Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gunung Klotok (Masih) Apa Adanya

adi nugroho • Rabu, 22 September 2021 | 19:04 WIB
gunung-klotok-masih-apa-adanya
gunung-klotok-masih-apa-adanya


Kota Kediri sungguh beruntung punya view Gunung Klotok, yang merupakan gugusan pegunungan Wilis. Ada track jalan melingkar. Biasa dilalui para pesepeda. Dan ini disebut-sebut salah satu jalur favorit para pecinta olahraga sepeda. Juga bagus untuk jalur jogging. Akses jalannya pun relatif dekat dengan pusat kota.


 


Ada pula view menanjak, bagi yang ingin sedikit tantangan. Begitu sudah tiba di atas, bisa menyaksikan Kota Kediri dari ketinggian antara 400 – 500 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sudah ada spot nya: Wisata View 138. Spot ini berdekatan dengan objek wisata Goa Selomangleng.


 


Jumat lalu (17/9), kami ke spot itu. Sayangnya, spot itu kini dipenuhi dengan semak belukar yang lebat. Ini akibat tutup setahun lebih, gara-gara pandemi Corona.


 


Matinya View 138, membuat spot wisata di Gunung Klotok itu semakin merana,  menambah kesan kuat bahwa tempat itu dibiarkan apa adanya. Sungguh sayang, seribu sayang.


 


Menurut saya, spot wisata di sekitar Gunung Klotok itu adalah ibarat bongkahan permata. Masih berupa bongkahan. Belum kelihatan kilaunya. Dan agar kelihatan kilaunya, butuh upaya keras. Butuh dipoles. Butuh digosok. Pokoknya, butuh upaya lebih lanjut.


 


Kawasan di sekitar Gunung Klotok, dengan melihat kondisi existing saat ini,  setidaknya bisa dijadikan empat macam destinasi wisata. Pertama, wisata alam, dengan view pegunungan. Kedua, wisata sport. Tinggal dibikinkan track khusus untuk para pesepeda, para pejogging, dan juga track khusus bagi yang suka mendaki.


 


Ketiga, wisata kuliner. Warung-warung atau pedagang kaki lima yang saat ini berada di sepanjang jalan di sekitar Gunung Klotok harus direvitalisasi. Penampilannya harus di-make-over. Masakannya juga harus dikemas secara lebih menarik. Untuk wisata kuliner ini harus dibangun di areal yang khusus menjual aneka macam makanan. Sehingga memudahkan pengunjung.


 


Keempat, wisata sejarah. Sudah ada situs Goa Selomangleng yang diperkirakan dibuat pada abad 10-11 Masehi. Menurut para ahli sejarah, itu adalah goa tempat bertapanya Dewi Kilisuci (Sanggramawijaya Tunggadewi), putri mahkota Raja Airlangga, pewaris kerajaan Kahuripan. Mengapa Sang Dewi sampai harus bertapa di dalam gua? Bagaimana kisahnya? Apa kaitannya Kerajaan Kahuripan dengan Kerajaan Kadiri? Ini akan sangat menarik jika dibikinkan versi animasinya. Agar lebih mudah difahami, dan lebih menarik untuk diikuti kisah sejarahnya. Khususnya bagi generasi milenial.  Wisata sejarah ini sekaligus juga merupakan wisata edukasi.


 


Nah, untuk memoles destinasi wisata Gunung Klotok yang tadi diibaratkan sebagai bongkahan permata, agar kilaunya lebih kelihatan sehingga menarik perhatian, ada tiga aspek penting: Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Ini adalah dasar dalam merencanakan dan mengembangkan sebuah destinasi wisata.


 


Pada aspek “Atraksi”,  intinya adalah, sebuah tempat wisata harus menyiapkan berbagai hal, sehingga para wisatawan ketika berada di tempat itu ada sesuatu yang dilihat. Ada sesuatu untuk dilakukan. Ada sesuatu untuk dibeli. Dan ada sesuatu untuk diketahui.


 


Saya membayangkan, di depan Goa Selomangleng, dibikin panggung untuk menampilkan semacam sendratari (seni darama dan tari) atau atraksi budaya lainnya. Kostum penarinya dibikin yang “wah”. Begitu juga dengan para penarinya, dipilih yang cantik-cantik.


 


Saya membayangkan, ada tempat khusus yang menjual aneka souvenir. Khas Kediri.


 


Pada aspek  “Amenitas”, ini terkait dengan ketersediaan berbagai fasilitas penunjuang. Mulai dari ketersediaan akomodasi untuk bermalam, ketersediaan restoran yang layak, dan ketersediaan jalur komunikasi yang memudahkan para pengunjung yang ingin datang dengan transportasi umum. Juga fasilitas toilet, tempat ibadah dan area parkir yang layak. Aspek ini agaknya butuh effort yang cukup besar. Mengingat kondisi di tempat wisata Gunung Klotok yang saat ini terkesan masih apa adanya.


 


Aspek “Aksesibilitas” adalah semua jenis sarana dan prasarana transportasi yang mendukung pergerakan wisatawan dari wilayah asal wisatawan ke destinasi wisata yang dituju. Aksesibilitas juga merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang tingkat kenyamanan berwisata bagi wisatawan.


 


Jadi, tak mudah memang untuk menjadikan tempat wisata Gunung Klotok menjadi destinasi yang lebih berkilau. Selain butuh upaya lebih keras lagi, juga butuh kreatifitas, terobosan dan inovasi. Saya berharap, ini akan menjadi legacy dari Wali Kota Kediri saat ini. Ini adalah periode terakhir dia menjabat. Jika belum mampu mewujudkan wisata Gunung Klotok lebih berkilau, setidaknya meletakkan fondasi-fondasi dasarnya.


 


Cari investor. Saya rasa, tidak akan sulit untuk mencari investor yang mau merevitalisasi tempat wisata Gunung Klotok. Yang dibutuhkan investor sesungguhnya hanya ada dua: kemudahan dan kepastian. Siapa yang menjamin? Siapa lagi kalau bukan kepala daerahnya. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Editor : adi nugroho
#kediri #goa selomangleng #gunung klotok