23.9 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Gemilang, Hilman Syah Gagalkan Peluang Macan Putih

DENPASAR, JP Radar Kediri – Kemenangan seperti menjadi sesuatu yang sangat sulit diwujudkan skuad Macan Putih Persik. Tiga pertandingan yang dilewati di awal putaran kedua ini tak satupun yang menghasilkan poin absolut. Dua kali seri serta sekali kalah. Termasuk hasil imbang tanpa gol ketika menghadapi PSM Makassar di Stadion I Gusti Ngurah Rai kemarin.

Bila merujuk pada fakta di lapangan hijau, Persik memiliki banyak peluang. Sayang, tak satupun kesempatan menjebol gawang Juku Eja-julukan PSM-yang berhasil dimanfaatkan. Bukan hanya faktor pertahanan Juku Eja yang kokoh, penampilan gemilang kiper PSM Hilman Syah menjadi faktornya.

Beberapa kali sang kiper menjadi penyelamat timnya dari tendangan pemain Persik. Setidaknya ada tiga peluang yang ditepis kiper 24 tahun tersebut. Dua tendangan dari Youssef Ezzejjari dan satu shoot dari Jeam Kelly Sroyer di pengujung laga.

“Hari ini kami memiliki lebih banyak peluang. Tapi penyelesaian akhir masih perlu kami perbaiki,” aku pelatih Persik Javier Roca.

Baca Juga :  Mahasiswi Asal Ngadiluwih Bunuh Bayi, Berkas Dilimpahkan ke Kejari

 Roca mengatakan PSM bermain lebih ke dalam. Mereka banyak menumpuk pemain belakang di area pertahanan. Itu yang membuat timnya kesulitan menemukan celah untuk melakukan shooting. “Mereka punya defender yang cukup bagus. PSM bisa membaca permainan Persik,” ungkap pria asal Chili ini.

Meskipun gagal menang, Roca tetap mensyukuri hasil draw. Satu poin tersebut membuat Persik tetap berada di posisi ke-14 klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 19 angka. “Semoga ini menjadi awal kita bangkit untuk menatap laga berikutnya. Posisi kita masih belum aman di klasemen,” ucapnya.

Dibanding laga melawan Persikabo 1973, performa Persik kemarin memang lebih bagus. Mereka menurunkan dua pemain asing, Youssef Ezzejjari dan Dionatan Machado. Arthur Felix Silva yang sebenarnya sudah lepas dari akumulasi kartu justru mengalami cedera betis saat latihan resmi. Karena itulah dia urung tampil di laga kemarin.

Selama 90 menit, anak-anak Kediri menciptakan empat tendangan ke gawang. Sementara PSM tidak satu pun melepaskan shoot ke gawang Dikri Yusron. Sayangnya, beberapa pemain Persik masih mudah terpancing emosi. Di laga tersebut, ada empat pemain yang menerima kartu kuning. Mereka adalah Yusuf Meilana, Risna Prahalabenta, Arthur Irawan dan Andri Ibo.

Baca Juga :  Berjemur Bersama Akrabkan Keluarga

Roca mengatakan akan mengevaluasi hal tersebut. Pasalnya, di pekan ke-19 lalu Persik harus kehilangan tiga pemain sekaligus karena akumulasi kartu. “Permasalahan konsentrasi sudah kami selesaikan. Anak-anak mampu fokus selama pertandingan. Tapi, beberapa hal masih harus dievaluasi. Selain finishing, juga bagaimana mengontrol emosi,” katanya.

Dari kubu lawan, pelatih PSM Joop Gall mengakui Persik bermain lebih baik. Karena itulah, timnya kesulitan membuat peluang. Beruntung, dia punya kiper sekelas Hilman Syah. “Saya sebenarnya tahu Persik adalah lawan yang berat. Bahkan, mereka lebih bagus dari Persikabo dan Borneo. Tapi saat itu mereka gagal menang,” kata pelatih asal Belanda ini. (baz/fud)

- Advertisement -

DENPASAR, JP Radar Kediri – Kemenangan seperti menjadi sesuatu yang sangat sulit diwujudkan skuad Macan Putih Persik. Tiga pertandingan yang dilewati di awal putaran kedua ini tak satupun yang menghasilkan poin absolut. Dua kali seri serta sekali kalah. Termasuk hasil imbang tanpa gol ketika menghadapi PSM Makassar di Stadion I Gusti Ngurah Rai kemarin.

Bila merujuk pada fakta di lapangan hijau, Persik memiliki banyak peluang. Sayang, tak satupun kesempatan menjebol gawang Juku Eja-julukan PSM-yang berhasil dimanfaatkan. Bukan hanya faktor pertahanan Juku Eja yang kokoh, penampilan gemilang kiper PSM Hilman Syah menjadi faktornya.

Beberapa kali sang kiper menjadi penyelamat timnya dari tendangan pemain Persik. Setidaknya ada tiga peluang yang ditepis kiper 24 tahun tersebut. Dua tendangan dari Youssef Ezzejjari dan satu shoot dari Jeam Kelly Sroyer di pengujung laga.

“Hari ini kami memiliki lebih banyak peluang. Tapi penyelesaian akhir masih perlu kami perbaiki,” aku pelatih Persik Javier Roca.

Baca Juga :  Tambah Amunisi, Persik Pinjam Dua Pemain Bhayangkara FC

 Roca mengatakan PSM bermain lebih ke dalam. Mereka banyak menumpuk pemain belakang di area pertahanan. Itu yang membuat timnya kesulitan menemukan celah untuk melakukan shooting. “Mereka punya defender yang cukup bagus. PSM bisa membaca permainan Persik,” ungkap pria asal Chili ini.

Meskipun gagal menang, Roca tetap mensyukuri hasil draw. Satu poin tersebut membuat Persik tetap berada di posisi ke-14 klasemen sementara Liga 1 dengan raihan 19 angka. “Semoga ini menjadi awal kita bangkit untuk menatap laga berikutnya. Posisi kita masih belum aman di klasemen,” ucapnya.

Dibanding laga melawan Persikabo 1973, performa Persik kemarin memang lebih bagus. Mereka menurunkan dua pemain asing, Youssef Ezzejjari dan Dionatan Machado. Arthur Felix Silva yang sebenarnya sudah lepas dari akumulasi kartu justru mengalami cedera betis saat latihan resmi. Karena itulah dia urung tampil di laga kemarin.

Selama 90 menit, anak-anak Kediri menciptakan empat tendangan ke gawang. Sementara PSM tidak satu pun melepaskan shoot ke gawang Dikri Yusron. Sayangnya, beberapa pemain Persik masih mudah terpancing emosi. Di laga tersebut, ada empat pemain yang menerima kartu kuning. Mereka adalah Yusuf Meilana, Risna Prahalabenta, Arthur Irawan dan Andri Ibo.

Baca Juga :  Berjemur Bersama Akrabkan Keluarga

Roca mengatakan akan mengevaluasi hal tersebut. Pasalnya, di pekan ke-19 lalu Persik harus kehilangan tiga pemain sekaligus karena akumulasi kartu. “Permasalahan konsentrasi sudah kami selesaikan. Anak-anak mampu fokus selama pertandingan. Tapi, beberapa hal masih harus dievaluasi. Selain finishing, juga bagaimana mengontrol emosi,” katanya.

Dari kubu lawan, pelatih PSM Joop Gall mengakui Persik bermain lebih baik. Karena itulah, timnya kesulitan membuat peluang. Beruntung, dia punya kiper sekelas Hilman Syah. “Saya sebenarnya tahu Persik adalah lawan yang berat. Bahkan, mereka lebih bagus dari Persikabo dan Borneo. Tapi saat itu mereka gagal menang,” kata pelatih asal Belanda ini. (baz/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/