JP Radar Kediri- Ketika musim dingin tiba dan perayaan Natal semakin dekat, suhu di Jerman turun drastis hingga menusuk tulang. Dalam suasana dingin yang khas ini, hadir sebuah tradisi yang tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menghadirkan keakraban: menikmati Glühwein. Minuman anggur hangat ini telah menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan suasana meriah yang selalu menyertai perayaan Natal di Jerman sejak ratusan tahun yang lalu.
Secara harfiah, Glühwein berarti “anggur yang menyala”, menggambarkan sensasi hangat yang diberikannya. Minuman ini dibuat dari anggur merah—atau kadang anggur putih—yang dipanaskan perlahan bersama rempah-rempah. Komponen utama yang memberikan karakter khas Glühwein antara lain kayu manis, cengkeh, serta irisan buah jeruk seperti lemon atau jeruk manis. Beberapa versi menambahkan rempah lain seperti jahe, bunga lawang, atau kapulaga. Seluruh bahan dipanaskan tanpa mendidih, agar aroma rempah tetap terjaga dan kadar alkohol tidak hilang.
Glühwein sendiri hadir dalam dua versi: beralkohol dan non-alkohol (Kinderpunsch). Varian alkohol mempertahankan kadar alkohol dari anggur yang digunakan, sementara Kinderpunsch—secara harfiah berarti “punch untuk anak-anak”—biasanya terbuat dari jus buah seperti apel atau anggur yang dipanaskan dengan rempah-rempah yang sama. Dengan demikian, tradisi menikmati Glühwein dapat dinikmati oleh semua usia, menjadikannya minuman keluarga yang identik dengan suasana Natal.
Baca Juga: Bukan Sekadar Minuman Manis, Ini 5 Manfaat Yang Dimiliki Air Tebu untuk Tubuh!
Tradisi Glühwein semakin terasa ketika dinikmati di ruang terbuka. Selama musim Advent, hampir setiap pasar Natal (Christkindlesmarkt) di Jerman menyediakan kios yang menjual Glühwein. Menyesapnya dari cangkir keramik sambil berjalan di antara kios-kios yang diterangi lampu-lampu hangat, ditemani aroma Lebkuchen dan kacang panggang, menjadi pengalaman khas musim dingin yang penuh nuansa magis.
Ritual pembuatannya pun sederhana namun penuh makna. Anggur dipanaskan perlahan dalam panci besar, rempah-rempah dimasukkan, dan rasa manis ditambahkan melalui gula atau madu. Proses memasaknya tidak boleh tergesa-gesa; merebus campuran justru akan merusak rasa. Hasil akhirnya adalah minuman yang seimbang—asam anggur, manisnya pemanis, keharuman jeruk, dan hangatnya rempah—menyatu menjadi cita rasa yang lembut namun kompleks.
Baca Juga: Berburu Minuman Khas Era Kerajaan Kediri di Festival Kuno Kini 2025
Pada akhirnya, Glühwein mencerminkan esensi Natal di Jerman: hangat, sederhana, dan penuh nilai kebersamaan. Ia bukan sekadar minuman untuk melawan dingin, tetapi juga tradisi yang menghubungkan keluarga dan teman dalam suasana penuh kegembiraan. Setiap tegukan tidak hanya memberikan rasa hangat, tetapi juga menghadirkan kenangan dan semangat perayaan yang begitu khas di musim liburan.
Penulis adalah Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian