KEDIRI, JP Radar Kediri - Program Friday Karakter di SMP Negeri 4 Pare, Kabupaten Kediri, menghadirkan kegiatan inspiratif bertema “Sekolah Berdaya Lingkungan: Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Kerajinan Bernilai Guna”. Kegiatan dilaksanakan pada 21 dan 28 November 2025 dan diikuti oleh 38 siswa kelas 7.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan IPS Angkatan 12 dalam pelaksanaan mata kuliah Study Lapangan (Internship) di Universitas PGRI Madiun.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ibadullah Malawi, M.Pd., selaku dosen pembimbing, turut memberikan sambutan pembuka dan mengapresiasi kolaborasi kampus–sekolah dalam membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik.
Mahasiswa membuka kegiatan dengan materi edukasi mengenai bahaya sampah plastik dan pentingnya pemanfaatan anorganik. “Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bila dikelola dengan kreatif,” ujar Lilis, pemateri dari tim mahasiswa sebagai pelaksana.
Dengan memanfaatkan bungkus makanan, sandal bekas, dan styrofoam, para siswa berhasil menciptakan berbagai kerajinan seperti tempat pensil, vas bunga, dan miniatur sepeda. Lebih dari 60 karya berhasil dipamerkan dalam Mini Exhibition di aula sekolah.
Menurut guru pendamping Friday Karakter, kegiatan ini sangat membantu pembentukan karakter siswa. “Anak-anak tidak hanya belajar membuat kerajinan, tetapi juga belajar bekerja sama dan menghargai lingkungan,” jelasnya.
Program ini turut mendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila pada dimensi kreatif, mandiri, dan gotong royong.
Apresiasi Sekolah dan Harapan Ke Depan
Kepala SMPN 4 Pare Suyati mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan seperti ini harus menjadi agenda rutin. Anak-anak belajar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Program ini tidak berhenti pada satu kali pelaksanaan. Sekolah dan tim perancang telah menyiapkan keberlanjutan berupa pembentukan Eco Craft Corner, lomba kreatifitas kerajinan berbahan sampah anorganik antarkelas, pojok edukasi lingkungan, serta pameran karya tiap semester.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat karakter peduli lingkungan, tetapi juga membuka wawasan siswa bahwa sampah anorganik dapat menjadi peluang kreativitas dan kewirausahaan. Kolaborasi ini diharapkan menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa. (Penulis: Ririn Wahyuni, Lilis Isrotul Nur Afidah, dan Nurkhasanah)
Editor : Anwar Bahar Basalamah