25.5 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Energi Dobel dari Persikmania

KOTA, JP Radar Kediri – Liga 1 2022/2023 memang belum bergulir. Namun Persik Kediri sudah mulai mempersiapkan hal-hal detail. Bukan hanya faktor teknis atau strategi di lapangan, tetapi juga berbagai faktor di luar itu. Salah satunya dukungan suporter.

Dengan kompetisi yang kabarnya akan menggunakan format liga home-away dan berakhirnya pandemi, Persik tampaknya bisa mendapat dukungan langsung Persikmania. “Ini yang musim lalu hilang,” ujar Javier Roca, pelatih Persik Kediri.

Menurut Roca, dukungan Persikmania memang menjadi faktor yang akan mempengaruhi pertandingan. “Pemain akan mendapat tekanan. Ini penting untuk memotivasi mereka,” ujarnya.

Pelatih asal Cile ini mengatakan, di musim lalu, dengan format kompetisi yang berbeda dan adanya pandemi, dukungan suporter di lapangan, nyaris tak dirasakan pemain. Sehingga di musim ini, kebiasaan menghadapi tekanan itu harus dikembalikan. Renan Silva dkk harus terbiasa menerima pressure dari tribun penonton. “Kalau dari dalam, dari saya, tim pelatih, manajemen kan sudah. Tapi tekanan dari suporter harus dibiasakan lagi,” ungkap pelatih berusia 44 tahun ini.

Baca Juga :  Tak Ingin Rugi Terus, Para Petani di Sambirejo Beralih ke Mina Padi

Makanya, Roca berharap saat pertandingan pre season ini dapat disaksikan langsung oleh Persikmania. Demikian pula dengan sejumlah latihan tim yang akan digelar secara terbuka.

Lalu seberapa besar a tekanan suporter berpengaruh pada performa pemain saat pertandingan? Roca mengatakan sebenarnya pemain dilatih untuk menghadapi tekanan sebesar apapun. Termasuk dari suporter. Karenanya, tidak ada alasan performa pemain ditentukan oleh faktor di luar diri mereka sendiri.

Namun begitu, dukungan suporter menurut Roca jelas memberikan dampak luar biasa. Euforia yang ditunjukkan suporter di lapangan akan menular ke pemain. “Dukungan mereka akan menjadi energi dobel bagi pemain. Apalagi jika tim hilang kendali,” tandasnya.
Persikmania sendiri sejatinya merupakan suporter yang sangat fanatik dan atraktif. Dukungan tetap mereka tunjukkan bagi perjuangan skuad Macan Putih, bahkan ketika pertandingan harus digelar tanpa penonton. Mereka kerap mengawal tim dari dan menuju mes seusai latihan atau pertandingan.

Baca Juga :  Pelatih Persik Roca Berharap Empat Pemainnya Segera Bergabung Latihan

Di lapangan, mereka juga menunjukkan loyaltas penuh selama pertandingan. Mulai dari mengibarkan panji-panji kebesaran Macan Putih hingga bernyanyi dan meneriakkan yel-yel sepanjang 90 menit. (syi/die)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Liga 1 2022/2023 memang belum bergulir. Namun Persik Kediri sudah mulai mempersiapkan hal-hal detail. Bukan hanya faktor teknis atau strategi di lapangan, tetapi juga berbagai faktor di luar itu. Salah satunya dukungan suporter.

Dengan kompetisi yang kabarnya akan menggunakan format liga home-away dan berakhirnya pandemi, Persik tampaknya bisa mendapat dukungan langsung Persikmania. “Ini yang musim lalu hilang,” ujar Javier Roca, pelatih Persik Kediri.

Menurut Roca, dukungan Persikmania memang menjadi faktor yang akan mempengaruhi pertandingan. “Pemain akan mendapat tekanan. Ini penting untuk memotivasi mereka,” ujarnya.

Pelatih asal Cile ini mengatakan, di musim lalu, dengan format kompetisi yang berbeda dan adanya pandemi, dukungan suporter di lapangan, nyaris tak dirasakan pemain. Sehingga di musim ini, kebiasaan menghadapi tekanan itu harus dikembalikan. Renan Silva dkk harus terbiasa menerima pressure dari tribun penonton. “Kalau dari dalam, dari saya, tim pelatih, manajemen kan sudah. Tapi tekanan dari suporter harus dibiasakan lagi,” ungkap pelatih berusia 44 tahun ini.

Baca Juga :  Tergelincir di Stadion Ahmad Yani

Makanya, Roca berharap saat pertandingan pre season ini dapat disaksikan langsung oleh Persikmania. Demikian pula dengan sejumlah latihan tim yang akan digelar secara terbuka.

Lalu seberapa besar a tekanan suporter berpengaruh pada performa pemain saat pertandingan? Roca mengatakan sebenarnya pemain dilatih untuk menghadapi tekanan sebesar apapun. Termasuk dari suporter. Karenanya, tidak ada alasan performa pemain ditentukan oleh faktor di luar diri mereka sendiri.

Namun begitu, dukungan suporter menurut Roca jelas memberikan dampak luar biasa. Euforia yang ditunjukkan suporter di lapangan akan menular ke pemain. “Dukungan mereka akan menjadi energi dobel bagi pemain. Apalagi jika tim hilang kendali,” tandasnya.
Persikmania sendiri sejatinya merupakan suporter yang sangat fanatik dan atraktif. Dukungan tetap mereka tunjukkan bagi perjuangan skuad Macan Putih, bahkan ketika pertandingan harus digelar tanpa penonton. Mereka kerap mengawal tim dari dan menuju mes seusai latihan atau pertandingan.

Baca Juga :  PUPR Kabupaten Kediri Mulai Mengukur Jalan Banyakan-Bolawen

Di lapangan, mereka juga menunjukkan loyaltas penuh selama pertandingan. Mulai dari mengibarkan panji-panji kebesaran Macan Putih hingga bernyanyi dan meneriakkan yel-yel sepanjang 90 menit. (syi/die)

Previous articleUAS dan Stigma
Next articleCinta Kedaluwarsa

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/