23.9 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Ingin Revans, Macan Putih Waspadai Kebangkitan Laskar Rencong

MAGELANG, JP Radar Kediri – Dua kesebelasan yang akan berhadapan di Stadion Moch. Soebroto Magelang malam nanti-kick off pukul 20.00-punya misi yang sama. Mereka ingin mendapatkan akhir bahagia di seri 2 Liga 1 2021 ini.

Persik, yang kini masih berada di tubir zona degradasi-peringkat 15-tentu ingin menjauh dari area merah itu. Setidaknya bisa mendapatkan posisi di papan tengah. Nah, syaratnya, tentu mendulang tiga poin.

Sedangkan bagi Persiraja, kemenangan sepertinya akan berusaha mereka kejar. Itu tak lepas dari posisi Laskar Rencong ini yang tenggelam di dasar zona merah.

Melihat posisi klasemen, secara teori Persik punya kans besar mendulang kemenangan. Sayang, sering kenyataan tak berbanding lurus dengan perkiraan. Apalagi Laskar Jayabaya ini juga punya kenangan buruk ketika menghadapi tim dari Aceh ini.

Publik Kediri tentu masih ingat laga di Liga 1 tahun lalu (14/3). Bermain di Stadion Brawijaya mereka justru tunduk dari tamunya yang tak bukan adalah Persiraja. Skornya memang tipis 0-1, tapi toh sakitnya itu menyesak di dada pendukung. Ujung-ujungnya muncullah gelombang protes Persikmania yang menuntut pelatih Joko Susilo agar dipecat.

Baca Juga :  Keributan Antara Pemain Persedikab dengan Persihalsel, Ini Alasannya

Dari pengalaman menyakitkan itulah kini Persik mengusung ambisi revans. Di penutup seri 2 ini mereka ingin menebus hasil buruk itu dengan kemenangan.

“Kami harus mengambil poin (menang, Red),” suluk pelatih karteker Persik Alfiat.

Bagi Alfiat, kemenangan adalah harga mati. Bukan semata membalas dendam tapi juga mereka memang harus terus mendulang angka. Macan Putih masih rawan merosot ke zona degradasi. Dari 10 laga Persik baru memilik 9 poin. Jika gagal menang maka kian sulit menggapai papan tengah.

Nah, ketika lawannya adalah tim penghuni dasar klasemen, Alfiat tentu ingin pemainnya memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Meskipun dia meminta agar para pemain Persik tetap waspada.

“Kami tidak boleh lengah dan meremehkan Persiraja,” ingatnya.

Persiraja memang dalam trend negatif. Dua pekan lalu tim ini memecat Hendri Susilo sebagai pelatih kepala. Menyusul rentetan hasil buruk yang didapat klub yang bermarkas di Stadion Harapan Bangsa itu.

 

Dari tiga pertandingan terakhir, Persiraja selalu kalah. Mereka kini menjadi juru kunci klasemen dengan 4 poin.

Justru, Alfiat mewaspadai kebangkitan Persiraja. Mereka bisa sangat berbahaya ketika punya motivasi tinggi untuk menang. “Kami harus redam kebangkitan mereka dengan cara bermain disiplin,” kata Alfiat membocorkan apa yang akan dilakukan timnya nanti.

Baca Juga :  Gereja Puhsarang, Objek Wisata Religi di Kaki Gunung Wilis

Secara pribadi, Alfiat memang punya harapan tersendiri pada pertandingan ini. Dia ingin menutup seri 2 dengan tiga poin. Apalagi pertandingan nanti akan menjadi yang terakhir baginya memegang kendali pelatih karteker. Di seri berikutnya konon pelatih baru sudah ada di bench.

Bagaimana dengan Persiraja? Sudah tentu tim dari Serambi Mekkah ini tak ingin malu untuk keempat kali. Tiga kali beruntun menderita kekalahan sudah cukup memalukan. Mereka ingin memutus hasil buruk itu sesegera mungkin.

“Pemain kami punya komitmen untuk menang,” tegas pelatih karteker Persiraja Akhyar Ilyas.

Untuk memotivasi pemain, Akhyar mengaku tim sudah bicara dari hati ke hati. Dia memastikan mental pemainnya siap untuk bertarung di lapangan.

Namun, Persiraja masih mengkhawatirkan kondisi top skor mereka asal Brasil, Paulo Henrique. Striker yang sudah mengemas 6 gol di Liga 1 itu kondisinya belum 100 persen bugar. “Kami masih belum bisa pastikan. Kami pantau sampai besok pagi (pagi ini, Red). Mudah-mudahan dia bisa bermain malam harinya,” ucapnya. (baz/fud)

- Advertisement -

MAGELANG, JP Radar Kediri – Dua kesebelasan yang akan berhadapan di Stadion Moch. Soebroto Magelang malam nanti-kick off pukul 20.00-punya misi yang sama. Mereka ingin mendapatkan akhir bahagia di seri 2 Liga 1 2021 ini.

Persik, yang kini masih berada di tubir zona degradasi-peringkat 15-tentu ingin menjauh dari area merah itu. Setidaknya bisa mendapatkan posisi di papan tengah. Nah, syaratnya, tentu mendulang tiga poin.

Sedangkan bagi Persiraja, kemenangan sepertinya akan berusaha mereka kejar. Itu tak lepas dari posisi Laskar Rencong ini yang tenggelam di dasar zona merah.

Melihat posisi klasemen, secara teori Persik punya kans besar mendulang kemenangan. Sayang, sering kenyataan tak berbanding lurus dengan perkiraan. Apalagi Laskar Jayabaya ini juga punya kenangan buruk ketika menghadapi tim dari Aceh ini.

Publik Kediri tentu masih ingat laga di Liga 1 tahun lalu (14/3). Bermain di Stadion Brawijaya mereka justru tunduk dari tamunya yang tak bukan adalah Persiraja. Skornya memang tipis 0-1, tapi toh sakitnya itu menyesak di dada pendukung. Ujung-ujungnya muncullah gelombang protes Persikmania yang menuntut pelatih Joko Susilo agar dipecat.

Baca Juga :  Pemain Asing Keempat Persik Tinga Machado Langsung Ikut Game

Dari pengalaman menyakitkan itulah kini Persik mengusung ambisi revans. Di penutup seri 2 ini mereka ingin menebus hasil buruk itu dengan kemenangan.

“Kami harus mengambil poin (menang, Red),” suluk pelatih karteker Persik Alfiat.

Bagi Alfiat, kemenangan adalah harga mati. Bukan semata membalas dendam tapi juga mereka memang harus terus mendulang angka. Macan Putih masih rawan merosot ke zona degradasi. Dari 10 laga Persik baru memilik 9 poin. Jika gagal menang maka kian sulit menggapai papan tengah.

Nah, ketika lawannya adalah tim penghuni dasar klasemen, Alfiat tentu ingin pemainnya memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Meskipun dia meminta agar para pemain Persik tetap waspada.

“Kami tidak boleh lengah dan meremehkan Persiraja,” ingatnya.

Persiraja memang dalam trend negatif. Dua pekan lalu tim ini memecat Hendri Susilo sebagai pelatih kepala. Menyusul rentetan hasil buruk yang didapat klub yang bermarkas di Stadion Harapan Bangsa itu.

 

Dari tiga pertandingan terakhir, Persiraja selalu kalah. Mereka kini menjadi juru kunci klasemen dengan 4 poin.

Justru, Alfiat mewaspadai kebangkitan Persiraja. Mereka bisa sangat berbahaya ketika punya motivasi tinggi untuk menang. “Kami harus redam kebangkitan mereka dengan cara bermain disiplin,” kata Alfiat membocorkan apa yang akan dilakukan timnya nanti.

Baca Juga :  Koleksi Hewan Peliharaan untuk EdukasiĀ 

Secara pribadi, Alfiat memang punya harapan tersendiri pada pertandingan ini. Dia ingin menutup seri 2 dengan tiga poin. Apalagi pertandingan nanti akan menjadi yang terakhir baginya memegang kendali pelatih karteker. Di seri berikutnya konon pelatih baru sudah ada di bench.

Bagaimana dengan Persiraja? Sudah tentu tim dari Serambi Mekkah ini tak ingin malu untuk keempat kali. Tiga kali beruntun menderita kekalahan sudah cukup memalukan. Mereka ingin memutus hasil buruk itu sesegera mungkin.

“Pemain kami punya komitmen untuk menang,” tegas pelatih karteker Persiraja Akhyar Ilyas.

Untuk memotivasi pemain, Akhyar mengaku tim sudah bicara dari hati ke hati. Dia memastikan mental pemainnya siap untuk bertarung di lapangan.

Namun, Persiraja masih mengkhawatirkan kondisi top skor mereka asal Brasil, Paulo Henrique. Striker yang sudah mengemas 6 gol di Liga 1 itu kondisinya belum 100 persen bugar. “Kami masih belum bisa pastikan. Kami pantau sampai besok pagi (pagi ini, Red). Mudah-mudahan dia bisa bermain malam harinya,” ucapnya. (baz/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/