30.2 C
Kediri
Tuesday, August 9, 2022

Di Liga 2 Indonesia, Persik Kediri Jago Urusan Denda

KOTA, JP Radar Kediri – Persik punya ‘prestasi’ ganda di Liga 2 Indonesia musim ini. Selain menjadi pemuncak klasemen sementara Grup Timur, bersama Mitra Kukar dengan 23 poin, Macan Putih juga unggul dalam urusan denda yang dikenakan Komdis PSSI. Hingga pekan ke-14 Persik harus membayar denda sebesar Rp 200 juta.

Soal besarnya denda akibat kesalahan-kesalahan yang dilakukan itu, Persik hanya kalah oleh Persis Solo.  Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu mengumpulkan denda Rp 50 juta lebih banyak dibandingkan Persik.

Menurut CEO Persik Kediri Subiyantoro, denda-denda itu merupakan akumulasi berbagai pelanggaran yang terjadi saat Persik melakukan pertandingan. “Kami di urutan kedua (besarnya denda) di Liga 2,” aku pria yang biasa disapa Toro ini.

Jumlah denda itu ada kemungkinan bertambah. Sebab, Persik masih memiliki tujuh pertandingan lagi di Grup Timur.

Baca Juga :  Menang 11 Gol Tanpa Balas, Persik Masih Butuh Ujung Tombak

Masih menurut Toro, Persik sudah dikenakan denda sebesar Rp 150 juta. Denda itu di antaranya dikenakan karena adanya aksi pelemparan botol saat menjamu Persewar dan aksi pemain mengerubuti wasit pada laga melawan Madura FC di Stadion Ahmad Yani, Sumenep. Selain itu, sang arsitek Budiardjo Thalib juga dijatuhi hukuman empat kali dilarang mendampingi tim di bench pemain.

Sedangkan di putaran kedua, denda terbesar adalah saat Persik menjamu PSIM Jogjakarta. Komdis PSSI menjatuhkan denda hingga Rp 50 juta buntut dari kerusuhan antarsuporter yang mewarnai pertandingan di Stadion Brawijaya, Senin (2/9)

Seperti diketahui, dalam pertadingan itu terjadi aksi lempar-lemparan batu di dalam stadion. Kerusuhan kemudian merembet hingga ke luar stadion. Akibatnya, tercatat sebanyak 231 sepeda motor dan 3 mobil rusak. Selain itu, sejumlah fasilitas milik Taman Tirtayasa juga rusak dan raib. Menurut manajemen tempat rekreasi itu, kerugian yang mereka dapatkan sekitar Rp 20 juta.

Baca Juga :  Persik Pastikan Lolos 8 Besar Grup Timur Liga 2

Toro mengatakan, pihaknya menerima putusan dari komdis PSSI. Karena itu, manajemen siap membayar denda yang dijatuhkan. Sesuai putusan No.062/L2/SK/KD-PSSI/IX/2019 terkait Tingkah Laku Buruk Suporter, denda wajib dibayar paling lambat 14 hari setelah keputusan diterima. Itu berarti deadline pembayaran denda pada 19 September nanti. “Sekarang belum kami bayar,” ungkapnya.

Terkait pembayaran denda tersebut, Toro mengaku, manajemen tidak menanggung sendiri. Pasalnya, secara sukarela Persikmania ikut membantu membayar denda dari komdis.

“Mereka punya inisiatif sendiri membantu kami. Itu bentuk kepeduliaan Persikmania,” ujarnya.

Dari urunan suporter, Toro menyebut, uang memang baru terkumpul sekitar Rp 2 juta. Namun penggalangan dana di kalangan suporter masih berjalan sampai sekarang. “Setelah ini kami bahas teknis pembayarannya seperti apa,” pungkasnya.

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Persik punya ‘prestasi’ ganda di Liga 2 Indonesia musim ini. Selain menjadi pemuncak klasemen sementara Grup Timur, bersama Mitra Kukar dengan 23 poin, Macan Putih juga unggul dalam urusan denda yang dikenakan Komdis PSSI. Hingga pekan ke-14 Persik harus membayar denda sebesar Rp 200 juta.

Soal besarnya denda akibat kesalahan-kesalahan yang dilakukan itu, Persik hanya kalah oleh Persis Solo.  Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu mengumpulkan denda Rp 50 juta lebih banyak dibandingkan Persik.

Menurut CEO Persik Kediri Subiyantoro, denda-denda itu merupakan akumulasi berbagai pelanggaran yang terjadi saat Persik melakukan pertandingan. “Kami di urutan kedua (besarnya denda) di Liga 2,” aku pria yang biasa disapa Toro ini.

Jumlah denda itu ada kemungkinan bertambah. Sebab, Persik masih memiliki tujuh pertandingan lagi di Grup Timur.

Baca Juga :  Pelatih Persik Kediri Javier Roca Minta Anak Asuhnya Fokus di Pekan 26

Masih menurut Toro, Persik sudah dikenakan denda sebesar Rp 150 juta. Denda itu di antaranya dikenakan karena adanya aksi pelemparan botol saat menjamu Persewar dan aksi pemain mengerubuti wasit pada laga melawan Madura FC di Stadion Ahmad Yani, Sumenep. Selain itu, sang arsitek Budiardjo Thalib juga dijatuhi hukuman empat kali dilarang mendampingi tim di bench pemain.

Sedangkan di putaran kedua, denda terbesar adalah saat Persik menjamu PSIM Jogjakarta. Komdis PSSI menjatuhkan denda hingga Rp 50 juta buntut dari kerusuhan antarsuporter yang mewarnai pertandingan di Stadion Brawijaya, Senin (2/9)

Seperti diketahui, dalam pertadingan itu terjadi aksi lempar-lemparan batu di dalam stadion. Kerusuhan kemudian merembet hingga ke luar stadion. Akibatnya, tercatat sebanyak 231 sepeda motor dan 3 mobil rusak. Selain itu, sejumlah fasilitas milik Taman Tirtayasa juga rusak dan raib. Menurut manajemen tempat rekreasi itu, kerugian yang mereka dapatkan sekitar Rp 20 juta.

Baca Juga :  Roca Putar Otak Rotasi Pemain

Toro mengatakan, pihaknya menerima putusan dari komdis PSSI. Karena itu, manajemen siap membayar denda yang dijatuhkan. Sesuai putusan No.062/L2/SK/KD-PSSI/IX/2019 terkait Tingkah Laku Buruk Suporter, denda wajib dibayar paling lambat 14 hari setelah keputusan diterima. Itu berarti deadline pembayaran denda pada 19 September nanti. “Sekarang belum kami bayar,” ungkapnya.

Terkait pembayaran denda tersebut, Toro mengaku, manajemen tidak menanggung sendiri. Pasalnya, secara sukarela Persikmania ikut membantu membayar denda dari komdis.

“Mereka punya inisiatif sendiri membantu kami. Itu bentuk kepeduliaan Persikmania,” ujarnya.

Dari urunan suporter, Toro menyebut, uang memang baru terkumpul sekitar Rp 2 juta. Namun penggalangan dana di kalangan suporter masih berjalan sampai sekarang. “Setelah ini kami bahas teknis pembayarannya seperti apa,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/