Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI
Diselamatkan Mistar Gawang

Macan Putih Belum Beranjak dari Zona Degradasi

29 November 2021, 11: 58: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Macan Putih Belum Beranjak dari Zona Degradasi

KEREPOTAN : Ibrahim Sanjaya membayangi pergerakan pemain Persebaya Bruno Moreira yang membahayakan pertahanan Macan Putih di Stadion Manahan, Solo tadi malam. (AHMAD HUSAIN - JawaPos)

Share this      

SOLO, JP Radar Kediri – Persik Kediri masih berkutat di zona degradasi. Hasil imbang skor kacamata melawan Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Solo tadi malam tak membuat posisi Macan Putih beranjak dari peringkat 16.

          Tapi, hasil laga di pekan 14 tersebut tetap patut disyukuri. Lawan mereka, Green Force beberapa kali mengancam gawang Dikri Yusron. Beruntung, dua tengangan dari Bruno Moreira dan Taisei Marukawa masih diselamatkan mistar gawang.

“Pertandingan yang sulit. Persebaya punya kemampuan luar biasa. Mereka bermain atraktif dan menyerang,” kata pelatih Javier Roca di sesi konferensi pers usai pertandingan.

Baca juga: Roca Membutuhkan Tambahan Pemain di Bursa Transfer

          Laga sebenarnya relatif berimbang. Kedua tim saling serang. Hanya saja, Persebaya lebih banyak mengancam gawang Persik. Dari 9 kali percobaan, arek-arek Surabaya melakukan 4 kali tendangan ke arah gawang. Sementara Persik mencatat tiga kali tendangan.

          Kemampuan individu penggawa Persebaya juga membuat pemain Persik kehabisan stamina. Ada dua pemain yang terpaksa ditarik keluar karena mengalami kram. Mereka adalah Yusuf Meilana di menit ke-78 dan Ibrahim Sanjaya di pengujung laga.

          Peran Yusuf di fullback kiri digantikan Faris Aditama yang notabene lebih memiliki naluri menyerang. Sedangkan Sanjaya di bek kanan diganti Adi Eko Jayanto. Roca memang tidak punya pilihan lain soal pergantian pemain. Persik banyak kehilangan pemain karena cedera.

          Roca mengakui gaya main Persebaya yang cepat membuat pemainnya harus banyak berlari mengejar bola. Akibatnya, kehabisan stamina sebelum 90 menit. Apalagi sebagian dari mereka baru turun sejak menit pertama. “Selama ini, mereka (pemain yang ditarik keluar) jarang tampil sejak kickoff. Jadi belum siap dengan kondisi saat ini. Kami akan perbaiki itu (stamina),” ungkap pelatih asal Chili ini.

          Pria 44 tahun itu harus berpikir keras soal rotasi dan recovery pemain. Pasalnya, Jumat depan (3/12), mereka sudah ditunggu Persita Tangerang. “Kami akan manfaatkan waktu empat hari ke depan untuk pemulihan fisik pemain,” ucapnya.

          Roca mengatakan akan melakukan evaluasi sebelum laga pekan ke-15. Selain koordinasi pertahanan, dia juga perlu membenahi kinerja lini depan.

          Beberapa kali Youssef Ezzejjari terlalu memaksakan diri untuk mencetak gol sendirian. Pemain asal Spanyol itu dinilai terlalu individu ketika tim melakukan serangan. “Saya menyadari Youssef ingin menambah koleksi golnya menjadi 10. Tapi, kami akan pikirkan bagaimana tim bisa bermain lebih kolektif,” ujarnya.

          Hasil tersebut menurut Roca akan memberikan motivasi tambahan bagi pemain Persik untuk lepas dari zona merah. Persik yang kini mendulang 11 poin hanya terpaut satu angka dengan Barito Putera dan Persela Lamongan yang berada di atasnya.

          Dari kubu lawan, pelatih Persebaya Aji Santoso mengaku timnya belum dinaungi keberuntungan. Seharusnya Persebaya bisa mengubah kedudukan andai saja tendangan Bruno dan Marukawa tak membentur mistar. “Tapi di luar itu, Persik juga bermain sangat baik,” kata pelatih kelahiran Malang ini. (rq/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia