Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemdes Tugurejo Ngasem Kediri Bangun Punden Jadi Wisata Terpadu

Diana Yunita Sari • Senin, 9 Februari 2026 | 20:59 WIB
Punden Mbah Tugu yang saat ini menjadi destinasi wisata terpadu (Diana Yunita Sari/JPRK)
Punden Mbah Tugu yang saat ini menjadi destinasi wisata terpadu (Diana Yunita Sari/JPRK)

Pemdes Tugurejo kini tengah giat membangun kawasan wisata edukasi terpadu. Proyek ini berlokasi di area Punden Mbah Tugu.

Sebuah tempat yang dipercaya masyarakat setempat sebagai titik awal mula peradaban di Desa Tugurejo. 

Kawasan punden ini dulunya hanya dikelilingi hamparan sawah. Namun, kini bertransformasi menjadi pusat wisata sekaligus pusat perekonomian desa.

Area tersebut tidak hanya menyajikan punden sebagai daya tarik utama. Tetapi juga mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.

Di antaranya adalah pujasera atau kantin, pendopo pertemuan, gazebo taman, hingga area gantangan burung. Seluruh fasilitas ini dibangun di atas Tanah Kas Desa (TKD) murni.

“Melihat beberapa pertimbangan, diputuskan bahwa TKD murni ini tidak dilelangkan. Melainkan dibangun menjadi area wisata. Alhamdulillah, perlahan dampaknya mulai terlihat,” ungkap Kepala Desa Tugurejo Agung Witanto.

Meskipun dilakukan pembangunan besar-besaran, kelestarian area punden tetap dijaga. Yaitu dengan mempertahankan pohon-pohon asli yang sudah ada sejak lama.

Saat ini, area tersebut sering dimanfaatkan warga untuk berbagai acara desa maupun selamatan untuk menghormati leluhur.

Proses pembangunan dilakukan secara bertahap sejak tahun 2020. Langkah awal dimulai dengan menanam 50 pohon jenis pule.

Setelah itu, pembangunan dilanjutkan dengan mendirikan deretan gazebo, kantin pujasera, hingga gedung pertemuan yang diberi nama Pendopo Agung.

“Tempat ini sering dipakai untuk acara reuni. Kemarin juga sempat digunakan untuk sosialisasi KPU. Bahkan sosialisasi dari pemerintah desa lain juga pernah dilaksanakan di sini,” tuturnya.

Pengembangan wisata terpadu ini diharapkan dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Desa. Pada akhir tahun 2025 lalu, pemdes juga menambahkan fasilitas gantangan burung.

Di lokasi tersebut, pemdes rutin mengadakan event perlombaan burung sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Seluruh pembangunan ini bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan Dana Desa.

Untuk pengelolaannya, kawasan wisata ini akan ditangani oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang terdiri dari unsur masyarakat, Pemdes, dan BUMDes. Apalagi, di lokasi tersebut juga terdapat unit usaha BUMDes berupa kolam budidaya ikan nila.

“Warga yang berjualan saat ada event kami bebaskan dari biaya, karena tujuan kami memang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat juga,” pungkas Agung.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #tugurejo #kediri #Punden #Wisata Desa #kecamatan ngasem #desa wisata #wisata terpadu