MALANG, JP Radar Kediri – Universitas Brawijaya (UB) sukses menyelenggarakan Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-63. Mengangkat tema besar "Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata", agenda ini dilaksanakan di Gedung Samantha Krida pada Senin (5/12). Acara tersebut dihadiri jajaran sivitas akademika UB, Forkopimda, hingga jajaran perwakilan kementerian.
Dalam rangkaian sidang pleno tersebut, pihak universitas memberikan apresiasi khusus kepada sivitas akademika yang telah memberikan kontribusi signifikan. Pada bidang kemanusiaan, terdapat tiga nama yang dianugerahi penghargaan, yakni Dr. Aurick Yudha Negara, Sp.EM., K.P.P.C., F.I.C.E.P., Dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat, M.Kes., Sp.OT., serta Dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp.An-TI., Subsp. M.N. (K)., F.I.P.P.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para peneliti dengan reputasi internasional, yaitu Prof. Dr. Sujarwoto, S.IP., M.Si., M.P.A., dan Dr. Holipah, Ph.D. Apresiasi atas kontribusi pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi diserahkan kepada Prof. Dr. Ir. Femiana Gapsari, M.F., S.T., M.T.
Selanjutnya, Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D., turut mendapatkan apresiasi atas dedikasinya di bidang inovasi dan hilirisasi riset. Ketua Panitia Dies Natalis ke-63, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa tahun ini terdapat 16 rangkaian kegiatan besar. Program tersebut mencakup aspek akademik, kemahasiswaan, internasionalisasi, sosial, seni budaya, lingkungan hidup, hingga olahraga.
Rangkaian kegiatan tersebut dipastikan tidak hanya bersifat seremonial belaka. Salah satu contohnya terlihat pada agenda bertema sosial budaya. “Ada nguri-uri budaya pawon dan kenduri juga,” ucap Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc., memaparkan berbagai capaian krusial di usia ke-63 ini. Tercatat, UB kini memiliki 198 program studi unggul di berbagai jenjang pendidikan. Adapun jumlah mahasiswa aktif mencapai 70.905 orang yang dibimbing oleh 2.185 tenaga kependidikan berdedikasi.
Secara reputasi internasional, UB kini menempati peringkat 150 di level Asia versi QS WUR dan posisi 680 di tingkat dunia. Sedangkan di kancah nasional, UB kokoh berada di peringkat sembilan.
Demi mempertahankan prestasi tersebut, UB berkomitmen menjalankan sejumlah langkah strategis. Salah satunya melalui penguatan kompetensi lulusan agar siap kerja. “Kami memiliki Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) yang sudah menggandeng banyak stakeholder,” tegas Widodo.
Ketua Majelis Wali Amanat UB, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., menilai usia 63 tahun merupakan fase yang penuh energi. “UB masih trengginas dan mas-mas ototnya penuh. Ini puncak untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya,” tutur dia. Muhadjir pun mengaku bangga atas transformasi UB yang dahulu dianggap terpencil, kini menjelma menjadi perguruan tinggi unggul.
Baca Juga: Jalan Sehat Dies Natalis ke-63 UB, Momentum Perkuat Kolaborasi dan Gotong Royong Kampus
Ia mendorong seluruh sivitas akademika terus memacu kinerja demi memberikan makna bagi bangsa. Senada dengan hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., menyebut usia 63 tahun sebagai momentum tepat untuk memperluas dampak. “86 persen di antaranya maksimal adalah lulusan SMA/SMK yang tersebar di seluruh Indonesia,” bebernya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil