30.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Senang Hasil, Tak Puas dengan Stamina

- Advertisement -

Menghadapi format home tournament ternyata menguras tenaga bagi skuad Persik Kediri. Penampilan di laga kedua Grup F babak play off Liga 2 kemarin adalah buktinya. Walaupun memenangkan pertandingan namun tak bisa dipungkiri stamina para pemain mulai kedodoran. Dan ini harus segera dicarikan solusi. Sebab, pertandingan terakhir mereka adalah menghadapi tim kuat PSIR Rembang. Sekaligus penentuan sebagai juara grup.

Kondisi tersebut disadari oleh pelatih Persik Riono Asnan. Menurutnya pemain Persik didera kelelahan dengan jadwal pertandingan yang mepet. Dan itu mulai terlihat saat meladeni perlawanan PS Timah Babel kemarin.

“Saya puas dengan hasilnya. Tapi kurang maksimal dalam permainan mereka,” kata Rio.

Coach Rio menyebut timnya sangat mendominasi pertandingan kemarin. Hanya, kondisi fisik yang lelah tak bisa ditutupi. Para pemainnya tak bisa maksimal dalam melakukan serangan. Speed tinggi dalam penetrasi tak bisa ditunjukkan sempurna. Hal itu membuat lawan lebih mudah untuk mengantisipasi setiap serangan yang dibangun pemain Persik.

Baca Juga :  Javier Roca Tak Bisa Dampingi Persik di Bench

Faktor mepetnya jarak pertandingan menjadi salah satu sebab. Di pertandingan perdana grup F, Persik menghadapi FC  Yahukimo Rabu (11/10). Pertandingan itu berlangsung pada jam kedua atau malam hari. Sedangkan pertandingan kedua berlangsung kemarin pada jam pertama atau sore hari.

- Advertisement -

Padahal, baik pertandingan perdana maupun kemarin, berlangsung dalam ritme yang cepat dank eras. Hal itu membuat stamina pemain cepat terkuras. Menghadapi Yahukimo, pemain Persik harus meladeni permainan keras lawan. Sementara pada pertandingan kemarin tenaga pemain terforsir karena dituntut harus memenangkan pertandingan. Dan upaya keras itu terbayar setelah berhasil memenangkan pertandingan melawan PS Timah Babel.

Rio berharap timnya bisa segera melakukan recovery. Sebab pertandingan terakhir juga dalam waktu yang pendek. Mereka harus menghadapi PSIR Rembang Selasa (17/10). Bahkan, partai tersebut menjadi kunci apakah Persik mampu bertahan di Liga 2 atau tidak.

Baca Juga :  Alfian Agung Prastyo, Pemain Serbabisa Persik Kediri

“Kami akan berjuang keras. Tapi tetap saya berikan motivasi agar meraih kemenangan di laga akhir nanti (lawan PSIR Rembang, Red),” tekan Rio.

Ada beberapa hal yang akan dibenahi oleh Rio menjelang pertandingan penting itu. Yaitu mengurangi kesalahan. Khususnya di lini belakang. Sebab, setiap kesalahan sekecil apapun akan bisa dimanfaatkan oleh tim lawan menjadi gol.

“Kalau bisa jangan sampai (lawan) menyerang. Biar gawang tetap aman,” tandasnya.

Dengan filosofi itu artinya Rio akan menerapkan permainan menyerang. Dan jelas itu membutuhkan stamina yang tinggi pula. Dengan jeda dua hari tersisa, jelas menjadi PR besar bagi Riono Asnan mempersiapkan timnya.

- Advertisement -

Menghadapi format home tournament ternyata menguras tenaga bagi skuad Persik Kediri. Penampilan di laga kedua Grup F babak play off Liga 2 kemarin adalah buktinya. Walaupun memenangkan pertandingan namun tak bisa dipungkiri stamina para pemain mulai kedodoran. Dan ini harus segera dicarikan solusi. Sebab, pertandingan terakhir mereka adalah menghadapi tim kuat PSIR Rembang. Sekaligus penentuan sebagai juara grup.

Kondisi tersebut disadari oleh pelatih Persik Riono Asnan. Menurutnya pemain Persik didera kelelahan dengan jadwal pertandingan yang mepet. Dan itu mulai terlihat saat meladeni perlawanan PS Timah Babel kemarin.

“Saya puas dengan hasilnya. Tapi kurang maksimal dalam permainan mereka,” kata Rio.

Coach Rio menyebut timnya sangat mendominasi pertandingan kemarin. Hanya, kondisi fisik yang lelah tak bisa ditutupi. Para pemainnya tak bisa maksimal dalam melakukan serangan. Speed tinggi dalam penetrasi tak bisa ditunjukkan sempurna. Hal itu membuat lawan lebih mudah untuk mengantisipasi setiap serangan yang dibangun pemain Persik.

Baca Juga :  Jeda, Kembalikan Kebugaran Pemain

Faktor mepetnya jarak pertandingan menjadi salah satu sebab. Di pertandingan perdana grup F, Persik menghadapi FC  Yahukimo Rabu (11/10). Pertandingan itu berlangsung pada jam kedua atau malam hari. Sedangkan pertandingan kedua berlangsung kemarin pada jam pertama atau sore hari.

Padahal, baik pertandingan perdana maupun kemarin, berlangsung dalam ritme yang cepat dank eras. Hal itu membuat stamina pemain cepat terkuras. Menghadapi Yahukimo, pemain Persik harus meladeni permainan keras lawan. Sementara pada pertandingan kemarin tenaga pemain terforsir karena dituntut harus memenangkan pertandingan. Dan upaya keras itu terbayar setelah berhasil memenangkan pertandingan melawan PS Timah Babel.

Rio berharap timnya bisa segera melakukan recovery. Sebab pertandingan terakhir juga dalam waktu yang pendek. Mereka harus menghadapi PSIR Rembang Selasa (17/10). Bahkan, partai tersebut menjadi kunci apakah Persik mampu bertahan di Liga 2 atau tidak.

Baca Juga :  Ancaman dari Atas dan Bawah

“Kami akan berjuang keras. Tapi tetap saya berikan motivasi agar meraih kemenangan di laga akhir nanti (lawan PSIR Rembang, Red),” tekan Rio.

Ada beberapa hal yang akan dibenahi oleh Rio menjelang pertandingan penting itu. Yaitu mengurangi kesalahan. Khususnya di lini belakang. Sebab, setiap kesalahan sekecil apapun akan bisa dimanfaatkan oleh tim lawan menjadi gol.

“Kalau bisa jangan sampai (lawan) menyerang. Biar gawang tetap aman,” tandasnya.

Dengan filosofi itu artinya Rio akan menerapkan permainan menyerang. Dan jelas itu membutuhkan stamina yang tinggi pula. Dengan jeda dua hari tersisa, jelas menjadi PR besar bagi Riono Asnan mempersiapkan timnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/