23.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Berlatih Setiap Sore, Ibrahim Sanjaya Masih di Kediri

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Ibrahim Sanjaya menjadi satu-satunya pemain luar kota yang masih bertahan di Kediri. Pemain asal Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini belum memutuskan pulang ke tempat kelahirannya tersebut. Setiap hari, dia berlatih untuk menjaga kebugaran.

          Sanjaya rutin menjaga stamina selama libur kompetisi karena pandemi korona. Selain bersepeda setiap pagi, dia berlatih sore hari di Lapangan Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto. “Biasanya saya berlatih sama Galih (Galih Akbar, Red),” kata Sanjaya.

          Ya, sejak PSSI meliburkan Liga 1 sampai 29 Mei, hanya Sanjaya yang masih berada di Mes Persik, Jalan PK Bangsa, Kota Kediri. Sebenarnya, dia juga berencana pulang ke Sumba Timur. “Mungkin setelah tanggal 10 (April, Red),” ungkapnya.

Baca Juga :  Multiplier Effect

          Dia sebenarnya juga rindu dengan orang tua dan keluarganya di kampung halaman. Hanya saja, wabah yang melanda hampir semua wilayah Indonesia itu, membuatnya sedikit waswas. “Jadi ditahan dulu kangennya. Saya terbiasa menjadi perantau,” kata pemain 24 tahun ini.

 

- Advertisement -

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Ibrahim Sanjaya menjadi satu-satunya pemain luar kota yang masih bertahan di Kediri. Pemain asal Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini belum memutuskan pulang ke tempat kelahirannya tersebut. Setiap hari, dia berlatih untuk menjaga kebugaran.

          Sanjaya rutin menjaga stamina selama libur kompetisi karena pandemi korona. Selain bersepeda setiap pagi, dia berlatih sore hari di Lapangan Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto. “Biasanya saya berlatih sama Galih (Galih Akbar, Red),” kata Sanjaya.

          Ya, sejak PSSI meliburkan Liga 1 sampai 29 Mei, hanya Sanjaya yang masih berada di Mes Persik, Jalan PK Bangsa, Kota Kediri. Sebenarnya, dia juga berencana pulang ke Sumba Timur. “Mungkin setelah tanggal 10 (April, Red),” ungkapnya.

Baca Juga :  Cek Kesehatan, Pemain Persik Lakukan Rekam Jantung sampai Otot

          Dia sebenarnya juga rindu dengan orang tua dan keluarganya di kampung halaman. Hanya saja, wabah yang melanda hampir semua wilayah Indonesia itu, membuatnya sedikit waswas. “Jadi ditahan dulu kangennya. Saya terbiasa menjadi perantau,” kata pemain 24 tahun ini.

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/