
KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Kediri Raya pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan yang diolah dari dari tempe busuk ini. Ya, Slsambal tumpang. Masakan tradisional ini menjadi salah satu makanan yang banyak peminatnya. Khususnya warga di Kediri Raya.
Penjual sambal tumpang yang satu ini agak beda dengan tumpang biasanya. Olahan masakan tradisional itu disulap menjadi sambal tumpang instan .
Usaha itu digeluti Eko Rahayu. Inovasinya mengolah kuliner tradisional khas Kediri punya peminat tersendiri. Pangsa pasarnya membidik pekerja migran.
“Jadi usaha ini saya buka karena keluhan teman-teman di luar negeri yang ingin mengonsumsi sambal tumpang. Mereka kangen kuliner tradisional ini,” ujar perempuan berusia 50 tahun tersebut.
Baca Juga: Warga Kediri Ini Konsisten Geluti Usaha Pembuatan Tape, Rasanya Berbeda dengan Tape Khas Bondowoso
Banyak perantau yang kangen dengan makanan khas ini. “Sekarang mereka bisa membawa sambal tumpang saat bekerja di luar negeri,” ucap Eko.
Tak sedikit pekerja migran yang membeli sambal tumpang tersebut untuk dibawa ke Taiwan, Hongkong, Arab Saudi, dan China.
Produknya juga banyak dibeli jamaah haji. Seperti haji tahun ini dari Kabupaten Kediri mendapatkan bekal lauk dari usaha UMKM miliknya.
Eko mengaku memulainya sejak tahun 2018. Sambal tumpang instan miliknya ini diberi nama Genoek.
Baca Juga: Warga Kediri Ini Konsisten Geluti Usaha Pembuatan Tape, Rasanya Berbeda dengan Tape Khas Bondowoso
Meski sempat mengalami kendala, dia tidak putus asa. Terinspirasi dari konsep mie instan. Dimana bumbu-bumbunya dipisah-pisah.
Kalau bumbunya dihaluskan biasa. "Tantangannya bagaimana tempenya bisa dikeringkan tapi tetap bagus. Akhirnya bumbunya dipisah-pisah seperti bumbu mie instan,” terang Eko.
Untuk ketahanan produk, sambal tumpang instan Genoek bisa bertahan hingga satu tahun.
Daya tahan produk ini telah terbukti melalui penjualan di berbagai toko selama setahun tanpa masalah kualitas.



