Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tahun Baru, SLG dan Kembang Api

Kurniawan Muhammad • Senin, 6 Januari 2025 | 16:58 WIB
Catatan Awal Pekan
Catatan Awal Pekan

Perayaan malam tahun baru di Kabupaten Kediri, yang dipusatkan di Simpang Lima Gumul (SLG), sempat viral, dengan adanya pesta kembang api.

Menjadi menarik, karena kembang api itu dimuncratkan dari puncak monumen Simpang Lima Gumul selama 18 menit.

Maka, malam itu, langit pun menjadi bertaburan percikan bunga-bunga api yang warna-warni, disertai dengan letusan yang bersahut-sahutan.

Ribuan masyarakat memadati areal SLG, menyaksikan pesta kembang api tersebut. Kabarnya, di malam pergantian tahun itu adalah pertama kalinya pesta kembang api digelar di puncak monumen SLG sejak 4 tahun lalu.

Malam tahun baru, memang identik dengan kembang api. Ini sebagai pertanda terhadap momentum pergantian tahun.

Ada juga yang mengidentikkan malam tahun baru dengan terompet. Tapi, dua tahun terakhir ini, rasanya sudah jauh berkurang orang berjualan terompet di pinggir jalan menjelang tahun baru.

Kayaknya sudah kurang ngetren, merayakan pergantian tahun dengan meniup terompet. Sedangkan, kembang api masih cukup ngetren.

Di negara-negara lain, pesta perayaan tahun baru dilaksanakan di ikon-ikon kota atau daerah. Di Australia, perayaan  malam tahun baru dipusatkan di Pelabuhan Sydney.

Di Brasil, perayaan malam tahun baru dipusatkan di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro. Di Amerika Serikat, dipusatkan di Times Square, New York.

Dan di Jerman, dipusatkan di Jalanan Gerbang Brandenburg, Berlin. Di semua tempat itu, pestanya dimeriahkan dengan atraksi kembang api.

Beruntung, Kabupaten Kediri punya SLG dengan monumennya yang bisa menjadi ikon daerah.

Sehingga, ketika ada perhelatan yang melibatkan banyak massa pada momen-momen penting seperti pergantian tahun, bisa dipusatkan di SLG.

Makanya, SLG menurut saya harus dipermak, dan dilanjutkan pengembangannya. Saya pernah menulis di kolom ini, bahwa mau-tidak mau, suka-tidak suka, SLG harus dilanjutkan pengembangannya oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana.

Karena SLG adalah proyek mahal, yang dalam pembangunannya telah menghabiskan anggaran sekitar Rp 300 miliar.  Di periode pertama, Dhito (panggilan akrab Bupati Kediri) relatif belum “menyentuh” secara maksimal SLG untuk dikembangkan lebih lanjut.

Karena itu, di periode kedua pemerintahannya, semoga SLG menjadi salah satu proyek prestisiusnya. Sehingga, SLG menjadi ikon yang menawan dan memesona.

SLG menurut saya harus dikembangkan menjadi episentrum berbagai kegiatan atau event di Kabupaten Kediri.

Maraknya event, secara otomatis akan mendongkrak perekonomian. Dan event-event yang dihelat di SLG, harus menyasar berbagai segmen. Masyarakat segmen menengah ke bawah, dan segmen masyarakat menengah ke atas.

Selama ini, event yang dilaksanakan di SLG masih identik dengan segmen masyarakat menengah ke bawah.

Ke depan, harus dikembangkan event yang menyasar masyarakat segmen menengah ke atas.

Misalnya, bikin pameran mobil seperti yang diadakan GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Secara luasan, di SLG sangat layak dibikin pameran mobil.

Bisa juga dibikin semacam Jazz Festival di SLG. Di Jakarta, tepatnya di kawasan JIEXPO Kemayoran, ada Java Jazz.

Di Jogja, dengan latar belakang Candi Prambanan, sudah ada Prambanan Jazz. Di Kabupaten Probolinggo, ada Jazz Gunung, yang mengambil latar belakang pemandangan Gunung Bromo. 

Lantas, mengapa di Kabupaten Kediri tidak dibikin Festival Jazz dengan latar belakang monument SLG?

Ini hanya sekadar usulan. Jika usulan ini bisa diwujudkan, maka SLG benar-benar menjadi ikon dari Kabupaten Kediri yang berkesan, berkelas, dan berdampak. Bagaimana menurut Anda? (kritik dan saran:ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kembang api #jawapos #simpang lima gumul #perayaan malam tahun baru