23.9 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Roca Evaluasi Kinerja Pemain Jelang Liga 1

KOTA, JP Radar Kediri – Berapa jumlah gol yang dicetak Persik Kediri di fase grup Piala Presiden? Jawabannya hanya satu. Sebiji gol yang diarangkan ke gawang Persikabo 1973 itu gagal membawa Arthur Felix dkk melangkah ke babak selanjutnya. Seretnya keran gol Persik ini akibat lemahnya penyelesaian akhir (finishing) pemain. Hal ini menjadi perhatian serius coach Javier Roca. “Soal finishing memang menjadi evaluasi kami,” ujarnya.

Menurut Roca, sejatinya kerja sama tim mulai meningkat. Skema yang dia usung pun berjalan. Aliran bola dari lini ke lini berjalan lancar. Buktinya, banyak kreasi peluang yang dihasilkan dari tiga pertandingan Persik. Mulai dari saat melawan Persikabo 1973 (12/6) dan Arema FC (15/6). Hingga ketika bersua PSM Makassar, Minggu lalu (19/6).

Hanya saja, menurut Roca pemain kurang tenang saat menerima end passing dan mengonversinya menjadi gol. Joanderson dan Muhammad Ridwan yang dipasang sebagai ujung tombak belum maksimal. Sementara dukungan dari lini kedua juga masih buntu.“Harus lebih efektif di depan gawang,” ungkap pelatih asal Cile ini.

Baca Juga :  Peluang bagi Tedi Heri

Tentu, lanjut Roca, hal ini juga harus diimbangi dengan penguasaan bola (ball possession) yang meningkat. Tim harus berani mengontrol pertandingan sehingga bisa menciptakan situasi berbahaya bagi lawan.

Dia juga meminta evaluasi permainan musim lalu menjadi barometer bagaimana tim bisa bekerja. Dimana, bukan hanya striker, tugas mencetak gol juga menjadi bagian dari tugas tim secara keseluruhan. “Jangan sampai seperti musim lalu. Banyak peluang, tapi hanya satu pemain yang banyak bikin gol,” bebernya.

Dalam hal ini, Roca merujuk pada jumlah gol Persik di Liga 1 2021/2022. Saat itu, dari 33 gol yang dicetak skuad ungu-ungu, 19 gol adalah sumbangsih penyerang mereka, Youssef Ezzejjari. Artinya, sekitar 57 persen gol adalah kontribusi satu striker yang kini sudah pindah haluan ke klub lain.

Baca Juga :  Aghnia Zamzami, Karateka yang Berjaya di Kancah Internasional

Namun, meski masih pusing dengan urusan finishing, Roca mengapresiasi kerja lini pertahanan. Menurutnya, sepanjang turnamen pra musim ini, lini pertahanan Macan Putih bekerja sangat keras dan menunjukkan performa yang memuaskan. Buktinya tidak ada gol yang tercipta saat open play. “Saya tidak hitung yang satu, karena penalti. Bukan di dalam permainan,” ungkapnya.

Satu gol yang dimaksud Roca adalah gol yang diceploskan Irsyad Maulana, pemain Arema FC melalui titik putih. Gol tersebut sempat dianggap kontroversial karena pelanggaran terlihat dilakukan di luar kotak penalti. Meski kemudian wasit memutuskan lain.

Roca mengatakan dengan gawang yang tak tertembus selama permainan, artinya kinerja barisan defensifnya sudah optimal. Meski ke depan, tidak boleh lagi ada kesalahan sekecil apapun, sehingga kemenangan demi kemenangan bisa diraih. “Untuk Liga 1 harus lebih baik,” tandasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Berapa jumlah gol yang dicetak Persik Kediri di fase grup Piala Presiden? Jawabannya hanya satu. Sebiji gol yang diarangkan ke gawang Persikabo 1973 itu gagal membawa Arthur Felix dkk melangkah ke babak selanjutnya. Seretnya keran gol Persik ini akibat lemahnya penyelesaian akhir (finishing) pemain. Hal ini menjadi perhatian serius coach Javier Roca. “Soal finishing memang menjadi evaluasi kami,” ujarnya.

Menurut Roca, sejatinya kerja sama tim mulai meningkat. Skema yang dia usung pun berjalan. Aliran bola dari lini ke lini berjalan lancar. Buktinya, banyak kreasi peluang yang dihasilkan dari tiga pertandingan Persik. Mulai dari saat melawan Persikabo 1973 (12/6) dan Arema FC (15/6). Hingga ketika bersua PSM Makassar, Minggu lalu (19/6).

Hanya saja, menurut Roca pemain kurang tenang saat menerima end passing dan mengonversinya menjadi gol. Joanderson dan Muhammad Ridwan yang dipasang sebagai ujung tombak belum maksimal. Sementara dukungan dari lini kedua juga masih buntu.“Harus lebih efektif di depan gawang,” ungkap pelatih asal Cile ini.

Baca Juga :  Bawa Kabur Motor Warga asal Jombang Dituntut Satu Tahun Penjara

Tentu, lanjut Roca, hal ini juga harus diimbangi dengan penguasaan bola (ball possession) yang meningkat. Tim harus berani mengontrol pertandingan sehingga bisa menciptakan situasi berbahaya bagi lawan.

Dia juga meminta evaluasi permainan musim lalu menjadi barometer bagaimana tim bisa bekerja. Dimana, bukan hanya striker, tugas mencetak gol juga menjadi bagian dari tugas tim secara keseluruhan. “Jangan sampai seperti musim lalu. Banyak peluang, tapi hanya satu pemain yang banyak bikin gol,” bebernya.

Dalam hal ini, Roca merujuk pada jumlah gol Persik di Liga 1 2021/2022. Saat itu, dari 33 gol yang dicetak skuad ungu-ungu, 19 gol adalah sumbangsih penyerang mereka, Youssef Ezzejjari. Artinya, sekitar 57 persen gol adalah kontribusi satu striker yang kini sudah pindah haluan ke klub lain.

Baca Juga :  Warga di Kota Kediri Lebih Suka Terima Bansos Berupa Uang Tunai 

Namun, meski masih pusing dengan urusan finishing, Roca mengapresiasi kerja lini pertahanan. Menurutnya, sepanjang turnamen pra musim ini, lini pertahanan Macan Putih bekerja sangat keras dan menunjukkan performa yang memuaskan. Buktinya tidak ada gol yang tercipta saat open play. “Saya tidak hitung yang satu, karena penalti. Bukan di dalam permainan,” ungkapnya.

Satu gol yang dimaksud Roca adalah gol yang diceploskan Irsyad Maulana, pemain Arema FC melalui titik putih. Gol tersebut sempat dianggap kontroversial karena pelanggaran terlihat dilakukan di luar kotak penalti. Meski kemudian wasit memutuskan lain.

Roca mengatakan dengan gawang yang tak tertembus selama permainan, artinya kinerja barisan defensifnya sudah optimal. Meski ke depan, tidak boleh lagi ada kesalahan sekecil apapun, sehingga kemenangan demi kemenangan bisa diraih. “Untuk Liga 1 harus lebih baik,” tandasnya.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/