Belum Selesai
Aku pernah takut
pada jalan yang belum kutahu,
pada hari esok
yang belum tentu seperti harapanku.
Pernah juga aku bertanya,
mengapa langkahku begitu lambat
ketika yang lain
seolah sudah menemukan tujuan.
Lalu aku mengerti,
setiap orang punya waktunya sendiri.
Ada yang lebih dulu sampai,
ada yang harus belajar
menikmati perjalanan.
Maka hari ini
aku memilih tetap berjalan.
Bukan karena aku sudah tahu
ke mana akan pergi,
tetapi karena aku percaya
setiap langkah punya arti.
Aku mungkin belum sampai,
tetapi aku juga belum selesai.
Dan selama masih ada hari esok,
aku akan terus menulis
ceritaku sendiri.
Biodata Penulis
Maretta Sihombing lahir di Tampok Kite pada 31 Maret 2006. Saat ini, ia merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan. Ia memiliki ketertarikan pada dunia menulis, khususnya dalam mengubah hal-hal sederhana yang ditemui dalam kehidupan menjadi rangkaian kata yang memiliki cerita. Baginya, setiap pengalaman, perasaan, dan kejadian kecil dapat menjadi sumber inspirasi untuk menulis. Melalui karya sastra, ia ingin menyampaikan sesuatu yang dekat dengan kehidupan pembaca, baik tentang perjalanan hidup, perasaan, maupun hal-hal sederhana yang sering kali luput diperhatikan.Media sosialnya dapat dijumpai melalui Instagram @marettashb.31.
PINTU YANG MASIH HAFAL
Jam di dinding
Masih membagi hari
Seperti tak pernah ada
Yang berubah.
Hanya aku yang tahu,
Sejak kau pergi,
Ada waktu
Yang berhenti di sini.
Ponsel di atas meja
Sesekali menyalakan layar,
Seolah masih menunggu
Pesan yang dulu
Datang tanpa diminta.
Lalu ia padam,
Dan sunyi kembali
Mengisi ruang.
Kursi di sampingku
Masih menyisakan tempat.
Pintu masih berderit
Setiap kali terbuka,
Seolah langkahmu
Masih hafal jalan pulang.
Padahal kau tidak terlambat.
Kau hanya tak lagi
Ingin kembali
Hari terus berganti,
Tetapi ada yang tertinggal
Di antara benda-benda
Yang pernah mengenal kita:
Sebuah kebiasaan,
Sebuah ruang,
Dan kenangan
Yang tak ikut berlalu.
PROFIL PENULIS
Atnes Hutagaol lahir pada tanggal 16 Juli 2004 di Sigumpar. Anak ke tujuh dari delapan bersaudara. Sedang menempuh pendidikan (S1) di Universitas Negeri Medan (UNIMED), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ketertarikan pada bahasa dan sastra menjadi salah satu alasan saya memilih bidang pendidikan bahasa Indonesia. Melalui tulisan, saya berusaha menuangkan berbagai pengalaman, perasaan, serta hal-hal sederhana yang sering kali luput dari perhatian.
Editor : Shinta Nurma Ababil