Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Kebab dan Shawarma dari Segi Rasa hingga Asal-Usulnya
Internship Radar Kediri• Jumat, 23 Januari 2026 | 05:50 WIB
foto Kebab dan Shawarma
JP Radar Kediri - Popularitas kuliner Timur Tengah di Indonesia terus meningkat, dengan Kebab dan Shawarma sebagai dua menu yang paling mudah ditemui. Namun, kemiripan bentuk dan cara memasak daging secara vertikal seringkali membuat masyarakat menganggap keduanya adalah hidangan yang sama. Padahal, Kebab yang berakar dari tradisi Turki dan Shawarma yang berasal dari wilayah Levant memiliki karakteristik rasa dan sejarah yang sangat berbeda. berikut penjelasanya agar Anda tidak keliru membedakan keduanya.
Definisi dan Sejarahnya
Kebab berasal dari kata Persia/Arab "Kabāb" yang secara harfiah berarti "daging goreng" atau "daging panggang". Kebab memiliki sejarah yang sangat tua, berakar dari tradisi prajurit Turki di abad pertengahan. Konon, para prajurit menggunakan pedang mereka untuk menusuk potongan daging dan memanggangnya di atas api unggun di tengah padang pasir.
Sedangkan Shawarma adalah transliterasi bahasa Arab dari kata Turki "Çevirme" yang berarti "berputar". Shawarma muncul tak lama setelah popularitas teknik panggangan vertikal Turki menyebar ke wilayah Levant (Lebanon, Suriah, Palestina) di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman.
Kebab cenderung memiliki berbagai bentuk karena sesuai dengan definisinya, yaitu segala bentuk olahan daging bakar atau panggang yang berasal dari Timur Tengah. Namun, ada salah satu jenis kebab yang mirip dengan shawarma yaitu Döner Kebab.
Sementara itu, Shawarma mudah dikenali dari bentuk dagingnya yang berupa serutan kasar tipis hasil irisan dari tumpukan daging berbentuk kerucut terbalik. Ia disajikan dalam balutan roti pipih (Saj atau Pita) yang digulung padat memanjang, kemudian dipanggang ulang hingga kulit luarnya renyah.
Perbedaan Bumbu
Kebab cenderung menggunakan rempah yang sedikit dan lebih menonjolkan rasa dagingnya. Tujuannya adalah membiarkan kualitas daging menjadi bintang utama, bukan menutupi rasanya dengan rempah yang berlebihan.
Berbanding terbalik dengan Shawarma, hidangan ini lebih ditonjolkan dengan penggunaan campuran rempah-rempah yang kuat. Daging direndam (dimarinasi) dalam waktu lama hingga bumbu meresap ke dalam serat daging, memberikan aroma yang tajam dan rasa yang kompleks.
Itulah perbedaan mendasar antara Kebab dan Shawarma yang sering dianggap serupa tapi tak sama. Dengan mengetahui karakteristik sejarah, tampilan, hingga bumbunya, Anda kini tak perlu bingung lagi membedakan dua kuliner Timur Tengah ini.
Penulis : Cahya Aji Nugraha - Politeknik Elektronika Negeri Surabaya