Wisata Kampung Anggrek berada di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Jika perjalanan dari Kampung Nanas Kelud, jaraknya hanya sekitar 2,4 kilometer. Baik menggunakan sepeda motor dan mobil, hanya memerlukan waktu sekitar lima menit saja.
Tempat wisata yang dibuka pada 2016 ini memiliki luas sekitar 400 hektare. Pada awal buka tempat wisata ini banyak sekali pengunjungnya. Sebab selain pemandangan yang indah, pengunjung dapat melihat bunga anggrek. “Banyak jenis anggrek, bahkan ada yang baru saya ketahui,” kata Suryani, 50, salah satu pengunjung wisata.
Suryani mengatakan bahwa bunga anggrek yang dimaksud adalah bunga anggrek yang ditanam langsung pada tanah. Selama ini bunga anggrek yang diketahui kebanyakan menggunakan media sabut kelapa. “Sayangnya tidak semua bunga sedang mekar,” keluh perempuan asal Solo tersebut.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, Suryani mengaku, baru pertama datang ke tempat wisata tersebut dengan keluarga. Ia ke sana setelah mendapatkan rekomendasi dari temannya, dan mencari referensi di media sosial. Tujuannya mencari bibit anggrek untuk menambah koleksi.
“Kebetulan sedang main di Kediri, jadi sekalian main,” ungkap Suryani.
Koleksi anggrek tersebut dapat dilihat di green house atau rumah kaca. Di sana puluhan anggrek yang menjadi koleksi dipajang di ruangan ini. Terdapat anggrek yang lagi naik daun, unik hingga anggrek yang tergolong langka.
Salah satu contoh anggrek yang tengah naik daun tersebut adalah dendrobium. Kemudian ada juga anggrek langka seperti anggrek macan. Ada pula anggrek tebu yang tingginya hingga tiga meter dan termasuk terbesar di dunia.
Agar lebih puas dalam menikmati anggrek, pengunjung bisa mendatangi swalayan anggrek. Anggrek yang dijajakan di sini sangat beragam dan begitu memanjakan pengunjung. Pasar anggrek ini menyajikan beragam anggrek yang dipajang di atas meja.
Warna-warni anggrek, mulai dari putih, kuning, ungu hingga merah menampilkan keeksotisan tersendiri. Tak hanya anggrek, swalayan ini juga menyediakan aneka jenis tanaman hias lain. Swalayan ini semakin lengkap karena juga menyediakan peralatan tanam seperti pot dan medianya.
“Ada enam genus anggrek yang dikembangkan di laboratorium ini,” ujar Laras, salah satu pengurus wisata. Dimulai dari anggrek bulan, vanda, dendrobium, oncidium, cymbidium dan cattleya. Budidaya anggrek dilakukan secara kloning di laboratorium kultur jaringan.
Laras mengatakan, benih anggrek varietas unggul diteliti dan dikloning untuk memunculkan jenis baru yang berkualitas. Pengkloningan anggrek di kampung anggrek ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. Hanya orang- orang tertentu saja yang bisa masuk di laboratorium kultur jaringan tersebut.
Pengelola taman wisata ini juga menyediakan beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai pengunjung. Selain itu juga terdapat toilet serta tak ketinggalan musala untuk beribadah umat Islam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah