25 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Isi Jeda, Persik Kediri TC di Jakarta

- Advertisement -

JAKARTA, JP Radar Kediri – Jeda kompetisi selama sepuluh hari tak membuat pemain Persik bisa berleha-leha. Sebaliknya, penggawa Macan Putih digenjot dalam training center (TC) di Jakarta. Mereka akan berlatih di Senayan hingga waktunya bertolak ke Banjarmasin untuk menghadapi Barito Putra (29/9).

Seriusnya persiapan terlihat dari tidak ada waktu istirahat bagi pemain. Meskipun baru tiba pagi kemarin, sore harinya sudah berkutat dengan latihan. “Saya istirahatkan pagi, sore latihan lagi,” kata pelatih Divaldo Alves.

Menurut keterangan Alves, kondisi para pemainnya sedang tidak bagus. Terutama dari sisi psikis. Hampir semua dirundung kecewa karena belum mampu memberi kemenangan bagi tim. Mereka masih tertekan secara mental.

Baca Juga :  Rekrutmen Direktur dan Dewas BPR di Kota Kediri Gagal

“Jika ditanya kondisi, saya merasa semua pemain pasti sedih. Tim ini sangat ingin meraih hasil positif. Mereka telah berusaha semaksimal mungkin. Namun inilah sepak bola, tidak ada yang bisa diprediksi dari setiap pertandingan,” kilah Alves.

- Advertisement -

Pelatih berpaspor Portugal itu mengatakan bahwa ia ingin membawa perubahan. Setelah libur dua hari sejak Sabtu (17/8) malam usai melawan Arema, para pemain diistirahatkan sementara. Alves ingin semua melakukan evaluasi. Dan juga mengharapkan perbaikan dari seluruh aspek kekurangan dari tim.

Menurutnya, para pemain harus fokus dan tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun yang dapat merugikan tim saat pertandingan.  Menurutnya, dalam tiga pertandingan terakhirnya, Persik bisa mendominasi permainan. Namun, apa daya, tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga :  Persik Coba Agil Munawar

Ketiga pertandingan itu adalah dua kali kandang, saat menjamu PSM Makassar dan Arema, lalu away ke Pakansari, Kabupaten Bogor melawan RANS FC. “Kalau lawan Arema dan RANS, seharusnya bisa tiga poin. Saya pribadi lihat lawan PSM pada babak pertama mereka dapat kartu merah harusnya bisa menang, tapi seri pun juga bagus,” ujar Pradipta Yoga, salah seorang suporter Persik dari Mojoroto.

Sayangnya, dari tiga pertandingan itu Persik hanya engantongi dua poin. Dua kali imbang, yaitu melawan PSM dan RANS, dan kalah di kandang melawan Arema.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

JAKARTA, JP Radar Kediri – Jeda kompetisi selama sepuluh hari tak membuat pemain Persik bisa berleha-leha. Sebaliknya, penggawa Macan Putih digenjot dalam training center (TC) di Jakarta. Mereka akan berlatih di Senayan hingga waktunya bertolak ke Banjarmasin untuk menghadapi Barito Putra (29/9).

Seriusnya persiapan terlihat dari tidak ada waktu istirahat bagi pemain. Meskipun baru tiba pagi kemarin, sore harinya sudah berkutat dengan latihan. “Saya istirahatkan pagi, sore latihan lagi,” kata pelatih Divaldo Alves.

Menurut keterangan Alves, kondisi para pemainnya sedang tidak bagus. Terutama dari sisi psikis. Hampir semua dirundung kecewa karena belum mampu memberi kemenangan bagi tim. Mereka masih tertekan secara mental.

Baca Juga :  Dua ‘Kuliner Impor’ di Kediri yang Kelezatannya Menggugah Selera

“Jika ditanya kondisi, saya merasa semua pemain pasti sedih. Tim ini sangat ingin meraih hasil positif. Mereka telah berusaha semaksimal mungkin. Namun inilah sepak bola, tidak ada yang bisa diprediksi dari setiap pertandingan,” kilah Alves.

Pelatih berpaspor Portugal itu mengatakan bahwa ia ingin membawa perubahan. Setelah libur dua hari sejak Sabtu (17/8) malam usai melawan Arema, para pemain diistirahatkan sementara. Alves ingin semua melakukan evaluasi. Dan juga mengharapkan perbaikan dari seluruh aspek kekurangan dari tim.

Menurutnya, para pemain harus fokus dan tidak boleh ada kesalahan sekecil apapun yang dapat merugikan tim saat pertandingan.  Menurutnya, dalam tiga pertandingan terakhirnya, Persik bisa mendominasi permainan. Namun, apa daya, tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga :  Sega Pecel Rasa Miras

Ketiga pertandingan itu adalah dua kali kandang, saat menjamu PSM Makassar dan Arema, lalu away ke Pakansari, Kabupaten Bogor melawan RANS FC. “Kalau lawan Arema dan RANS, seharusnya bisa tiga poin. Saya pribadi lihat lawan PSM pada babak pertama mereka dapat kartu merah harusnya bisa menang, tapi seri pun juga bagus,” ujar Pradipta Yoga, salah seorang suporter Persik dari Mojoroto.

Sayangnya, dari tiga pertandingan itu Persik hanya engantongi dua poin. Dua kali imbang, yaitu melawan PSM dan RANS, dan kalah di kandang melawan Arema.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/