Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkot Kediri Terapkan Jam Malam, Ini Keluhan Pedagang Angkringan  

Hilda Nurmala Risani

MENU KOMPLET: Penujal angkringan melayani pelanggannya.
MENU KOMPLET: Penujal angkringan melayani pelanggannya.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Kota Kediri resmi menerapkan jam malam untuk pelajar. Waktu yang diberikan kepada anak-anak sekolah itu hanya sampai pukul 21.00. Pemberlakukan jam malam itu mulai diterapkan pada Kamis (4/9) sampai waktu yang tidak ditentukan. 


Advertisement

Diberlakukannya jam malam itu menindaklanjuti insiden yang terjadi pada Sabtu (30/8) lalu. Ketika itu terjadi peristiwa penjarahan dan pembakaran yang banyak melibatkan pelajar mulai dari tingkat SMP hingga SMA. 

Kebijakan yang bertujuan untuk menjaga ketertiban masyarakat itu berdampak pada perputaran ekonomi di pedagang angkringan. Umi, 35, warga Kota Kediri yang membuka lapak angkringan di Jalan Pattimura itu mengaku jika penjualannya mengalami penurunan. 

“Yang biasa membeli di angkringan saya anak-anak SMA,” akunya. Karena ada penerapan jam malam, penjualannya juga ikut sepi. 

Advertisement

Penurunan penjualan itu terlihat dari lamanya waktu untuk menjual dagangannya. Jika biasanya hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 jam. Sekarang ini bisa sampai 4 jam. Sementara dia buka dari pukul 20.00. 

Tak jarang dia harus membawa pulang dagangannya karena masih ada sisanya. Hal senada disampaikan oleh Ika, 28, pedagang angkringan di Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa. Dia menyebut jika pendapatannya ikut berkurang seiring penerapan jam malam di Kota Kediri.

“Sebelum terjadinya insiden kerusuhan, penjualan bisa mencapai Rp 500 ribu per hari. Sekarang ini cuma Rp 350 ribu saja,” terang perempuan asal Kecamatan Kota itu.

Advertisement

Sementara itu, Imel, 24, perempuan asal Kecamatan Pesantren mengaku mengurangi jam bermain saat malam. “Dulu sering nongkrong di angkringan sampai larut malam. Sekarang jam 9 sudah diminta balik jadi mending tidak keluar sekalian,” ungkapnya.

Dia pun berharap kondisi segera membaik. Agar aktivitas perekonomian kembali berjalan lancar. Sebab dengan kondisi seperti tak hanya pedagang yang dirugikan, masyarakat pun juga was-was ketika harus beraktivitas di malam hari. 

Terpisah, Ashari, anggota Komisi C DPRD Kota Kediri merespons terkait pemberlakuan jam malam tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut dikhususkan untuk anak-anak sekolah bukan orang dewasa. “Selama ini, banyak anak-anak sekolah bergerombol membawa motor, adanya jam malam diharapkan bisa untuk mengantisipasi masalah tersebut,” ujar politikus Partai Demokrat Kota Kediri itu.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Murid TK dan KB Unjuk Kreativitas di Aksi PAUD, Kembangkan Imajinasi Lewat Gambar dan Warna

Murid TK dan KB Unjuk Kreativitas di Aksi PAUD, Kembangkan Imajinasi Lewat Gambar dan Warna

Peserta Gebyar Ajang Kreativitas Pendidikan Anak Usia Dini (Aksi PAUD) se-Kabupaten Kediri harus bersiap diri. Pasalnya, belasan ribu murid taman kanak-kanak (TK) da

Satgas Tanggap Bencana Gerak Cepat Tangani Puting Beliung di Kepung Kediri

Satgas Tanggap Bencana Gerak Cepat Tangani Puting Beliung di Kepung Kediri

Kapolres Kediri AKBP Muh Wahyudin Latif mengatakan, setelah menerima informasi kejadian, satgas langsung melakukan pengecekan dan asesmen di lokasi.

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kepung, 65 Rumah Warga Terdampak

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Kepung, 65 Rumah Warga Terdampak

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Kepung disertai angin kencang. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah rumah warga di beberapa titik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer