Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Macan Putih Tampil Agresif, Jauhi Zona Degradasi

22 Oktober 2021, 10: 08: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Macan Putih Tampil Agresif, Jauhi Zona Degradasi

SELEBRASI: Pemain Persik meluapkan kegembiraan usai terciptanya gol keempat ke gawang Persipura tadi malam. (Anwar Basalamah - radar kediri)

Share this      

MAGELANG, JP Radar Kediri – Akhirnya, Persik menyudahi tren buruk di Liga 1. Tampil dengan sangat agresif skuad Macan Putih melumat Persipura Jayapura dengan skor meyakinkan, 4-2. Sekaligus membawa mereka melepaskan diri dari zona degradasi untuk sementara waktu.

Kebangkitan Macan Putih terjadi setelah ada perubahan formasi pemain oleh pelatih karteker Alfiat. Hasilnya, Dany Saputra dkk mampu tampil dengan determinasi tinggi. Jauh dari kesan monoton seperti yang terlihat di pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Hujan gol sudah terjadi di babak pertama. Gol pembuka diciptakan Youssef Ezzejjari di menit ke-21. Dilanjutkan oleh Faris Aditama (39'), serta gol bunuh diri pemain Persipura Matsunaga (42').

Baca juga: Alfiat Akan Pimpin Persik di Pekan Ketujuh

Namun, Persik sempat dikejutkan dengan lahirnya gol pertama tim lawan pada menit ke-15. Gol yang dicetak oleh Todd Ferre itu sempat membuat terkejut para penggawa Persik. Untung, mereka segera bangkit dan membalikkan keadaan.

Sebelum turun minum itu penampilan agresif Persik terlihat dari banyaknya tendangan yang dilakukan. Tercata tujuh kali pemain Macan Putih melakukan upaya itu. Dua di antaranya mengarah ke gawang dan berbuah gol.

Di awal babak kedua, determinasi Persik mulai mengendur. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh para pemain Mutiara Hitam. Mereka ganti mengambil inisiatif menyerang dan mengendalikan permainan. Hasilnya adalah bobolnya gawang Persik untuk kedua kalinya. Namun, gol itu bukan dicetak para pemain Persipura. Melainkan karena gol bunuh diri pemain belakang Vava Mario Yagalo pada menit ke-62.

Dalam posisi 2-3 itu Persipura kian berambisi menyamakan kedudukan. Tensi pertandingan pun meninggi. Beruntung, Youssef kembali garang. Striker asal Spanyol itu mencetak brace di menit ke-88. Memanfaatkan umpan Dionatan Machado. Gol itu menjadi yang keenam bagi Youssef di Liga 1.

Alfiat memuji penampilan anak asuhnya. Pelatih asal Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri ini menyebut pemainnya bermain sangat baik. Mereka mampu menerjemahkan skema 4-3-3 yang diterapkan sejak menit pertama.

"Anak-anak bermain sangat disiplin sekali. Saya harus mengapresiasi penampilan mereka," pujinya.

Meski demikian, Alfiat tetap memberikan catatan. Terutama terciptanya dua gol dari Persipura. "Itu yang akan kami perbaiki ke depannya," ujar pelatih yang membawa Persik juara Liga 3 2018 ini.

Di babak kedua, kata Alfiat, timnya memang mulai mengendurkan serangan. Apalagi setelah Ahmad Agung ditarik keluar karena cedera. Selain itu, Persik juga kehilangan Bayu Otto karena alasan yang sama.

Karena jarak pertandingan melawan Persela hanya 4 hari, Alfiat mengungkapkan akan memfokuskan pemulihan kondisi pemain dalam dua hari ke depan.

Dany Saputra, kapten Persik mengatakan kemenangan tersebut mengangkat moral rekan-rekannya. Sebab, Persik mulai menjauh dari zona degradasi. "Alhamdulillah kami menang. Sekarang bisa naik ke papan tengah," ucap Dany.

Sementara, Pelatih Persipura Jacksen F. Tiago mengakui keunggulan Persik. Dia ingin timnya segera bangkit dan mampu berada di jalur kemenangan. "Kami akan evaluasi semua. Ini kekalahan tim. Bukan kesalahan individu," kata pelatih asal Brasil ini. (baz/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia