Boscu pusing tujuh keliling. Jadwalnya superpadat. Sejak pagi, setelah salat subuh, dia sudah mengecek tanaman yang ada di kebunnya. Disemproti, sampai dirawat sebelum panen. Ia sudah capek. Pikirnya, pas pulang ke rumah, dia bisa tidur nyenyak. Apalagi anaknya juga sudah berangkat sekolah. “Biasa habis ke sawah dan kebun, pulang,” ujar Boscu.
Saat di jalan tak ada perasaan apapun. Ia membonceng istrinya santai. Tak ada pikiran jelek. Yang ia pikirkan, setelah sampai ke rumah, dia hanya ingin tidur.
“Sampai luar rumah juga gak kelihatan apa-apa, ya niatnya mau masuk rumah dan tidur,” ungkap Boscu.
Saat membuka pintu rumahnya, alangkah kagetnya Boscu. Sebagian plafon rumahnya jebol. Terjatuh berceceran di lantai. Lalu ada beberapa barang yang ada di atas lemari juga terjatuh.
Ia berpikir, ada apa ini? Lalu saat mencoba melangkah masuk, Boscu melihat ada seekor kera yang meloncat ke atas meja ruang tamu. Boscu mundur karena kaget. Kera tersebut seperti sedang mencari sesuatu di dalam rumahnya. “Saya ya kaget. Saya gak pelihara kera, kok,” imbuh Boscu panik.
Ia pun meminta istrinya untuk memanggil tetangganya. Meminta bantuan agar bisa menangkap kera tersebut. Karena dia tak tahu apakah kera tersebut berbahaya atau tidak.
Baca Juga: Pamer Motor ke Teman, Boscu Menjadi Tahanan
Saat Boscu dan kera bertatapan mata, Boscu mencoba mendekat. Kera pun melompat menjauhi Boscu. Boscu menduga jika kera takut dengannya. Padahal, awalnya dia juga takut dengan kera tersebut.
Akhirnya Boscu pun mengejar kera. Dua tetangganya yang dipanggil istrinya datang, dan membantu Boscu. Satu berjaga di belakang rumah, satunya ikut menghadang kera bersama Boscu. Pintu depan rumah ditutup oleh istri Boscu. “Saya kejar, supaya tidak kabur. Takutnya nanti malah keluar merusak barang tetangga,” papar Boscu.
Keduanya pun dengan sabar menghadang kera masuk ke kamar Boscu. Kamar yang seharusnya dia buat untuk istirahat sehabis berkebun. Istri Boscu juga inisiatif untuk memanggil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk untuk menangkap kera.
Setelah kera masuk ke kamar, Boscu langsung mengunci kamar tersebut. Ia mendengar ada beberapa barang yang jatuh dari dalam kamar. Namun tidak lama. Ia tak mendengar ada teriakan atau rintihan kera dari dalam kamarnya.
Sesaat setelah petugas Damkarmat Kabupaten Nganjuk datang, kera pun berhasil ditangkap. Dibawa ke Kantor Damkarmat Kabupaten Nganjuk. Nantinya akan dilepaskan lagi ke habitatnya.
Keinginan tidur siang Boscu pun melayang. Dia harus bekerja lagi. Membersihkan barang-barang yang diacak-acak oleh kera. “Puegel njobo njero dadine,” keluh Boscu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah