29.6 C
Kediri
Thursday, June 30, 2022

Persik Kediri Tersingkir karena Kartu Kuning

MALANG, JP Radar Kediri – Pupus sudah harapan Persik melaju ke babak lanjutan dalam Piala Presiden kali ini. Hanya mampu berbagi angka satu karena bermain imbang tanpa gol dengan PSM, skuad Macan Putih terpaksa pulang kandang. Penyebabnya, mereka kalah dalam ‘agregat’ koleksi kartu kuning.

Ya, dalam Piala Presiden kali ini, penentuan head to head tim yang bernilai sama, punya agregat gol yang sama, adalah dengan melihat tingkat fair play dua tim tersebut. Indikatornya adalah jumlah pelanggaran dan kartu kuning yang diperoleh. Padahal, sama-sama mengantongi empat poin, Persik lebih unggul dalam soal langgar-melanggar itu.

Dari tiga kali pertandingan, Macan Putih mengantongi 12 kartu kuning. Lima di antaranya didapat dalam pertandingan kemarin. Sementara, PSM hanya mengoleksi tiga kartu kuning. Karena itu, mereka yang punya kans lolos. Sambil menunggu hasil pertandingan antara Arema dan  Persikabo.

“Turnamen pra-musim sudah berakhir (bagi kami). Kami akan evaluasi lagi,” ucap pelatih Persik Javier Roca ketika diminta komentar terkait kenyataan menyakitkan itu.

Meskipun demikian, pelatih asal Cile, Amerika Selatan itu tetap bangga dengan perjuangan penggawa Macan Putih. Yang menjadi PR besar baginya, sebelum Liga 1 musim 2022/2023 mulai, adalah mempertajam finishing.

Dalam pertandingan kemarin, beberapa kali para pemain Persik gagal menembus jala gawang PSM Makassar yang dijaga Reza Arya. Beberapa peluang peluang didapat Joanderson, Renan, Sroyer, hingga Pahabol.

Baca Juga :  Depresi, Petani Asal Kandat Minum Racun Serangga

“Kami bisa lebih mengontrol pertandingan, terutama di babak kedua. Namun memang ada masalah di penyelesaian akhir, ” dalihnya.

Dalam tiga pertandingan di Grup D, Arthur Irawan dkk hanya mampu mencetak satu gol saja. “Sebenarnya, selama kita bisa menciptakan banyak peluang itu memang ciri khas Persik Kediri. Dan harusnya bisa dimaksimalkan dengan baik,” imbuh Roca.

Ke depan ia akan meminta seluruh pemain lebih konsentrasi. Serta bisa efektif menyelesaikan peluang menjadi gol. Secara keseluruhan itu adalah catatan penting yang harus dibenahi. Sedangkan soal semangat juang, Roca mengatakan pemain sudah mengerahkan segalanya dan tampil maksimal.

Pemain Persik Fitra Ridwan menyatakan bahwa seluruh pemain sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencatatkan kemenangan saat laga kontra PSM Makassar.

“Kami meminta maaf kepada seluruh suporter. Namun semua pemain sudah berusaha semaksimal mungkin. Ini merupakan pembelajaran berharga buat kami menghadapi kompetisi Liga 1 Indonesia nanti,” ujarnya singkat.

Baca Juga :  Jaya Hartono dan Wahyudi Rela Lepas Jersey Berusia 17 Tahun

Dari kubu lawan, pelatih PSM  Bernardo Tavares bangga dengan timnya. Namun ia merasa seharusnya bisa merebut poin penuh. “Bisa dilihat kami juga turunkan skuad baru, dan hasilnya lumayan bisa menahan imbang. Kami juga akan fokus untuk AFC Minggu depan,” pungkasnya.

Untuk diketahui pertandingan antara Macan Putih dan Ayam Jantan dari Timur ini berjalan alot. Selama 45 menit pertama terjadi beberapa kali serangan yang mengancam gawang Reza. Sepakan keras Pahabol sempat ditepis di menit ke-35. Begitu pula sundulan Renan Silva beberapa menit setelahnya.

Alotnya pertandingan, juga menghasilkan pelanggan yang keras. Persik Kediri mencatatkan tiga kartu kuning di 45 menit. Arthur Irawan, Sabilah, dan Rifaldi masing-masing mengantongi kartu kuning pertama mereka.

Di babak kedua beberapa peluang emas juga diciptakan para penggawa Persik Kediri. Seperti sepakan Sroyer yang melebar di menit ke-80, dan juga sepakan Renan yang mengenai badan pemain PSM. Skor kacamata hingga akhir babak kedua.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

MALANG, JP Radar Kediri – Pupus sudah harapan Persik melaju ke babak lanjutan dalam Piala Presiden kali ini. Hanya mampu berbagi angka satu karena bermain imbang tanpa gol dengan PSM, skuad Macan Putih terpaksa pulang kandang. Penyebabnya, mereka kalah dalam ‘agregat’ koleksi kartu kuning.

Ya, dalam Piala Presiden kali ini, penentuan head to head tim yang bernilai sama, punya agregat gol yang sama, adalah dengan melihat tingkat fair play dua tim tersebut. Indikatornya adalah jumlah pelanggaran dan kartu kuning yang diperoleh. Padahal, sama-sama mengantongi empat poin, Persik lebih unggul dalam soal langgar-melanggar itu.

Dari tiga kali pertandingan, Macan Putih mengantongi 12 kartu kuning. Lima di antaranya didapat dalam pertandingan kemarin. Sementara, PSM hanya mengoleksi tiga kartu kuning. Karena itu, mereka yang punya kans lolos. Sambil menunggu hasil pertandingan antara Arema dan  Persikabo.

“Turnamen pra-musim sudah berakhir (bagi kami). Kami akan evaluasi lagi,” ucap pelatih Persik Javier Roca ketika diminta komentar terkait kenyataan menyakitkan itu.

Meskipun demikian, pelatih asal Cile, Amerika Selatan itu tetap bangga dengan perjuangan penggawa Macan Putih. Yang menjadi PR besar baginya, sebelum Liga 1 musim 2022/2023 mulai, adalah mempertajam finishing.

Dalam pertandingan kemarin, beberapa kali para pemain Persik gagal menembus jala gawang PSM Makassar yang dijaga Reza Arya. Beberapa peluang peluang didapat Joanderson, Renan, Sroyer, hingga Pahabol.

Baca Juga :  Persik Kenalkan Tiga Pemain Baru Eks PSS

“Kami bisa lebih mengontrol pertandingan, terutama di babak kedua. Namun memang ada masalah di penyelesaian akhir, ” dalihnya.

Dalam tiga pertandingan di Grup D, Arthur Irawan dkk hanya mampu mencetak satu gol saja. “Sebenarnya, selama kita bisa menciptakan banyak peluang itu memang ciri khas Persik Kediri. Dan harusnya bisa dimaksimalkan dengan baik,” imbuh Roca.

Ke depan ia akan meminta seluruh pemain lebih konsentrasi. Serta bisa efektif menyelesaikan peluang menjadi gol. Secara keseluruhan itu adalah catatan penting yang harus dibenahi. Sedangkan soal semangat juang, Roca mengatakan pemain sudah mengerahkan segalanya dan tampil maksimal.

Pemain Persik Fitra Ridwan menyatakan bahwa seluruh pemain sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencatatkan kemenangan saat laga kontra PSM Makassar.

“Kami meminta maaf kepada seluruh suporter. Namun semua pemain sudah berusaha semaksimal mungkin. Ini merupakan pembelajaran berharga buat kami menghadapi kompetisi Liga 1 Indonesia nanti,” ujarnya singkat.

Baca Juga :  Ditinggal Kerja, Hoho Hihe dengan Tetangga

Dari kubu lawan, pelatih PSM  Bernardo Tavares bangga dengan timnya. Namun ia merasa seharusnya bisa merebut poin penuh. “Bisa dilihat kami juga turunkan skuad baru, dan hasilnya lumayan bisa menahan imbang. Kami juga akan fokus untuk AFC Minggu depan,” pungkasnya.

Untuk diketahui pertandingan antara Macan Putih dan Ayam Jantan dari Timur ini berjalan alot. Selama 45 menit pertama terjadi beberapa kali serangan yang mengancam gawang Reza. Sepakan keras Pahabol sempat ditepis di menit ke-35. Begitu pula sundulan Renan Silva beberapa menit setelahnya.

Alotnya pertandingan, juga menghasilkan pelanggan yang keras. Persik Kediri mencatatkan tiga kartu kuning di 45 menit. Arthur Irawan, Sabilah, dan Rifaldi masing-masing mengantongi kartu kuning pertama mereka.

Di babak kedua beberapa peluang emas juga diciptakan para penggawa Persik Kediri. Seperti sepakan Sroyer yang melebar di menit ke-80, dan juga sepakan Renan yang mengenai badan pemain PSM. Skor kacamata hingga akhir babak kedua.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/