Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Liquid Cooling dan Air Cooling yang Wajib Gamer Tahu

Internship Radar Kediri • Selasa, 15 Juli 2025 | 01:15 WIB

Ilustrasi gambar seorang sedang merperbaiki pc
Ilustrasi gambar seorang sedang merperbaiki pc

JP Radar Kediri-Main game berat atau render video panjang bikin suhu CPU naik drastis. Kalau pendinginnya kurang optimal, dapat membuat performa turun, perangkat throttling, atau bahkan overheat. Di dunia PC gaming, dua teknologi pendingin paling populer adalah air cooling dan liquid cooling. Mana yang paling ampuh?

Air Cooling
Air cooling bekerja dengan heatsink sebagai penyuap panas dari CPU/GPU, lalu disirkulasi oleh kipas (fan) agar panas keluar casing.

Kelebihan Air Cooling yang paling utama adalah harganya yang ramah dikantong, Heatsink premium seperti Noctua NH-D15 G2 bisa memberikan performa mendekati liquid cooling tapi harganya tetap terjangkau.

Baca Juga: Asus TUF F16 vs Helios Neo 16, Siapa Jawara Laptop Gaming 2025?

Pemasangan yang mudah cocok untuk pemula yang baru merakit PC, dan perawatannya minim.
Kekurangan Air cooling adalah tidak optimal jika dipakai untuk overlock, kipas cenderung bising, dan ada beberapa heatsink tower tinggi bisa menutup akses slot RAM atau expansion card dalam casing kecil.

Liquid Cooling
Cara kerjanya adalah memanfaatkan cairan (coolant) untuk menyerap panas CPU/GPU, kemudian dialirkan ke radiator oleh pompa, lalu sirip fan membuang panas keluar ruang PC.

Kelebihan Liquid Cooling adalah performanya, yang dapat mendukung overlock dan tugas berat, suara lebih senyap dari pada Air Cooling, desain elegan dengan banyak pilihan dilengkapi RGB.

Kekurangan Liquid Cooling adalah harga yang lebih tinggi, instalasi lebih rumit, dan ada potensi kebocoran.

Baca Juga: Waspada! 5 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bikin Laptopmu Cepat Rusak!

Rekomendasi Berdasarkan Penggunaan
Kasual gamer atau pemula
Utamakan Air Cooling hemat, mudah untuk perawatannya, dan cukup untuk gaming dan komputasi ringan
Gamer berat / overclocker
Liquid cooling jadi pilihan, Sistem AIO memadai untuk sebagian besar, tapi custom loop memberikan performa maksimal dan tampilan estetik.
Ruangan atau case kecil
Liquid cooling (AIO) bisa ideal karena heatsink besar tak muat di casing kompak.

Baca Juga: Duel Prosesor Kelas Dunia: Intel atau AMD yang Layak Jadi Raja?

Jadi, tidak ada yang jadi juara mutlak, air cooling lebih cocok buat pengguna hemat, praktis, dan awam. Sementara liquid cooling menawarkan pendinginan optimal, keheningan, dan estetika ciamik bagi yang siap investasi dan merawatnya.

Authro: Muhammad Rafli Wicaksono

PSDKU Politeknik Negeri Malang di Kota Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#liquid #peforma #air cooler #gamer #laptop #PC