30.2 C
Kediri
Monday, July 4, 2022

Pemain Persik Ibrahim Sanjaya: Teringat Kampung saat di Prigi

KOTA, JP Radar Kediri – Kehidupan Ibrahim Sanjaya di Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak jauh dari laut. Jarak tempuh rumahnya hanya beberapa menit saja dari pantai. Bahkan, rumah kakek dan pamannya cuma berjarak selemparan batu dari bibir pantai.

Sanjaya mengaku, jarak rumah orang tuanya dengan pantai sekitar lima menit saja. Karena itulah, ketika ingin pergi ke laut, dia tidak perlu jauh-jauh. “Rumah kakek dan paman malah di dekat pantai. Sangat dekat sekali,” ungkap Sanjaya.

Sebelum merantu ke Jawa selepas SMP, Sanjaya sering bermain di rumah kakek dan pamannya. Mereka berprofesi sebagai nelayan. Meski begitu, pemain 24 tahun itu belum pernah sekali pun ikut mencari ikan di laut bersama kakeknya. “Saya dilarang ikut melaut,” ujarnya.

Baca Juga :  Susun Program Lagi, Persik Masih Tunggu Kebijakan PSSI

Meski bisa berenang, kata Sanjaya, menurut kakeknya tidak sembarang orang bisa melaut. Apalagi saat itu usianya masih sangat belia. “Karena ombak di laut sangat berbeda. Kalau tidak kuat, bisa mabuk laut,” ungkap pemain yang membela Persik Kediri sejak 2019 ini.

Karena itulah, ketika Persik Kediri memutuskan berlatih fisik di Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek selama tiga hari, dia menyambutnya dengan antusias. Sanjaya seperti melihat kampungnya lagi dengan suasana pantai dan kehidupan nelayan.

Sebelumnya, dia juga pernah datang ke Prigi, dua tahun lalu. Saat itu, Persik tengah melakukan persiapan di Liga 2 2019 asuhan Budiarjo Thalib. Untuk mencapai level fisik yang maksimal, pantai memang menjadi pilihan sebagai lokasi latihan. (baz)

Baca Juga :  Hukum Membakar Bendera

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Kehidupan Ibrahim Sanjaya di Waikabubak, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak jauh dari laut. Jarak tempuh rumahnya hanya beberapa menit saja dari pantai. Bahkan, rumah kakek dan pamannya cuma berjarak selemparan batu dari bibir pantai.

Sanjaya mengaku, jarak rumah orang tuanya dengan pantai sekitar lima menit saja. Karena itulah, ketika ingin pergi ke laut, dia tidak perlu jauh-jauh. “Rumah kakek dan paman malah di dekat pantai. Sangat dekat sekali,” ungkap Sanjaya.

Sebelum merantu ke Jawa selepas SMP, Sanjaya sering bermain di rumah kakek dan pamannya. Mereka berprofesi sebagai nelayan. Meski begitu, pemain 24 tahun itu belum pernah sekali pun ikut mencari ikan di laut bersama kakeknya. “Saya dilarang ikut melaut,” ujarnya.

Baca Juga :  Manajemen Persik Kediri Yakin Stadion Brawijaya Lolos Verifikasi

Meski bisa berenang, kata Sanjaya, menurut kakeknya tidak sembarang orang bisa melaut. Apalagi saat itu usianya masih sangat belia. “Karena ombak di laut sangat berbeda. Kalau tidak kuat, bisa mabuk laut,” ungkap pemain yang membela Persik Kediri sejak 2019 ini.

Karena itulah, ketika Persik Kediri memutuskan berlatih fisik di Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek selama tiga hari, dia menyambutnya dengan antusias. Sanjaya seperti melihat kampungnya lagi dengan suasana pantai dan kehidupan nelayan.

Sebelumnya, dia juga pernah datang ke Prigi, dua tahun lalu. Saat itu, Persik tengah melakukan persiapan di Liga 2 2019 asuhan Budiarjo Thalib. Untuk mencapai level fisik yang maksimal, pantai memang menjadi pilihan sebagai lokasi latihan. (baz)

Baca Juga :  Hukum Membakar Bendera

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/