Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak, Ini Dampak Buruknya bagi Ekosistem Sungai

Khansa Dhiya Ramadhania • Selasa, 21 April 2026 | 09:43 WIB
Ikan Sapu-Sapu
Ikan Sapu-Sapu

JP Radar Kediri – Ikan sapu-sapu selama ini dikenal sebagai “pembersih” akuarium karena kemampuannya memakan lumut dan kotoran.

Namun, kondisi di alam justru berbeda. Di berbagai sungai di Indonesia, populasi ikan ini semakin membludak dan kini dianggap sebagai ancaman serius bagi ekosistem perairan.

Dalam ekosistem baru, ikan sapu-sapu berubah menjadi spesies invasif yang mampu mendominasi dan merusak keseimbangan lingkungan.

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Membahayakan Ekosistem?

1. Mengalahkan Ikan Lokal

Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi sehingga mampu bertahan hidup di berbagai kondisi, termasuk air yang kotor dan minim oksigen.

Kemampuan ini membuatnya unggul dalam bersaing dengan ikan lokal dalam mendapatkan makanan dan tempat hidup.

Baca Juga: Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Kandungan Gizi dan Risikonya

Akibatnya, ikan-ikan asli yang tidak sekuat sapu-sapu perlahan tersingkir dan populasinya menurun.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati bahkan kepunahan spesies lokal di suatu perairan.

2. Merusak Struktur Sungai

Selain mendominasi populasi, ikan sapu-sapu juga merusak lingkungan fisik sungai. Ikan ini memiliki kebiasaan menggali lubang di dasar maupun tepi sungai untuk tempat bertelur.

Aktivitas ini menyebabkan tanah di bantaran sungai menjadi rapuh dan mudah longsor. Selain itu, tanah yang tergerus membuat air menjadi keruh sehingga mengganggu organisme lain yang hidup di dalamnya.

Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga berpotensi merugikan manusia di sekitar sungai.

3. Mengacaukan Rantai Makanan

Ledakan populasi ikan sapu-sapu juga berdampak pada keseimbangan rantai makanan. Ikan ini dapat memakan telur dan larva ikan lain, sehingga menghambat regenerasi spesies lokal.

Ketika jumlah ikan kecil berkurang, predator yang bergantung pada mereka juga kehilangan sumber makanan.

Baca Juga: Mengenal Ikan Sapu-Sapu, Si 'Janitor' Sungai yang Kini Jadi Masalah di Jakarta

Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan dalam ekosistem yang membuat hubungan antar makhluk hidup menjadi terganggu dan tidak stabil.

4. Berpotensi Membawa Penyakit

Ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa parasit dan mikroorganisme yang dapat membahayakan ikan lain.

Ketika ikan ini menyebar luas, risiko penularan penyakit di dalam perairan ikut meningkat. Ikan lokal yang tidak memiliki kekebalan terhadap patogen tersebut menjadi lebih rentan terserang penyakit.

Kondisi ini semakin memperparah penurunan populasi ikan asli di lingkungan tersebut.

5. Menurunkan Kualitas Air

Populasi ikan sapu-sapu yang terlalu banyak juga berdampak pada kualitas air. Semakin banyak jumlahnya, semakin banyak pula limbah yang dihasilkan, baik dari kotoran maupun sisa metabolisme.

Hal ini menyebabkan kadar oksigen dalam air menurun dan kualitas air menjadi lebih buruk.

Lingkungan perairan yang tercemar membuat organisme lain sulit bertahan hidup dan mempercepat kerusakan ekosistem secara keseluruhan.

Baca Juga: Jangan Remehkan Ikan Lokal! Kembung dan Layang Ternyata Punya Protein Lebih Tinggi dari Salmon

6. Sulit Dikendalikan

Salah satu alasan utama ikan sapu-sapu menjadi ancaman serius adalah karena sangat sulit dikendalikan.

Ikan ini tidak memiliki predator alami di perairan Indonesia, sehingga populasinya terus meningkat tanpa hambatan.

Selain itu, kemampuan berkembang biaknya yang cepat serta daya tahan terhadap kondisi ekstrem membuat upaya pengendalian menjadi semakin sulit.

Sekali populasinya meledak, dibutuhkan usaha besar dan waktu lama untuk menguranginya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#dampak ikan sapu sapu #ikan invasif #ekosistem sungai #hama perairan #Ikan Sapu Sapu