KEDIRI, JP Radar Kediri – Mayoritas desa di Indonesia masih dibayangi permasalahan sampah, terutama akibat minimnya fasilitas pengolahan. Kondisi ini juga terjadi di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.
Merespons hal tersebut, mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang tergabung dalam Kelompok 45 Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Nusantara melakukan aksi konkret. Pada Minggu (8/3), mereka berhasil membangun unit insinerator (instalasi pembakar sampah) di Pasar Canggu, Desa Canggu. Program ini dijalankan dengan menggandeng pemuda Karang Taruna setempat.
“Program pembuatan insinerator ini merupakan respons terhadap masalah sampah yang hingga kini belum menemukan solusi tepat, akibat minimnya fasilitas serta kelebihan kapasitas di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kabupaten Kediri,” ujar Bintang Rahmad Fadilah, Koordinator Desa KSM 45 UNISMA.
Bintang menjelaskan bahwa insinerator tersebut didesain khusus agar minim asap. Konstruksinya menyerupai tungku tertutup yang dilengkapi ventilasi udara dan cerobong setinggi 2,5 meter. Desain ini diklaim mampu menekan polusi udara sehingga tidak mengganggu aktivitas warga di sekitar pasar.
Proses pengerjaan alat berukuran 2 × 2 meter ini memakan waktu selama dua minggu. Tim KSM 45 UNISMA menggunakan material tahan panas seperti bata ringan (hebel), besi, serta perekat khusus yang mampu menahan suhu hingga 1000°C. Dengan spesifikasi tersebut, alat ini memiliki kapasitas pembakaran harian mencapai 300–450 liter.
Lebih lanjut, Bintang memaparkan bahwa hampir semua jenis sampah organik maupun anorganik dapat diolah, kecuali kaca dan bahan karet yang berisiko menimbulkan asap hitam pekat pada tahap awal pembakaran.
“Setelah melalui tahap uji coba, kami juga melakukan sosialisasi kepada pengelola pasar mengenai tata cara penggunaan insinerator yang benar,” tambahnya.
Kehadiran inovasi ini disambut baik oleh pihak pengelola pasar. Zidni, salah satu pengelola Pasar Canggu, mengaku sangat terbantu dengan adanya alat ini.
"Selama ini pengelola hanya membakar sampah dengan cara konvensional yang memicu polusi asap tebal. Dengan inovasi dari teman-teman UNISMA, kami berharap tumpukan sampah di Pasar Canggu dapat terurai lebih efektif dan ramah lingkungan," ungkap Zidni.
Bintang, mewakili timnya yang beranggotakan 14 orang, berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan. Ia juga mendorong pemerintah desa setempat untuk mereplikasi inovasi serupa di titik-titik lain agar cakupan penanganan sampah di Desa Canggu semakin luas.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah