KEDIRI, JP Radar Kediri - Sektor pertanian di Desa Kepuh memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. Terutama pada usaha pembibitan padi.
Dusun Sono bahkan dikenal sebagai sentra penghasil bibit padi. Lebih dari 10 warga menggeluti usaha tersebut.
Salah satu pelaku usaha adalah Agusti Rio. Usaha pembibitan padi miliknya sudah dimulai sejak 2018 silam.
Awalnya, dia merupakan petani biasa. Namun setelah mendapatkan penyuluhan dan melihat adanya prospek cerah. Dia memberanikan diri memulai usaha nyambi pembibitan.
“Awalnya bertahap, tapi sekarang fokus juga di pembibitan karena prospeknya cerah,” ungkap Rio. Dia menggunakan lahan seluas 4.200 meter persegi untuk usahanya.
Rio memproduksi benih setiap hari. Namun, puncak ramainya penjualan adalah saat musim tanam raya.
Yakni pada periode November–Januari dan Maret–Mei. Di luar bulan-bulan tersebut produksi tetap berjalan meski dalam jumlah yang lebih sedikit.
Benih hasil produksi Rio tidak hanya dijual kepada petani setempat. Tetapi juga dipasok ke pemilik mesin tanam hingga luar kota dan pulau.
“Untuk pemilik mesin tanam, kami bisa menjual sampai Gresik, Madura, Ngawi, hingga Sragen. Kadang diambil sendiri oleh pembeli, kadang kami antar,” jelasnya.
Benih dijual dengan harga Rp 9 ribu per gulung dengan ukuran 28x70. Saat musim tanam tiba, Rio mengaku sering kewalahan.
Bahkan hingga kekurangan lahan produksi untuk memenuhi permintaan pasar. Selain menjual bibit, Rio juga menyediakan jasa tanam sekaligus. Jasa tanam dibanderol dengan harga Rp 500 ribu per 100 ru.
Untuk kebutuhan benih tebar, Rio juga menjalin kerja sama dengan bumdes setempat. Yaitu dengan melakukan pembelian benih dalam jumlah besar dari BUMDes Kepuh Sejahtera.
Editor : Andhika Attar Anindita