23.3 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Riyatno Abiyoso, Sayap Muda Persik Kediri

Abi, begitu dia biasa disapa. Usianya masih muda. Pengalamannya di sepak bola profesional juga masih sangat sedikit. Namun, pemuda kelahiran Purworejo, 18 Januari 1999 tampil percaya diri begitu diberi kesempatan. Termasuk ketika coach Roca memainkannya dalam turnamen pra musim Piala Presiden pekan lalu.

Gayanya agresif. Gocekannya yahud. Bahkan saat menghadapi bek-bek asing lawan yang bertubuh tinggi-besar, pemain berpostur mungil ini seperti tak mengenal rasa takut.

Beberapa peluang berbahaya Persik kerap datang dari akselerasi dan tendangan kerasnya. Terutama dari kaki kiri yang jadi kaki terkuatnya. Pemilik nama lengkap Riyatno Abiyoso ini benar-benar menjadi harapan baru Persikmania. “Saya tampil lepas saja. Beri yang terbaik,” ujarnya.

Abi mengaku bergabung dengan klub dengan sejarah besar seperti Persik tentu menjadi tantangan tersendiri. Dia ingin tampil maksimal ketika pelatih memberinya kesempatan. Apakah itu bermain sejak menit pertama atau sebagai pengganti,

Baca Juga :  Penlok Turun Akhir Mei

Persik adalah klub profesional kedua Abi. Sebelum ini, sepanjang 2018-2021, pemain yang mengidolakan Boaz Solossa dan  Lionel Messi ini menjadi penggawa Persela Lamongan. Dari bergabung dengan skuad junior hingga kemudian ditarik ke tim senior pada tahun 2019.

Awalnya, Abi mengaku kurang tertarik menekuni sepak bola. Memang, sejak kecil dia menjadi penggemar bola dan sempat mengikuti turnamen usia muda. Namun untuk terjun secara profesional, Abi mengaku harus berpikir seribu kali.

Apalagi, saat itu saudara-saudaranya menyarankannya untuk tak serius di bola. “Sebenarnya waktu SMP sempat nyeplos, ingin masuk TV seperti pemain bola. Tapi ya gitu, bulik dan saudara yang lain malah pengennya saya masuk tentara,” beber pemain bernomor punggung 22 ini.

Baca Juga :  Bupati Kabupaten Kediri Dorong ASN Terus Belajar di Panji CorpU

Karenanya, ketika akhirnya lulus SMK dari jurusan teknik mesin tahun 2017 lalu, Abi langsung melamar pekerjaan ke pabrik di Cikarang, Bekasi. Pikirnya, daripada bermain bola yang belum jelas masa depannya, dia ingin langsung kerja agar bisa mandiri. Dia tidak ingin merepotkan ibunya yang selama ini membiayainya dengan bekerja sebagai TKW di luar negeri. “Sempat keterima,” ungkapnya.

Namun nasib memutuskan lain. Saat itu, ada coach Nanda, pelatihnya di akademi sepak bola yang mengajaknya untuk mencoba peruntungan di Persekap Kapuas. Meski sedikit berat hati, Abi lalu mencobanya.

Sejak saat itu, dia pun keterusan untuk menjajal sepak bola secara serius. Apalagi kini sudah merambah dunia profesional.“Kata coach satu atau dua tiga tahun dulu. Dicoba. Akhirnya keterusan sampai sekarang,” pungkasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

Abi, begitu dia biasa disapa. Usianya masih muda. Pengalamannya di sepak bola profesional juga masih sangat sedikit. Namun, pemuda kelahiran Purworejo, 18 Januari 1999 tampil percaya diri begitu diberi kesempatan. Termasuk ketika coach Roca memainkannya dalam turnamen pra musim Piala Presiden pekan lalu.

Gayanya agresif. Gocekannya yahud. Bahkan saat menghadapi bek-bek asing lawan yang bertubuh tinggi-besar, pemain berpostur mungil ini seperti tak mengenal rasa takut.

Beberapa peluang berbahaya Persik kerap datang dari akselerasi dan tendangan kerasnya. Terutama dari kaki kiri yang jadi kaki terkuatnya. Pemilik nama lengkap Riyatno Abiyoso ini benar-benar menjadi harapan baru Persikmania. “Saya tampil lepas saja. Beri yang terbaik,” ujarnya.

Abi mengaku bergabung dengan klub dengan sejarah besar seperti Persik tentu menjadi tantangan tersendiri. Dia ingin tampil maksimal ketika pelatih memberinya kesempatan. Apakah itu bermain sejak menit pertama atau sebagai pengganti,

Baca Juga :  Pulang, Ante Bakmaz Karantina di Australia

Persik adalah klub profesional kedua Abi. Sebelum ini, sepanjang 2018-2021, pemain yang mengidolakan Boaz Solossa dan  Lionel Messi ini menjadi penggawa Persela Lamongan. Dari bergabung dengan skuad junior hingga kemudian ditarik ke tim senior pada tahun 2019.

Awalnya, Abi mengaku kurang tertarik menekuni sepak bola. Memang, sejak kecil dia menjadi penggemar bola dan sempat mengikuti turnamen usia muda. Namun untuk terjun secara profesional, Abi mengaku harus berpikir seribu kali.

Apalagi, saat itu saudara-saudaranya menyarankannya untuk tak serius di bola. “Sebenarnya waktu SMP sempat nyeplos, ingin masuk TV seperti pemain bola. Tapi ya gitu, bulik dan saudara yang lain malah pengennya saya masuk tentara,” beber pemain bernomor punggung 22 ini.

Baca Juga :  Hari Ini di Kota Angin PTM 100 Persen

Karenanya, ketika akhirnya lulus SMK dari jurusan teknik mesin tahun 2017 lalu, Abi langsung melamar pekerjaan ke pabrik di Cikarang, Bekasi. Pikirnya, daripada bermain bola yang belum jelas masa depannya, dia ingin langsung kerja agar bisa mandiri. Dia tidak ingin merepotkan ibunya yang selama ini membiayainya dengan bekerja sebagai TKW di luar negeri. “Sempat keterima,” ungkapnya.

Namun nasib memutuskan lain. Saat itu, ada coach Nanda, pelatihnya di akademi sepak bola yang mengajaknya untuk mencoba peruntungan di Persekap Kapuas. Meski sedikit berat hati, Abi lalu mencobanya.

Sejak saat itu, dia pun keterusan untuk menjajal sepak bola secara serius. Apalagi kini sudah merambah dunia profesional.“Kata coach satu atau dua tiga tahun dulu. Dicoba. Akhirnya keterusan sampai sekarang,” pungkasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/