KEDIRI, JP Radar Kediri – Masih banyak fasilitas olahraga atlet Kota Kediri yang belum memadai. Banyak pula yang sudah tidak layak dan tidak sesuai standar.
Akibatnya, tak jarang atlet harus mengeluarkan biaya sendiri agar tetap bisa berprestasi. Sayangnya, para atlet nampaknya harus bersabar.
Masalahnya tahun ini tak akan ada banyak perubahan kondisi sarana dan prasarana (sarpras). Ini bukan tanpa sebab.
Baca Juga: Cabor Angkat Besi Jadi Andalan KONI Kota Kediri Sabet Emas Porprov Jatim, Ini Targetnya
Pasalnya, sebagian besar anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri akan digunakan untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim).
“Jadi nanti di 2026, itu kan tidak ada porprov, lha anggaran kami akan kami tata di sarpras,” kata Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko.
Hanya saja, dia menekankan bantuan sarpras belum bisa menyeluruh ke semua cabor. Intinya, pihaknya akan melakukan inventarisasi keseluruhan sarpras yang dimiliki cabor.
Mengingat, KONI Kota Kediri memang belum memiliki data tersebut. “Nanti tim dari KONI akan turun ke bawah untuk mendata supaya kami tahu yang cabor punya itu apa aja.
Selama ini kan belum pernah dilakukan. Nanti yang paling urgent itu yang kami bantu dulu,” jelas pria yang akrab disapa Koko itu.
Menurutnya, anggaran untuk sarpras ini berbeda dengan dana cabor. Artinya, KONI yang akan menganggarkan langsung.
Baca Juga: Miris! Sarpras Atlet Kota Kediri Jelang Porprov Jatim 2025 Mengenaskan, Ini Kata Ketua KONI
Hanya saja, bantuan sarprasnya masih secara umum. Bukan peralatan spesifik yang dibutuhkan cabor-cabor tertentu.
Misalnya saja bantuan matras. Nantinya, pihaknya akan menganggarkan belanja matras dengan besaran nominal tertentu.
Yang mana, matras tersebut akan diberikan tidak hanya kepada satu cabor. Melainkan bisa lebih ke lima cabor yang tengah membutuhkan.
“Itu di luar dana cabor. Soalnya dana cabor itu untuk persiapan mereka ketika ada kejuaraan misalnya kejurprov,” tekannya sembari menyebut perbaikan sarpras akan dilakukan secara bertahap.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan KONI Kota Kediri.
Mengenai kondisi sarpras, pihaknya meminta untuk KONI Kota Kediri untuk melakukan inventarisasi.
Baca Juga: KONI Kota Kediri Genjot Mati-matian Fisik Atlet Wushu Jelang Porprov Jawa Timur 2025
Yakni mana sarpras yang harus dipenuhi secara pribadi dan mana yang harus ditunjang oleh KONI atau Pemkot Kediri.
“Bagaimana dengan (peran) pemerintah? Kalau menyangkut fasilitas olahraga atau sarana prasarana yang agak besar ya, misalnya lintasan, lintasannya kurang halus, ya nanti akan kami koordinasikan dengan pihak PU (PUPR),” jelasnya.
Namun demikian, pihaknya menekankan bahwa perbaikan atau bantuan fasilitas untuk para atlet di Kota Kediri tidak bisa dilakukan secara instan.
Baca Juga: Hasil Audit BPKP, Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi KONI Kota Kediri Dipastikan Membengkak
Melainkan secara bertahap dengan melihat kondisi yang paling parah terlebih dahulu. Karenanya, pihaknya meminta KONI Kota Kediri untuk segera melakukan inventarisasi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita