Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Bebek ke PAD Desa, Bumdes Kerkep Kediri Raup Cuan dari Telur dan Telur Asin

Diana Yunita Sari • Kamis, 15 Januari 2026 | 05:44 WIB
Pekerja membersihkan telur ayam yang baru dipanen (Diana Yunita Sari)
Pekerja membersihkan telur ayam yang baru dipanen (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Pemdes Kerkep Kecamatan Gurah jalankan beberapa usaha untuk sumbang PAD beberapa diantaranya adalah peternakan dan wisata. Peternakan bebek petelur dipilih untuk mendukung program ketahanan pangan.

Setiap harinya, peternakan tersebut dapat menghasilkan hampir 400 butir telur. Hebatnya, usaha tersebut sudah mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa.

Peternakan bebek ini telah berjalan sekitar 4 bulan. Pengelolaannya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Usaha ini dipilih karena terdapat salah satu perangkat desa yang sudah berpengalaman menjalankan bisnis tersebut.

“Selain ada yang sudah berpengalaman, kami juga melihat potensi usaha ini dari studi banding ke daerah yang punya peternakan bebek. Seperti Kecamatan Kepung dan Kandat,” ungkap Kepala Desa Kerkep Bondhan Wijokangko.

Saat ini populasi bebek yang diternak mencapai 500 ekor. Di mana 80 persennya sudah siap bertelur.

Peternakan tersebut dikelola oleh 3 orang anggota Bumdes. Telur yang sudah dipanen sebagian diolah menjadi telur asin.

Prosesnya memakan waktu sekitar dua minggu. Mulai dari pembersihan, pembalutan dengan bata merah dan garam, hingga telur asin siap untuk dijual.

“Hasilnya dijual ke tukang sayur dan warung-warung. Kami juga menyuplai untuk dua SPPG di Kediri,” terang Bondan. Telur bebek dijual dengan harga Rp 2 ribu dan telur asin Rp 3 ribu per biji.

Kandang bebek tersebut berukuran 8 x 24 meter. Sedangkan gudang penyimpanan dan produksi telur memiliki ukuran 6 x 8 meter.

Anggaran sekitar Rp 200 juta dikeluarkan untuk membangun kandang, gudang, kamar mandi, hingga pengadaan bibit bebek.

“Ya alhamdulillah lancar, ini sampai kurang-kurang telurnya karena banyak dipesan orang,” jelasnya. Namun, bebek memiliki masa produktif bertelur yang terbatas. Yaitu hingga usia 6-8 bulan.

Setelah itu, akan ada jeda bertelur selama beberapa bulan. Bondan menyebut masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Apakah setelah satu tahun bibit bebek akan diganti baru atau dipertahankan hingga 2 tahun untuk kemudian dijual dagingnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kediri #wisata kediri #wisata #Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) #usaha desa #peternakan #peternakan bebek #Desa Kerkep #kecamatan gurah