Wajah pariwisata di Kota Batu, Jawa Timur, diprediksi akan mengalami pergeseran signifikan pada tahun 2026. Jika sebelumnya wisata buatan mendominasi, kini tren menunjukkan kembalinya minat instansi dan korporasi pada wisata berbasis alam (nature-based tourism) atau yang kerap disebut Green Healing.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya reservasi kegiatan luar ruang di sejumlah titik konservasi alam di kawasan Batu. Pelaku industri wisata menilai, perubahan pola kerja pasca-pandemi membuat perusahaan lebih selektif dalam memilih kegiatan gathering. Mereka tak sekadar mencari hiburan, namun juga pemulihan psikologis bagi karyawan.
Pergeseran Selera Korporasi
Merespons dinamika tersebut, Gemilang Katun Outbound, salah satu pelaku industri wisata dan Vendor Outbound Malang, mulai menyesuaikan kurikulum kegiatan mereka. Fokus utamanya bukan lagi pada pesta pora, melainkan interaksi mendalam dengan alam.
"Ada kejenuhan pada konsep pertemuan di ruang tertutup (ballroom). Menjelang 2026, permintaan klien justru mengarah pada aktivitas yang memicu adrenalin namun tetap rileks," ujar Wisnu, Program Director di Gemilang Katun.
Menurutnya, Paket Outbound yang paling banyak dicari saat ini adalah kombinasi antara olahraga arus deras (rafting) dan strategi tim (paintball). Kedua aktivitas ini dinilai efektif mencairkan suasana kaku antar-divisi dalam sebuah perusahaan.
Pesona Coban Talun dan Coban Rais
Dalam peta wisata outbound 2026, dua lokasi diprediksi menjadi primadona baru: Coban Talun dan Coban Rais. Kedua destinasi ini dipilih karena memiliki topografi yang unik—perpaduan hutan pinus yang rimbun dan jalur trek yang menantang.
Bagi peserta Outbound Perusahaan, lokasi ini menawarkan tantangan tersendiri melalui aktivitas Fun offroad. Menyusuri jalur berlumpur dengan kendaraan jip lawas memberikan sensasi nostalgia sekaligus menguji nyali, sebuah pengalaman yang sulit didapatkan di perkotaan.
" Awalnya saya pikir cuma bakal capek lari-larian. Ternyata, diam sebentar menghirup udara di Coban Talun saja rasanya kayak beban kerja sebulan hilang. Kepala yang biasanya penat karena macet, langsung plong. Pulang dari sini rasanya benar-benar 'recharge'." tambah Chandra Karunia Hutama, Staff IT PixxelPro Digital.
Standar Keamanan Baru
Seiring dengan tingginya minat aktivitas fisik di alam terbuka, aspek keselamatan menjadi sorotan utama. Para penyedia jasa di Kota Batu, termasuk Gemilang Katun, kini menerapkan standar mutu di mana seluruh fasilitator dihimbau memiliki sertifikasi teknis. Hal ini untuk memastikan bahwa euforia berwisata tetap berjalan dalam koridor keamanan yang terukur.
Baca Juga: Alas Purwo Banyuwangi: Antara Hutan Keramat dan Surga Wisata Tersembunyi
Geliat ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi daerah, sekaligus menegaskan posisi Batu sebagai destinasi utama MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) berkonsep hijau di Jawa Timur.
Bagi masyarakat atau instansi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tren dan agenda kegiatan luar ruang ini, informasi lengkap telah tersedia melalui laman resmi Gemilang Katun Outbound atau VendorOutbound.
Editor : Sandi Alam