Boscu baru saja pulang kerja. Saat tiba di rumah, bawaannya ingin segera memejamkan mata. Cuaca panas Kabupaten Nganjuk disertai angin pancaroba menjadi paduan yang pas untuk rehat melepas lelah. Ia pun langsung tergeletak. Belum satu jam terlelap, boscu tiba-tiba terbangun.
Dia mendengar ada suara desahan! Biyuh..biyuh…
Bunyi bukan ahh..ahh.. tapi sss..sss… matanya yang masih kriyip-kriyip mengira itu suara desahan tetangganya di Kecamatan Ngronggot.
Boscu terpaksa bangun dari tempat tidurnya. Dia merasa jengkel. Kemudian mencoba menanyakan ke tetangga kosnya. Sial, di sana tidak ada orang. Kosan itu kosong. Tapi suara mendesah itu masih terdengar di dalam kamar kosnya. “Saat keluar, suaranya hilang. Terus saya masuk kos lagi, suara itu terdengar lagi,” ungkap Boscu.
Merasa ada yang aneh. Dia berupaya mencari sumber desahan itu dan masuk ke kos lalu mengunci pintu kosnya. Boscu sebenarnya takut. Tapi dia memberanikan diri untuk mencari suara desahan itu ke kamar mandinya.
Bulu kuduknya merinding. Boscu merasa sendirian di kos itu. Lantas siapa yang mendesah di kamar mandi? Sembari memberanikan diri, Boscu membawa sapu untuk melindungi diri. “Lha takut,” ujar Boscu.
Saat dibuka, ia kaget bukan kepalang. Tidak ada sosok perempuan atau dan lelaki yang mendesah di dalam kamar mandinya. Di sana ada enam anak ular kobra yang melata di dalam kamar mandi. Keenamnya masih bayi. Panjangnya rata-rata sekitar 30-50 sentimeter.
Boscu kaget, ular juga kaget. Langsung keenamnya memasang mode “bertempur” ala kobra. Menaikkan kepalanya, lalu mengembangkan dan melebarkan tulang rusuk serta kulit lehernya. Anak-anak kobra itu merasa terancam kedatangan Boscu.
Gak ambil risiko, Boscu langsung menutup pintu kamar mandi. Ia pun langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Untuk membantu mengevakuasi ular kobra tersebut.
Saat petugas Damkarmat datang, langsung dibimbing Boscu ke dalam kamar mandinya. Di sana petugas mendapati empat ular kobra anakan masih di lantai kamar mandi.Langsung diamankan dan dimasukkan ke dalam botol mineral. “Lho tadi ada enam kayaknya,” ujar Boscu kepada petugas.
Petugas dan Boscu pun berusaha mencari sisa ular kobra yang dirasakan Boscu memang ada enam. Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap Boscu. Saat dicari, ternyata dua ular kobra hitam itu ada di sela-sela dinding kamar mandi.
Boscu pun lega. Namun ia sudah tak bisa tidur siang lagi. Ia masih kaget mengapa bisa ada ular kobra di dalam kamar mandinya. Padahal ia tak memelihara ular. Biyuh…biyuh… Editor : Anwar Bahar Basalamah