KEDIRI, JP Radar Kediri – Universitas Strada Indonesia kembali menorehkan capaian akademik dengan mengukuhkan empat guru besar dalam sidang senat terbuka, Selasa (19/5). Prosesi tersebut berlangsung khidmat di Gedung E Lantai 4 Universitas Strada Indonesia.
Pengukuhan dipimpin langsung Ketua Sidang Senat Terbuka Dr H Koesnadi, M.H., didampingi Dewan Penyantun Universitas Strada Indonesia Prof Dr Mohamad Nasir, M.Si., Ph.D. Empat akademisi yang dikukuhkan masing-masing Prof. dr. Bhisma Murti, MPH., M.Sc., Ph.D. sebagai Guru Besar bidang Kesehatan Masyarakat. Kemudian Prof. Dr. dr. Chatarina Umbul Wahyuni, M.S., M.PH. sebagai Guru Besar bidang Epidemiologi.
Baca Juga: Fakultas Keperawatan Universitas STRADA Indonesia Gelar Expo Kesehatan di Sumber Jiput Kota Kediri
Selanjutnya Prof. (H.C) Dr. dr. Sentot Imam Suprapto, M.M. dikukuhkan sebagai Profesor Honoris Causa bidang Manajemen dan Kepemimpinan. Serta Prof. Dr. Ir. Indasah, M.Kes. sebagai Guru Besar bidang Kesehatan Lingkungan.
Usai prosesi pengukuhan, para guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang keilmuannya. Prof. Bhisma Murti menyampaikan orasi bertajuk Peran Filsafat Dalam Riset Kesehatan. Kemudian Prof. (H.C) Dr. dr. Sentot Imam Suprapto, M.M., membawakan materi berjudul Responsible Leadership.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Indasah, M.Kes. menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Transformasi Kesehatan Lingkungan Melalui Prediksi Kualitas Udara dan Inovasi Mikroorganisme Lokal Sebagai Bioaktivator Pengomposan.
Sedangkan Prof. Dr. dr. Chatarina Umbul Wahyuni, M.S., M.PH., menyampaikan orasi ilmiah di hadapan tamu undangan dan civitas akademika.
Dalam sambutannya, Prof. Mohamad Nasir menegaskan bahwa gelar guru besar bukan sekadar kebanggaan akademik. Melainkan amanah besar untuk menjaga integritas dan melahirkan inovasi bagi masyarakat.
“Menjadi guru besar itu anugerah dan kebanggaan, tetapi juga beban tanggung jawab. Guru besar harus menjaga integritas akademik dan mampu menghasilkan inovasi,” ujarnya.
Mantan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi itu juga menyoroti pentingnya kontribusi perguruan tinggi terhadap persoalan riil di masyarakat. Khususnya di Kota Kediri.
Menurutnya persoalan kesehatan, sanitasi hingga stunting harus mampu dijawab melalui riset dan pengabdian para guru besar. Selain itu, seorang profesor juga dituntut menjadi inspirasi bagi generasi muda maupun lingkungan akademik. “Cara pandang guru besar harus visioner dan mampu mengayomi serta melindungi yang ada di bawahnya,” tambah Prof Nasir.
Hal senada disampaikan Rektor Universitas Strada Indonesia Prof. (H.C) Dr. dr. Sentot Imam Suprapto, M.M. Menurutnya, hadirnya berbagai disiplin ilmu dari para guru besar diharapkan mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan keterpaduan disiplin ilmu ini dapat memberikan kontribusi kepada negara dan khususnya Pemerintah Kota Kediri dalam mensejahterakan masyarakat,” ujarnya. Pihaknya juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan riset internasional bagi para dosen.
Di sela kegiatan pengukuhan, Universitas Strada Indonesia juga menerima Surat Keputusan izin operasional Program Profesi Apoteker dan Magister Farmasi. Surat keputusan tersebut diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri kepada Ketua Yayasan Surya Mitra Husada.
Editor : Anwar Bahar Basalamah