Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Via Diah Rohmana, Wasit Perempuan IBL asal Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 6 Februari 2023 | 17:54 WIB
(Foto: Habibah A. Muktiara)
(Foto: Habibah A. Muktiara)
Passion-nya memang ada di basket. Menjadi bagian dari cita-citanya. Meskipun bukan sebagai pemain, perempuan ini tetap nyaman menekuni olahraga ini.

Bagi penggemar Indonesia Basketball League (IBL) pasti akan sering menyaksikan pemandangan ini. Sosok perempuan berdiri. Ikut berlari di antara para pria berbadan tetap dan berotot.

Dia adlah Via Diah Rohmana. Wanita yang berstatus sebagai salah satu pengadil di lapangan basket IBL. Menjadi satu di antara belasan wasit basket yang didominasi laki-laki.

Wanita ini asal Kediri. Dia tinggal di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Karena kesibukannya sebagai wasit basket, dia juga jarang berada di rumah. Minggu ini dia berada di Malang. Mengikuti IBL seri kedua.

“Minggu lalu, seri pertama, di Bali. Alhamdulillah menjadi wasit di empat pertandingan,” ujar perempuan yang karib disapa Via ini.

Rasa capek bagi Via tidaklah terasa. Apalagi, meskipun ‘hanya’ sebagai wasit tapi harus dia raih dengan banyak pengorbanan. Salah satunya adalah harus rela mengubur cita-citanya menjadi atlet basket profesional.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

"Dulu, pas SMA, diberi masukan oleh pelatih. Kalau misal saya lanjut kuliah pertimbangan untuk ikut menjadi atlet pasti juga lebih berat. Karena itu disarankan juga ikut ke bidang wasitnya," aku Via.

Perempuan berhijab inipun mengikuti saran tersebut. Ikut dua kegiatan basket sekaligus ketika berkuliah di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Menjadi atlet  sekaligus berlatih sebagai wasit basket.

Waktu yang ia tempuh untuk meraih mimpinya juga tak selalu mulus. Cibiran dari luar dunia basket juga kerap ia dengar. Namun dari lingkungan basket sendiri, dukungan penuh selalu diberikan kepada perempuan kelahiran Kabupaten Trenggalek ini.

Menjadi pengadil dia mulai dari tingkat sekolah. Kemudian ke tingkat antar-daerah yang diselenggarakan kecil-kecilan pun pernah ia lalui. Semuanya demi mempertajam kualitasnya menjadi seorang wasit basket.

"Sama seperti menjadi atlet namun tanggung jawabnya lebih besar. Meleng sedikit saat di lapangan bisa ketinggalan apa yang terjadi. Itu pasti akan memengaruhi pertandingan," terang Via.

Yang paling ia ingat adalah ia pernah dibentak oleh pelatih dari salah satu tim IBL. Karena keputusan yang diambilnya diprotes keras. Dianggap tak sesuai dengan apa yang pelatih lihat.

"Di situ saya yang harus lebih berani. Harus tetap tegas dan mendengarkan apa keluhan dari pelatih yang tidak terima. Kadang hal seperti itu juga menjadi bumbu dalam pertandingan," imbuh perempuan yang kini jadi dosen di Universitas Nusantara PGRI (UNP) itu.

Semua itu dia jadikan pelajaran. Untuk menata mentalnya. Ia sama sekali tak pernah berpikir bentakan dan teriakan itu ditujukan karena dia perempuan.

Memang, perempuan 28 tahun ini adalah satu-satunya wasit perempuan di IBL musim ini.  Hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Via. Mengingat ia juga menjadi wasit perempuan pertama yang mendapatkan gelar wasit internasional dari Fédération Internationale de Basketball (FIBA).

"Sebelumnya juga sempat mewasiti di pertandingan internasional di Yordania. Saat itu kejuaraan U-16 basket perempuan Internasional," kata Via.

Impiannya sedang berjalan sampai hari ini. Via mengatakan tak ada yang tak mungkin. Baginya, dengan kerja keras dan juga ikhtiar yang baik, serta doa dari orang tua, yang membuat dirinya sampai di posisi ini.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pelatih basket #radar kediri #berita kediri hari ini #basket