Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Persik Amburadul di Babak Pertama

18 Oktober 2021, 09: 43: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

Persik Amburadul di Babak Pertama

SULIT MENEMBUS: Striker Persik Youssef Ezzejjari berusaha melewati ketatnya pertahanan PSIS Semarang kemarin.   (Riana - Jawa Pos)

Share this      

SOLO, JP Radar Kediri – Kebobolan tiga gol dalam 45 menit pertama. Apa yang menjadi dalih kubu Macan Putih terkait fakta yang tersaji dalam pertandingan kemarin sore di Stadion Manahan? Mental yang jatuh. Itulah jawaban dari pelatih karteker Alfiat usai timnya kalah dengan jumlah gol yang sama itu dari PSIS Semarang.

Mengapa mental pemain bisa jatuh? Alfiat kemudian menunjuk soal gol pertama. Gol itu terjadi pada menit ke-21. Dan itulah yang membuat mental pemain Persik down.

“Bisa dibilang kami kecolongan di menit-menit awal,” kilah Alfiat.

Baca juga: Masa Jeda, Para Pemain Persik Manfaatkan untuk Pemulihan Fisik

Secara jujur, pelatih yang mengambil alih kemudi tim sejak Joko ‘Gethuk’ Susilo diberhentikan itu  mengakui bila timnya bermain kurang disiplin. Terutama di babak pertama itu.

Alfiat kemudian memang melakukan perbaikan usai jeda turun minum. Beberapa perubahan dia lakukan. Paling mendasar adalah mengubah skema main dari 3-4-1-2 menjadi 4-3-3. Pemain naturalisasi OK John ditarik keluar. Diganti oleh Antonio Putro Nugroho. Pelatih yang membawa Persik juara Liga 3 pada 2018 itu juga memasukkan Yusuf Meilana. Menggeser posisi Yudha Febria di fullback kiri.

Perubahan itu, sebenarnya, tergolong berhasil. Serangan Persik menjadi lebih tajam. Arthur Felix Silva dkk mampu menciptakan peluang. Seperti yang diperoleh Youssef Ezzejjari dan Septian Satria Bagaskara. Sayang, perubahan itu hanya positif dari sisi performa. Persik ternyata tak mampu menjebol gawang lawan hingga peluit akhir berbunyi.

Secara statistik, Persik unggul penguasaan bola sampai 65 persen. Mereka juga membuat 13 tembakan. Sayang, hanya tiga tendangan yang mengarah ke gawang. "Dengan mengubah sistem menjadi 4-3-3 membuat permainan kami lebih hidup. Tapi tidak mudah membalikkan keadaan setelah tertinggal 3 gol di babak pertama," dalih Alfiat.

Meskipun demikian, Alfiat melihat prospek timnya ke depan. Setidaknya bila berkaca pada penampilan di babak kedua kemarin. Karena itulah dia merencanakan untuk mengubah skema main.

Selain faktor mental, yang juga dijadikan alasan adalah absennya beberapa pemain pilar. Seperti Dany Saputra yang masih dibekap cedera ringan. Cedera di betis itu diderita sebelum bertolak ke Solo.

Dari kubu lawan, pelatih PSIS Ian Andrew Gillan merasa bangga dengan pemainnya yang bermain sangat baik. Dia menyebut mayoritas pemainnya masih berusia muda dan enerjik. "Kami membawa hasil yang baik setelah latihan seminggu terakhir. Kami senang," kata pelatih asal Australia itu.

Dalam pertandingan kemarin, semua gol tercipta di babak pertama. Pada paruh pertama itu skuad Macan Putih bermain sangat monoton. Upaya menembus pertahanan lawan tak membuahkan hasil.

Sebaliknya, tim Mahesa Jenar mampu memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan. Gol pertama PSIS dilesakkan Andreas Crismanto di menit ke-21 lewat sundulan kepala setelah menerima umpan sepak pojok.

Septian David Maulana memperbesar keunggulan di menit ke-32. Sementara gol ketiga PSIS diciptakan melalui aksi individu Fredyan Wahyu di menit ke-43 dari sisi kiri pertahanan Persik. (baz/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia