Puisi: Maretta Sihombing & Atnes Hutagaol

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 23:21 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi 

Belum Selesai

Aku pernah takut

pada jalan yang belum kutahu,

pada hari esok

yang belum tentu seperti harapanku.


Pernah juga aku bertanya,

mengapa langkahku begitu lambat

ketika yang lain

seolah sudah menemukan tujuan.

Lalu aku mengerti,

setiap orang punya waktunya sendiri.

Ada yang lebih dulu sampai,

ada yang harus belajar

menikmati perjalanan.

 

Maka hari ini

aku memilih tetap berjalan.

Bukan karena aku sudah tahu

ke mana akan pergi,

tetapi karena aku percaya

setiap langkah punya arti.


Aku mungkin belum sampai,

tetapi aku juga belum selesai.


Dan selama masih ada hari esok,

aku akan terus menulis

ceritaku sendiri.

Biodata Penulis

Penulis puisi
Penulis puisi

Maretta Sihombing lahir di Tampok Kite pada 31 Maret 2006. Saat ini, ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan. Ia memiliki ketertarikan pada dunia menulis, khususnya dalam mengubah hal-hal sederhana yang ditemui dalam kehidupan menjadi rangkaian kata yang memiliki cerita. Baginya, setiap pengalaman, perasaan, dan kejadian kecil dapat menjadi sumber inspirasi untuk menulis. Melalui karya sastra, ia ingin menyampaikan sesuatu yang dekat dengan kehidupan pembaca, baik tentang perjalanan hidup, perasaan, maupun hal-hal sederhana yang sering kali luput diperhatikan.Media sosialnya dapat dijumpai melalui Instagram @marettashb.31.

Ilustrasi
Ilustrasi 

PINTU YANG MASIH HAFAL

Jam di dinding

Masih membagi hari

Seperti tak pernah ada

Yang berubah.


Hanya aku yang tahu,

Sejak kau pergi,

Ada waktu

Yang berhenti di sini.


Ponsel di atas meja

Sesekali menyalakan layar,

Seolah masih menunggu

Pesan yang dulu

Datang tanpa diminta.


Lalu ia padam,

Dan sunyi kembali

Mengisi ruang.


Kursi di sampingku

Masih menyisakan tempat.

Pintu masih berderit

Setiap kali terbuka,

Seolah langkahmu

Masih hafal jalan pulang.


Padahal kau tidak terlambat.

Kau hanya tak lagi

Ingin kembali

Hari terus berganti,

Tetapi ada yang tertinggal

Di antara benda-benda

Yang pernah mengenal kita:

Sebuah kebiasaan,


Sebuah ruang,

Dan kenangan

Yang tak ikut berlalu.

PROFIL PENULIS

Penulis puisi
Penulis puisi

Atnes Hutagaol lahir pada tanggal 16 Juli 2004 di Sigumpar. Anak ke tujuh dari delapan bersaudara. Sedang menempuh pendidikan (S1) di Universitas Negeri Medan (UNIMED), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ketertarikan pada bahasa dan sastra menjadi salah satu alasan saya memilih bidang pendidikan bahasa Indonesia. Melalui tulisan, saya berusaha menuangkan berbagai pengalaman, perasaan, serta hal-hal sederhana yang sering kali luput dari perhatian.

Editor : Shinta Nurma Ababil
universitas negeri medan mahasiswa puisi