31.7 C
Kediri
Friday, August 12, 2022

Tiki Taka Ala Roca, Membedah Skema Juru Taktik asal Cile

Setiap pelatih punya cara untuk meraih hasil maksimal di tiap pertandingan. Termasuk Roca. Seperti apa skema permainan yang dikembangkan pelatih bernama lengkap Javier Leopoldo Roca Sepulveda ini bersama Persik Kediri? Simak ulasan Jawa Pos Radar Kediri kali ini.

Attacking

Datang ke Persik di medio Liga 1 musim lalu, Roca langsung mengubah skema permainan 4-3-3 Persik menjadi lebih menyerang. Roca menyukai sayap-sayap cepat yang bisa menusuk ke dalam.
Musim ini dengan datangnya Riyatno Abiyoso dan Ferinando Pahabol, skema tersebut dia kembangkan lebih sempurna. Dua pemain beda generasi ini menjadi titik sentral serangan dan kerap melakukan cutting inside ke arah gawang lawan. Abiyoso dengan kaki kirinya, Pahabol dengan kaki kanannya. Meski kerap berganti posisi, keduanya merupakan winger lincah yang punya oportuniti mencetak gol lebih tinggi.
Ditunjang bomber sekelas Joanderson de Jesus Assis yang fleksibel dan jago dribel, kombinasi tiga penyerang Persik musim ini sangat cair. Apalagi Don Juan tak sekadar mahir jadi target man, melainkan bisa pula bermain lebih ke belakang atau melebar ke sisi lapangan.
Di sisi lain, keberadaan Renan Silva sebagai jenderal lini tengah, mampu menjalankan perannya sebagai distributor bola. El Maestro belum kehilangan sentuhannya. Umpan akuratnya sangat memanjakan barisan depan Macan Putih. Gelandang Brasil ini juga piawai memainkan tempo sehingga menambah stabilitas lini tengah yang diisi pemain enegik seperti Rohit Chand dan Taufiq.

Baca Juga :  Macan Putih Antisipasi Strategi Sappe Kerrab yang Sulit Ditebak

Defensive

Permainan Roca yang mengandalkan bola-bola pendek membuat jarak antar pemain lebih dekat. Pertahanan tidak dikhususkan hanya untuk empat beknya. Tetapi kesatuan unit dari depan.
Rapatnya jarak pemain ini memungkinkan Roca memainkan full back yang lebih agresif. Agil Munawar, Samsul Arifin, Risna Prahalabenta, hingga Yusuf Meilana, bisa membantu serangan dan menekan lawan hingga harus mundur ke belakang. Kehadiran dua defensive midfielder di zona ini jadi kunci. Siapapun yang dimainkan sebagai gelandang ‘angkut air’ akan menutup celah di lini belakang. Begitu pun ketika lawan menerapkan garis pertahanan tinggi dan melakukan man to man marking di tengah.






Reporter: Iqbal Syahroni
- Advertisement -

Setiap pelatih punya cara untuk meraih hasil maksimal di tiap pertandingan. Termasuk Roca. Seperti apa skema permainan yang dikembangkan pelatih bernama lengkap Javier Leopoldo Roca Sepulveda ini bersama Persik Kediri? Simak ulasan Jawa Pos Radar Kediri kali ini.

Attacking

Datang ke Persik di medio Liga 1 musim lalu, Roca langsung mengubah skema permainan 4-3-3 Persik menjadi lebih menyerang. Roca menyukai sayap-sayap cepat yang bisa menusuk ke dalam.
Musim ini dengan datangnya Riyatno Abiyoso dan Ferinando Pahabol, skema tersebut dia kembangkan lebih sempurna. Dua pemain beda generasi ini menjadi titik sentral serangan dan kerap melakukan cutting inside ke arah gawang lawan. Abiyoso dengan kaki kirinya, Pahabol dengan kaki kanannya. Meski kerap berganti posisi, keduanya merupakan winger lincah yang punya oportuniti mencetak gol lebih tinggi.
Ditunjang bomber sekelas Joanderson de Jesus Assis yang fleksibel dan jago dribel, kombinasi tiga penyerang Persik musim ini sangat cair. Apalagi Don Juan tak sekadar mahir jadi target man, melainkan bisa pula bermain lebih ke belakang atau melebar ke sisi lapangan.
Di sisi lain, keberadaan Renan Silva sebagai jenderal lini tengah, mampu menjalankan perannya sebagai distributor bola. El Maestro belum kehilangan sentuhannya. Umpan akuratnya sangat memanjakan barisan depan Macan Putih. Gelandang Brasil ini juga piawai memainkan tempo sehingga menambah stabilitas lini tengah yang diisi pemain enegik seperti Rohit Chand dan Taufiq.

Baca Juga :  Persik Diuji Para Legenda Nanti Malam, Ada Fagundes Hingga Chena

Defensive

Permainan Roca yang mengandalkan bola-bola pendek membuat jarak antar pemain lebih dekat. Pertahanan tidak dikhususkan hanya untuk empat beknya. Tetapi kesatuan unit dari depan.
Rapatnya jarak pemain ini memungkinkan Roca memainkan full back yang lebih agresif. Agil Munawar, Samsul Arifin, Risna Prahalabenta, hingga Yusuf Meilana, bisa membantu serangan dan menekan lawan hingga harus mundur ke belakang. Kehadiran dua defensive midfielder di zona ini jadi kunci. Siapapun yang dimainkan sebagai gelandang ‘angkut air’ akan menutup celah di lini belakang. Begitu pun ketika lawan menerapkan garis pertahanan tinggi dan melakukan man to man marking di tengah.






Reporter: Iqbal Syahroni

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/