Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gebrakan Baru Google! Teknologi AI Hadirkan Pencarian Lebih Pintar dan Dunia Virtual Nyata

I
Google I/O 2025
Google I/O 2025

JP Radar Kediri - Google baru saja menggelar acara besar bernama Google I/O 2025 yang penuh dengan pengumuman menarik seputar kecerdasan buatan atau AI. Berbagai teknologi terbaru diperkenalkan untuk membantu pengguna mendapatkan pengalaman digital yang lebih pintar dan mudah.


Advertisement

Salah satu pengumuman utama adalah peluncuran AI Mode di Google Search yang kini bisa diakses oleh semua pengguna di Amerika Serikat. Fitur ini memungkinkan pencarian menggunakan chatbot Gemini yang semakin canggih, dan Google berencana menambahkan fitur seperti pencarian mendalam serta pembuatan grafik dalam beberapa bulan ke depan.

Tidak hanya itu, Project Starline yang sebelumnya dikenal sebagai bilik video chat 3D kini berevolusi menjadi Google Beam dan akan hadir dalam perangkat khusus dari HP. Teknologi ini mampu menampilkan gambar 3D dari orang yang diajak bicara sehingga membuat video call terasa lebih nyata, dan sudah dipakai oleh beberapa perusahaan besar seperti Deloitte dan Salesforce.

Advertisement

Selain inovasi dalam komunikasi, Google juga mengumumkan pembaruan besar pada dua teknologi AI buatannya, yaitu Imagen 4 untuk pembuatan gambar dari teks dan Veo 3 yang bisa menghasilkan video beserta suara secara bersamaan. Perbaikan ini membuat konten visual dan audio yang dihasilkan lebih tajam, serta memberikan opsi ekspor dalam berbagai format sesuai kebutuhan pengguna.

Untuk mendukung kreativitas pengguna, Google memperkenalkan Flow, sebuah aplikasi baru yang memudahkan pembuatan video pendek AI berdasarkan teks atau gambar yang dimasukkan. Aplikasi ini dilengkapi dengan alat penggabung adegan, sehingga pengguna bisa membuat video dengan cerita yang lebih lengkap tanpa harus menguasai teknik editing rumit.

Selain aplikasi baru, Gemini 2.5 Pro kini hadir dengan mode “Deep Think” yang bisa membantu menjawab pertanyaan sulit terutama di bidang matematika dan pemrograman. Fitur ini dirancang untuk melakukan analisis lebih dalam dengan mempertimbangkan beberapa kemungkinan jawaban sebelum memberikan respon yang tepat.

Google juga berkolaborasi dengan perusahaan Xreal untuk mengembangkan Project Aura, yaitu kacamata pintar yang menggabungkan dunia nyata dan virtual lewat platform Android XR. Kacamata ini nantinya akan dilengkapi dengan kamera dan mikrofon serta kemampuan AI Gemini untuk pengalaman mixed reality yang lebih kaya.

Lebih jauh lagi, Project Astra, asisten AI Google yang sudah bisa mengenali objek lewat kamera ponsel, kini ditingkatkan agar bisa menyelesaikan tugas secara otomatis tanpa perlu perintah langsung. Misalnya, asisten ini dapat memberi tahu jika ada kesalahan dalam pekerjaan rumah, sehingga membantu pengguna lebih aktif dan cepat.

Integrasi teknologi Gemini juga meluas ke browser Chrome agar pengguna bisa lebih mudah mencari, merangkum, dan menavigasi berbagai situs web secara bersamaan. Google berencana mengembangkan fitur ini agar dapat mengelola banyak tab sekaligus demi efisiensi kerja yang lebih tinggi.

Untuk pengguna yang menginginkan akses ke teknologi AI paling canggih, Google menawarkan paket langganan baru bernama AI Ultra dengan kemampuan multitugas dan akses ke berbagai aplikasi AI premium. Paket ini cocok untuk pengguna profesional yang membutuhkan performa AI maksimal dan fitur eksklusif.

Fitur Search Live juga memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan asisten AI sambil menunjukkan apa yang terlihat melalui kamera ponsel secara real-time. Hal ini memudahkan komunikasi dan pencarian informasi langsung dari lingkungan sekitar pengguna.

Untuk membantu pengembang aplikasi, Google memperkenalkan Stitch, alat berbasis AI yang membantu membuat desain antarmuka aplikasi dengan mudah menggunakan deskripsi dan gambar kasar sebagai panduan. Alat ini mempermudah proses desain, terutama bagi pengembang yang ingin membuat UI tanpa harus mulai dari nol.

Selain itu, Google Meet kini dilengkapi fitur penerjemah suara otomatis yang dapat menerjemahkan pembicaraan dari bahasa Inggris ke Spanyol secara langsung. Fitur ini sangat membantu komunikasi antar pengguna yang berbicara dalam bahasa berbeda agar lebih lancar dan efektif.

Gmail juga mendapat pembaruan pada fitur balasan cerdas yang kini bisa menarik informasi dari isi inbox dan Google Drive untuk memberikan jawaban yang lebih relevan dan personal. Fitur ini juga mampu menyesuaikan nada balasan agar sesuai dengan situasi, seperti memberikan balasan formal untuk email dari atasan.

Google tidak berhenti di situ, kini sedang menguji fitur belanja berbasis AI yang memungkinkan pengguna mencoba pakaian secara virtual menggunakan foto tubuh lengkap. Selain itu, fitur ini juga mendukung pembelian otomatis melalui agentic checkout, sehingga proses belanja menjadi lebih mudah dan cepat.

Keamanan juga mendapat perhatian khusus, di mana Google Chrome akan membantu pengguna memperbarui kata sandi yang bocor dengan cara otomatis, namun hanya setelah mendapatkan persetujuan pengguna. Fitur ini akan menjaga keamanan akun lebih baik dan mencegah pencurian data pribadi yang sering terjadi akibat kata sandi yang lemah atau digunakan berulang.

Google I/O 2025 menunjukkan bagaimana teknologi AI terus berkembang dengan cepat untuk membuat hidup sehari-hari lebih praktis dan efisien. Berbagai inovasi ini semakin mendekatkan masa depan di mana teknologi benar-benar bisa memahami dan membantu kebutuhan manusia secara nyata.



Penulis : Asyfa Maulidina

Advertisement

Artikel Terkait

AI Makin Dekat dengan Anak Muda, Begini Cara Menggunakannya untuk Belajar

AI Makin Dekat dengan Anak Muda, Begini Cara Menggunakannya untuk Belajar

Keberadaan AI membuat pelajar dan mahasiswa lebih mudah mencari informasi, memahami pelajaran, serta mengembangkan ide-ide dalam menulis.

Machine Marketing

Machine Marketing

Sebuah keluarga berencana berlibur ke Bali. Bisa jadi, yang akan mereka lakukan adalah membuka Google. Mengetik kata kunci “hotel terbaik di Bali”.

Lipsus Guru Vs Invasi AI, Ancaman atau Jadi Teman? (2) Bukan Gantikan Peran, tapi Bantu Pembelajaran

Lipsus Guru Vs Invasi AI, Ancaman atau Jadi Teman? (2) Bukan Gantikan Peran, tapi Bantu Pembelajaran

Di era digital dan serba AI seperti sekarang, pengaruhnya memang tak terelakkan, termasuk di dunia pendidikan. Praktisi pendidikan memberikan pandangannya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer