. Ketiganya memegang peran kunci dalam laga melawan Bahrain.

Marselino dengan satu assist terukurnya. Umpan manja yang disodorkan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Ole. Oxford connection!

Lalu, Ridho tampil dengan garang di lini pertahanan Indonesia. Tidak hanya mampu menghalau serangan lawan.

Dia mampu membaca permainan lini depan Bahrain dengan cermat. Ketenangannya mampu memberikan rasa aman bagi Maarten Paes.

Tidak hanya itu, semangat juang anak didik Almarhum Bejo Sugiantoro tersebut patut diacungi jempol.

Dia memberikan seluruh kemampuan dan tenaganya. Bahkan, dengan kondisi cedera, Ridho masih memaksakan untuk bermain hingga laga berakhir.

Sementara itu, Ricky Kambuaya tampil impresif sebagai pemain pengganti. Masuk dari bangku cadangan, Ricky nampak sangat percaya diri.

Tidak ada gelagat inferior dari caranya bermain di lapangan. Sentuhan pendek dan pegerakannya sangat mantap.

Efektif namun mematikan. Ricky kembali membuktikan kualitas sepak bola dari Indonesia timur. Tidak perlu diragukan.

Tusukannya yang tajam mampu membuat lini belakang Bahrain kelabakan. Sayang, umpan terukurnya belum dapat dikonversi menjadi gol kemenangan.

Tidak hanya di level senior. Timnas Indonesia U17 juga tengah menjadi buah bibir. Keberhasilan anak asuh Nova Arianto menembus Piala Dunia U17 menjadi prestasi tersendiri.

Pasalnya, keikutsertaan Garuda muda didapatkan dari kerja keras. Mereka berhasil menjadi juara grup C.

Sayangnya, di laga perempat final mereka harus kalah. Garuda muda dicukur Timnas Korea Utara U17 dengan skor akhir 6-0.

Praktis, mereka harus tersingkir dari Piala Asia U17 2025. Namun begitu perjuangan Putu Panji dkk tetap harus dihargai.

Bahkan, mereka juga turut menggelorakan sepak bola di tanah air. Euforia timnas kembali menggema.

Justru ini efek baik yang ditunggu-tunggu. Semangat generasi muda di daerah jadi ikut terkatrol.

Makin bersemangat menjadi pesepakbola jago yang dapat mengharumkan nama bangsa. Layak ditunggu generasi penerus sepak bola Indonesia.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#ole romeny #timnas Indoneesia #Marselino Ferdian #rizki ridho #Ricky Kambuaya