Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Belajar dari Kasus Dhani Vs Maia 

Kurniawan Muhammad • Senin, 14 Juli 2025 | 14:44 WIB

 

Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Sebagai orang tua, bagaimana Anda menyikapi “perseteruan terbuka” antara Ahmad Dhani dengan mantan istrinya, Maia Estianty? Disebut terbuka, karena perseteruan mereka terpublikasi di media sosial secara luas. 

--------------------------------------------

Ini adalah salah satu dampak dari mewabahnya media sosial (medsos), yakni: matinya ruang privat. Masalah rumah tangga, termasuk di dalamnya perselingkuhan maupun perceraian, sesungguhnya adalah wilayah domestik atau privat. 

Tapi, saat ini, seperti tak ada batasan, antara wilayah privat dan wilayah publik. Sehingga, cerita-cerita seputar  hubungan  suami istri yang pernah terjalin, yang seharusnya menjadi rahasia mereka berdua, kini begitu mudahnya diumbar di medsos. 

Itulah yang terjadi pada mantan pasangan suami isteri (pasutri) Dhani dan Maia. Awalnya, Maia ketika diundang dalam sebuah podcast, sempat menceritakan masa lalunya ketika masih menjadi istrinya Dhani.

Dari sebuah podcast lalu tersebar di medsos. Ini membuat Dhani emosi. Dia ganti mengumbar aibnya Maia ketika masih menjadi istrinya ke medsos.

Dalam Islam, mengumbar peristiwa yang pernah terjadi dalam jalinan pasutri di ruang publik (medsos) jelas-jelas dilarang. Sebuah hadits menyebutkan: “Sungguh termasuk amanah yang paling besar di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang berhubungan dengan istrinya, atau istri yang berhubungan dengan suaminya, lalu salah satu dari mereka menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim).

Imam Mudzahiruddin al-Zaydan al-Hanafi dalam kitab al-Mafatih fi Syarhil Masabih menjelaskan, menjaga rahasia hubungan antara suami dan istri merupakan amanah besar yang tidak boleh dilanggar. 

Hadits lain dari Asma' binti Yazid menceritakan, Rasulullah SAW menggambarkan orang yang menyebarkan rahasia rumah tangga sebagai orang yang mempermalukan dirinya sendiri di hadapan banyak orang. 

Bunyi haditsnya: “Asma' binti Yazid berkata bahwa ia berada di hadapan Rasulullah SAW ketika beliau bersabda: “Mungkin ada laki-laki yang menceritakan apa yang ia lakukan dengan istrinya, atau perempuan yang menceritakan apa yang ia lakukan dengan suaminya”. Nabi SAW bersabda: “Jangan lakukan itu, karena perbuatan seperti itu seperti setan laki-laki bertemu dengan setan perempuan lalu ia menutupi (hubungan) di depan orang-orang yang melihatnya.” (HR. Ahmad).

Jadi jelaslah, bahwa menceritakan masalah rumah tangga kepada orang lain, apalagi sampai diceritakan di wilayah publik (medsos)  sama halnya dengan melanggar amanah besar. Dan perbuatan tersebut tergolong sebagai perbuatan yang mempermalukan diri sendiri.

Saya mencoba memposisikan sebagai Al (Imam Ghazali), El (Jalaluddin El Rumy) dan Dul (Abdul Qodir Jailani). Mereka adalah anak-anaknya Dhani dari Maia. Betapa dilemanya mereka, ketika kedua orang tua kandungnya terlibat dalam pertengkaran terbuka seperti sekarang ini. Mereka benar-benar sedang “memakan buah simalakama”. Jika membela sang ayah, padahal musuh ayahnya adalah ibu kandungnya. Jika membela sang ibu, padahal musuh ibunya adalah ayah kandungnya. Maka, di sinilah pentingnya menjadi orang tua yang bijak (wise parenting). 

John Bowlby, psikolog Inggris, pencetus  “attachment theory” menyebutkan bahwa orang tua yang bijak adalah dasar yang aman bagi anak. Artinya, orang tua yang bijak adalah mereka yang memberi rasa aman kepada anaknya. 

Perseteruan terbuka antara Dhani dan Maia, jelas membuat anak-anaknya tidak merasa aman. Setidaknya, tidak aman dari “gangguan” awak media yang ingin mengkonfirmasi mereka, dan tidak aman dari komentar-komentar netizen di dunia maya. 

Phythagoras, filsuf Yunani Kuno (abad ke-6 SM) mengatakan bahwa jiwa yang bijak adalah jiwa yang selaras dengan hukum alam. Dan ini yang menarik, kata dia, musik dapat membantu seseorang mencapai keseimbangan tersebut melalui ritme dan nada yang teratur. Phythagoras meyakini, bahwa musik mencerminkan harmoni kosmis dan matematis. 

Nah, bukankah Ahmad Dhani dan Maia adalah sama-sama Musisi? Semoga ini menjadi pembelajaran kita bersama. (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

Editor : Mahfud
#ahmad dhani #Maia Estanty