25 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Manajemen Persik Kediri Diminta Cari Pemukul Suporter

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kasus pemukulan suporter oleh seseorang ketika pertandingan Persik melawan Arema (17/9) berbuntut. Empat organisasi profesi jurnalis mendesak agar manajemen Persik segera mencari sang pelaku. Sebab, para jurnalis merasa informasi yang berkembang menyudutkan mereka.

Para jurnalis Kediri juga merasa keberatan dengan pernyataan media officer (MO) dan panpel Persik. Yang menyebut pelaku pemukulan adalah oknum media.

Ketua AJI Kediri Danu Sukendro  menyatakan sikap wartawan Kediri muncul setelah ada pernyataan dari MO dan Panpel yang menyudutkan awak media. Karena ketika dilihat dari bukti video, tidak ada yang mengenal orang yang memukul Aremania yang diamankan oleh TNI.

“Kami koordinasikan dengan teman-teman yang ada di lapangan, jelas pelakunya bukan jurnalis yang ada di Kediri. Teman-teman di lapangan tidak ada yang mengenal. Kami menyampaikan bahwa pelakunya bukan jurnalis Kediri, itu perlu digarisbawahi,” kata Danu.

Empat organisasi profesi jurnalis dan wartawan di Kediri menyatakan keberatan atas pernyataan Media Officer (MO), dan Panpel Persik Kediri, kemarin. Ada kata yang terkesan menyudutkan wartawan karena terus berembus kabar bahwa pelaku pemukulan adalah seorang wartawan Kediri.

Baca Juga :  Striker Persik Youssef Ezzejjari: Berapa Jumlah Masjid di Kediri?
- Advertisement -

Jika dilihat dari video yang beredar di dunia maya, ada seorang lelaki yang mengenakan jaket atau hoodie hitam dan mengenakan rompi merah muda dengan tulisan berwarna putih. Rompi itu memang biasa digunakan oleh fotografer. Yang mendapat izin langsung oleh MO dan panpel.

Dari video tersebut, orang yang diduga berjenis kelamin lelaki (karena tidak jelas menutupi diri dengan masker dan hoodie hitam) masih dicari oleh manajemen. Bahkan empat organisasi profesi jurnalis Kediri juga meminta kasus ini segera diselesaikan dalam kurun waktu 1×24 jam.

Didampingi tiga organisasi lain, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, Ikatan Jurnalis Indonesia (IJTI) Kediri, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI), mereka mendatangi kantor Persik untuk meminta pengusutan kasus.

Baca Juga :  Bek Kiri Persik Arif Setiawan: Pilih Lokasi Ini untuk Melepas Penat

Ia juga menambahkan bahwa kekhawatiran ini bisa berdampak sangat besar bagi pewarta di Kediri. Danu mengatakan pihaknya harus mengedepankan kredibilitas jurnalis di Kediri. Karena aksi kekerasan itu tidak bisa ditolerir. Lalu berdampak bagi keamanan dari jurnalis. Yang bisa memunculkan permasalahan baru ketika mereka melakukan peliputan baik di Kediri ataupun di Malang.

Media Officer Persik Haryanto mengatakan permohonan maafnya karena mengeluarkan press release pada Minggu (18/9) malam kemarin. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas hal tidak tepat disampaikan, yaitu tentang pernyataan oknum media (sebagai pelaku pemukulan) di laga Persik Kediri kontra Arema FC kemarin. Kami juga sudah menghadiri dialog dengan organisasi jurnalis Kediri. Kami akan mulai mencari (siapa pelakunya) hari ini (kemarin, Red),” jelasnya.

Ia bersama panpel akan melakukan pengusutan siapa pelaku pemukulan itu. Selain tak terpuji, hal itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kasus pemukulan suporter oleh seseorang ketika pertandingan Persik melawan Arema (17/9) berbuntut. Empat organisasi profesi jurnalis mendesak agar manajemen Persik segera mencari sang pelaku. Sebab, para jurnalis merasa informasi yang berkembang menyudutkan mereka.

Para jurnalis Kediri juga merasa keberatan dengan pernyataan media officer (MO) dan panpel Persik. Yang menyebut pelaku pemukulan adalah oknum media.

Ketua AJI Kediri Danu Sukendro  menyatakan sikap wartawan Kediri muncul setelah ada pernyataan dari MO dan Panpel yang menyudutkan awak media. Karena ketika dilihat dari bukti video, tidak ada yang mengenal orang yang memukul Aremania yang diamankan oleh TNI.

“Kami koordinasikan dengan teman-teman yang ada di lapangan, jelas pelakunya bukan jurnalis yang ada di Kediri. Teman-teman di lapangan tidak ada yang mengenal. Kami menyampaikan bahwa pelakunya bukan jurnalis Kediri, itu perlu digarisbawahi,” kata Danu.

Empat organisasi profesi jurnalis dan wartawan di Kediri menyatakan keberatan atas pernyataan Media Officer (MO), dan Panpel Persik Kediri, kemarin. Ada kata yang terkesan menyudutkan wartawan karena terus berembus kabar bahwa pelaku pemukulan adalah seorang wartawan Kediri.

Baca Juga :  JNK Beber Data Tanah Wakaf dan Bengkok Terdampak Tol Kediri-Kertosono

Jika dilihat dari video yang beredar di dunia maya, ada seorang lelaki yang mengenakan jaket atau hoodie hitam dan mengenakan rompi merah muda dengan tulisan berwarna putih. Rompi itu memang biasa digunakan oleh fotografer. Yang mendapat izin langsung oleh MO dan panpel.

Dari video tersebut, orang yang diduga berjenis kelamin lelaki (karena tidak jelas menutupi diri dengan masker dan hoodie hitam) masih dicari oleh manajemen. Bahkan empat organisasi profesi jurnalis Kediri juga meminta kasus ini segera diselesaikan dalam kurun waktu 1×24 jam.

Didampingi tiga organisasi lain, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kediri, Ikatan Jurnalis Indonesia (IJTI) Kediri, dan Pewarta Foto Indonesia (PFI), mereka mendatangi kantor Persik untuk meminta pengusutan kasus.

Baca Juga :  Siswa Kelas 3 SD asal Purwoasri Tewas Tenggelam 

Ia juga menambahkan bahwa kekhawatiran ini bisa berdampak sangat besar bagi pewarta di Kediri. Danu mengatakan pihaknya harus mengedepankan kredibilitas jurnalis di Kediri. Karena aksi kekerasan itu tidak bisa ditolerir. Lalu berdampak bagi keamanan dari jurnalis. Yang bisa memunculkan permasalahan baru ketika mereka melakukan peliputan baik di Kediri ataupun di Malang.

Media Officer Persik Haryanto mengatakan permohonan maafnya karena mengeluarkan press release pada Minggu (18/9) malam kemarin. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas hal tidak tepat disampaikan, yaitu tentang pernyataan oknum media (sebagai pelaku pemukulan) di laga Persik Kediri kontra Arema FC kemarin. Kami juga sudah menghadiri dialog dengan organisasi jurnalis Kediri. Kami akan mulai mencari (siapa pelakunya) hari ini (kemarin, Red),” jelasnya.

Ia bersama panpel akan melakukan pengusutan siapa pelaku pemukulan itu. Selain tak terpuji, hal itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/