Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Macan Putih Kian Terbenam

Ulang Kesalahan dalam Derby Jatim

25 November 2021, 10: 05: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Macan Putih Kian Terbenam

PROTES: Striker Persik Youssef Ezzejjari memprotes wasit dalam pertandingan kemarin. (Official Persik Kediri for Radar Kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri – Tak sekadar kalah, penampilan Persik saat menghadapi Madura United (MU) di Stadion Moch. Soebroto kemarin (24/11) sekaligus mengulang lagi kesalahan-kesalahan di pertandingan sebelumnya. Dua gol Sappe Kerrap tercipta dari bola mati! Praktis, itu membuat skuad Macan Putih merasakan hattrick kekalahan dalam derby sesame tim Jatim.

Selain itu, kekalahan kemarin sekaligus menjadi bandul pemberat bagi bocah-bocah Kediri ini. Mereka kian terbenam di zona degradasi. Baru mengumpulkan 10 poin, Persik terkunci di peringkat 16 dari 18 tim Liga 1.

Pelatih Persik Javier Roca tak mampu menutupi kekecewaannya pada laga kemarin. Meskipun dia berusaha menutupinya dengan menyebut bahwa timnya secara umum bermain bagus. “Menurut saya ini pertandingan yang aneh,” dalih Javier Roca.

Baca juga: Debut Berantakan Javier Roca

Keanehan tersebut menurut pria asal Chili itu berdasarkan statistik pertandingan. Dari sisi permainan Persik lebih unggul dari Madura United. Anak-anak Kediri menguasai jalannya pertandingan dan menang dalam kesempatan membuat gol. “Secara permainan kami unggul. Tapi, kami kebobolan lagi dari bola mati,” kilahnya.

Pernyataan Roca itu memang ada benarnya. Selama 90 menit, Dany Saputra dkk unggul 57 persen penguasaan bola. Mereka juga mampu menciptakan sembilan peluang. Tiga tendangan di antaranya mengarah ke gawang lawan. Sementara Madura United hanya membuat empat kesempatan dan dua tendangan ke gawang.

Lalu, apa persoalan Persik sebenarnya? Roca mengakui timnya belum belajar dari kesalahan di pertandingan sebelumnya kontra Arema FC. Dia menyebut konsentrasi masih menjadi masalah.

“Saya tidak tahu apakah kita tidak punya kemampuan mengantisipasi bola mati? Dua pertandingan, lima gol dari bola mati. Saya pasti akan evaluasi itu,” janji pelatih 44 tahun ini.

Tidak hanya bola mati yang menjadi sorotan. Kemampuan Persik untuk mengonversi peluang juga dianggap sangat kurang. Di babak kedua, Youssef Ezzejjari berkesempatan membikin gol. Pemain asal Spanyol itu sudah berada di depan gawang. Namun, tendangannya masih bisa dihalau bek Madura United.

“Kami perlu meningkatkan efektivitas. Kami akui permainan kami belum sempurna. Saya minta maaf ke suporter Persik dan berharap mereka bersabar dengan perkembangan tim ini,” ujarnya.

Roca berjanji membawa Persik keluar dari zona degradasi. Posisi Persik Kediri di klasemen sementara Liga 1 memang mengkhawatirkan. Jika tak segera memperbaiki diri, Persik bakal semakin jauh tertinggal dari tim di atasnya.

Sementara Madura United yang meraih tiga poin, peringkatnya naik tiga strip ke posisi 12. Mereka mendulang 14 poin. “Saya berterima kasih kepada pemain belakang yang telah bekerja maksimal,” kata pelatih Madura United Fabio Araujo.

Dalam pertandingan kemarin, set piece benar-benar jadi momok bagi Persik. Tanda-tanda kekalahan di pekan 13 itu sudah terjadi di menit ke-8. Berawal dari passing yang salah di lini belakang, Slamet Nurcahyo akhirnya bisa lepas tanpa kawalan di kotak 12 pas Macan Putih.

Aldo Claudio pun tak punya pilihan lain selain menjatuhkan pemain nomor punggung 10 itu. Wasit Aprisman Aranda tidak ragu menunjuk titik putih untuk Madura United. Beruntung, bek Persik itu tidak diusir dari lapangan. Aldo hanya menerima kartu kuning.

Hugo Gomes alias Jaja sukses menjadi algojo penalti. Tendangan kaki kirinya meluncur deras ke sisi kiri kiper Persik Dikri Yusron. Gelandang asal Brasil itu pula yang menjadi killing the game pertandingan kemarin setelah mencetak gol kedua di menit ke-53. Jaja memanfaatkan tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Persik.

Setelah tertinggal 0-2, Persik berupaya menggempur pertahanan anak-anak Madura. Sayang, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka tak mampu memangkas angka ketertinggalan. (rq/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia