26 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Persik Kediri Tidak Bubar, Hanya Liburkan Latihan

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Sejak awal Persik Kediri tidak mengenal istilah bubar. Karenanya, meskipun kompetisi tidak jelas kapan dimulai, mereka tetap beraktivitas. Terutama dalam manajerial organisasi di manajemen. “Kami tetap bekerja seperti biasa,” kata Media Officer Persik Kediri Anwar Bahar Basalamah.

Dia mengungkapkan, ketidakjelasan kompetisi Liga 1 jelas memukul perencaan klub. Sampai saat ini, Persik juga merasakannya. Terutama dalam perencanaan bisnis dan tim kepelatihan. “Program-program tidak bisa disusun jika liga belum jelas seperti sekarang,” ungkapnya.

Tapi, Persik tidak mau diam begitu saja. Mereka tetap menjalankan rencana-rencana untuk persiapan ke depan. Basalamah mengungkapkan, manajemen tetap bekerja. Baik dari sisi administrasi, media, keuangan dan pengembangan aset. “Karena itu, kami tidak pernah memakai istilah bubar. Karena konotasinya tidak ada aktivitas lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Persik Respons Keinginan Suporter untuk Dialog

Sama seperti klub lain, Persik memilih untuk meliburkan latihan tim. Kebijakan tersebut diambil karena jadwal kompetisi belum dirilis oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Namun, beberapa klub memilih istilah bubar untuk keadaan tersebut.

Setelah pertemuan secara virtual dengan operator liga, Jumat lalu (15/1), Persik berharap segera ada keputusan soal nasib kompetisi. Dalam rapat yang diikuti para presiden klub itu, mayoritas klub Liga 1 menolak melanjutkan kompetisi musim 2020.

- Advertisement -

Mereka meminta PT LIB menggulirkan musim 2021. Persik melalui Presiden Klub Abdul Hakim Bafagih mengusulkan musim baru tersebut bisa dimulai paling cepat pada Juli 2021. 

Basalamah melanjutkan, klub masih menunggu sampai beberapa minggu ke depan. Harapannya, PSSI dan PT LIB menyampaikan keputusan tepat waktu. Karena sejak awal, klub menginginkan kepastian untuk mendukung ekosistem bisnis di sepak bola. “Yang kami butuhkan hanya kepastian kompetisi,” ungkap Basalamah.

Baca Juga :  Bagas Pastikan Tetap Bertahan

Untuk diketahui, kompetisi diliburkan sejak Oktober lalu. PSSI sebenarnya merencanakan liga bergulir pada Februari nanti. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dimulai. Justru, PT LIB mengundang klub-klub Liga 1 untuk berembuk soal status kompetisi. (tar/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Sejak awal Persik Kediri tidak mengenal istilah bubar. Karenanya, meskipun kompetisi tidak jelas kapan dimulai, mereka tetap beraktivitas. Terutama dalam manajerial organisasi di manajemen. “Kami tetap bekerja seperti biasa,” kata Media Officer Persik Kediri Anwar Bahar Basalamah.

Dia mengungkapkan, ketidakjelasan kompetisi Liga 1 jelas memukul perencaan klub. Sampai saat ini, Persik juga merasakannya. Terutama dalam perencanaan bisnis dan tim kepelatihan. “Program-program tidak bisa disusun jika liga belum jelas seperti sekarang,” ungkapnya.

Tapi, Persik tidak mau diam begitu saja. Mereka tetap menjalankan rencana-rencana untuk persiapan ke depan. Basalamah mengungkapkan, manajemen tetap bekerja. Baik dari sisi administrasi, media, keuangan dan pengembangan aset. “Karena itu, kami tidak pernah memakai istilah bubar. Karena konotasinya tidak ada aktivitas lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemain Muda Persik Mulai Gamang

Sama seperti klub lain, Persik memilih untuk meliburkan latihan tim. Kebijakan tersebut diambil karena jadwal kompetisi belum dirilis oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Namun, beberapa klub memilih istilah bubar untuk keadaan tersebut.

Setelah pertemuan secara virtual dengan operator liga, Jumat lalu (15/1), Persik berharap segera ada keputusan soal nasib kompetisi. Dalam rapat yang diikuti para presiden klub itu, mayoritas klub Liga 1 menolak melanjutkan kompetisi musim 2020.

Mereka meminta PT LIB menggulirkan musim 2021. Persik melalui Presiden Klub Abdul Hakim Bafagih mengusulkan musim baru tersebut bisa dimulai paling cepat pada Juli 2021. 

Basalamah melanjutkan, klub masih menunggu sampai beberapa minggu ke depan. Harapannya, PSSI dan PT LIB menyampaikan keputusan tepat waktu. Karena sejak awal, klub menginginkan kepastian untuk mendukung ekosistem bisnis di sepak bola. “Yang kami butuhkan hanya kepastian kompetisi,” ungkap Basalamah.

Baca Juga :  Marwin Angeles Pemain Filipina Pertama yang Merumput di Liga Indonesia

Untuk diketahui, kompetisi diliburkan sejak Oktober lalu. PSSI sebenarnya merencanakan liga bergulir pada Februari nanti. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dimulai. Justru, PT LIB mengundang klub-klub Liga 1 untuk berembuk soal status kompetisi. (tar/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/