EMPAT tahun bukanlah waktu sebentar. Setara dengan waktu ideal menuntaskan pendidikan untuk strata satu. Begitulah proses panjang pembangunan transportasi udara di Kediri yang dimulai sejak 2020. Bandar udara yang diberi nama Dhoho Kediri ini resmi beroperasi 5 April 2024.
Operasional bandara itu sempat molor beberapa kali. Mulai dari Oktober 2023, lalu Agustus 2023, dan Maret 2024. Untuk memastikan kesiapannya beberapa menteri di Era Presiden Jokowi datang ke Kediri. Mereka meninjau langsung proyek tersebut. Seperti Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Lulut Binsar Panjaitan hingga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Baca Juga: Meyakini Kebenaran atau Membenarkan Keyakinan?
Pada 2022, Menhub Budi Karya Sumadi menyebut proyek bandara Kediri ini menjadi percontohan karena baru pertama kali dikerjakan di Indonesia. Serta dibangun melalui sistem kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Menteri berkacamata itu bahkan menaruh harapan proyek KPBU akan banyak diikuti oleh badan usaha lainnya di tempat lain dengan konsep yang berbeda. Tidak harus transportasi udara.
Setelah beroperasi, Bandara Dhoho Kediri belum juga selesai membangun. Awal 2025 ini masih ada pekerjaan yang dikebut. Yakni depot pengisian pesawat udara (DPPU) yang dikerjakan sejak 2024 lalu. Proyek tersebut sudah hampir selesai. Dan masih ada beberapa titik lagi yang kini tampak sedang dikerjakan. Artinya, proyek bandara ini meski sudah beroperasi, tetap saja pembangunan penambahan fasilitasnya terus digenjot.
Baca Juga: Dari Matematika TK hingga Otoritarian Kampus
Setelah semuanya selesai dibangun, eksistensi keberadaan bandara ini mulai dipertanyakan. Itu menyusul rendahnya minat penumpang. Ada dua faktor penyebab yang membuat penumpang transportasi udara enggan terbang dari Bandara Dhoho Kediri. Pertama adalah karena harga tiket dari Bandara Dhoho Kediri lebih mahal dari Bandara Juanda Surabaya. Kedua, rute perjalanannya masih minim. Dan jadwal penerbangannya masih terbatas. Tidak berangkat setiap hari.
Problem tersebut akhirnya berdampak pada penghentian penerbangan maskapai Air Jet rute Kediri-Balikpapan. Dan saat ini, transportasi udara di Kediri ini hanya melayani rute Jakarta-Kediri. Kondisi itu menjadi sinyal, penerbangan di Bandara Dhoho Kediri sedang tidak baik-baik saja.
Baca Juga: Kenapa Kesehatan Mental Terkesan Mahal?
Jauh sebelum Bandara Dhoho Kediri beroperasi, ada beberapa bandara yang operasionalnya ngos-ngosan. Sebut saja Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Disebut sebagai bandara mewah, kondisinya sempat terseok-seok. Lalu ada lagi Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah. Konon kabarnya bandara itu juga ikut nyungsep karena sulitnya mendapatkan penumpang.
Jika tidak ingin mati suri. Pengelola Bandara Dhoho Kediri harus mampu mengantisipasi setiap problem yang datang. Termasuk memenuhi ekspektasi masyarakat warga di Kediri Raya. Misalnya harga tiket tidak lebih mahal dari Bandara Juanda. Dan jadwal penerbangan yang konsisten.
Baca Juga: Ujian Politik si Kerongkongan Emas
Agar bisa terus mengudara, pasar yang dijangkau harus lebih luas. Salah satunya membidik penerbangan luar negeri khusus mengangkut jemaah umrah dan haji. Pengusaha tour and travel umrah menyebutkan, penerbangan jemaah umrah dari wilayah Jawa Timur bagian Selatan terbilang tinggi.
Bukan hanya Kediri Raya tetapi juga menjangkau wilayah Trenggalek, Tulungagung, Blitar, hingga Madiun Raya. Semua wilayah tersebut punya potensi tinggi untuk memberangkatkan jemaah umrah. Peluang itulah yang harus diambil untuk menambah jumlah penerbangan dari Bandara Dhoho Kediri.
Tentu kita semua tidak meragukan strategi bisnis pengelola bandara. Kita semua pasti tidak mau bandara kebanggaan masyarakat Kediri Raya berhenti beroperasi.
Baca Juga: Risi Lihat Anak Usia Dini Kecanduan Gadget
Selama ini, kehadiran bandara di wilayah Barat Sungai Brantas diharapkan membawa berkah bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya. Diharapkan bisa mendongkrak perekonomian daerah dan masyarakat di sekitar bandara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : rekian