24 C
Kediri
Tuesday, July 5, 2022

Persik Kediri Mulai Rencanakan Bentuk Akademi Sepak Bola

KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri mulai memikirkan pengembangan pemain usia dini. Manajemen Macan Putih berencana untuk membentuk akademi yang dipersiapkan di kompetisi elite pro academy (EPA). Mereka akan menggandeng sekolah sepak bola (SSB) di Kediri untuk memaksimalkan rencana tersebut.

Selama ini, pengembangan pemain muda di Persik memang belum berjalan maksimal. Saat mengikuti EPA U-16 dan U 18 di Bandung, Jawa Barat musim lalu, tim kebanggaan warga Kediri itu jadi pelengkap saja.

Mereka tak mampu berbuat banyak di kompetisi untuk pemain muda tersebut. Persik beberapa kali dibantai oleh tim-tim muda Liga 1. Karena itulah, manajemen baru mulai berencana memikirkan pembentukan tim usia muda. “Kami akan merekrut pelatih berlisensi untuk pemain usia muda,” kata CEO Persik Kediri Alif Sapto Nugroho.

Alif menilai pembentukan akademi sepak bola menjadi bagian dari pengembangan klub di masa mendatang. Manajemen tentu saja sudah membahasnya bersama tim pelatih untuk mengembangkannya. “Yang pasti kami akan siapkan untuk kompetisi elite pro usia 14, 16 dan 18 tahun. Sebelumnya saya tidak tahu sejarah pengembangan pemain muda Persik seperti apa. Itu sekarang menjadi PR kita,” ucap pria yang pernah menjadi manajer fan engagement di PSSI ini.

Baca Juga :  Pesan Atmal Footwear

Dia mengatakan, Persik tak mau berdiri sendiri dalam mengembangkan pemain muda. Mereka ingin melibatkan SSB dan asosiasi kota (Askot) PSSI Kediri. Tujuannya untuk menyamakan visi dan misi dalam pengembangan pemain muda. “Supaya kita sejalan dengan SSB di Kediri,” katanya.

Menurutnya pengembangan pemain muda baik untuk Persik dan sepak bola Kediri. Dalam jangka panjang, hal tersebut akan menguntungkan klub. Jadi, klub memiliki banyak pilihan pemai muda potensial yang bisa dipakai di kompetisi.

Sebenarnya, Kediri boleh dibilang memiliki banyak potensi pemain muda. Saat ini, sebagian dari mereka menyebar di sejumlah klub Liga 1. Sebut saja di antaranya adalah Nadeo Argawinata (Bali
United) dan Edo Febriyansah (Persita Tangerang).

Baca Juga :  Macan Mutih Berharap ‘Messi Minang’

Sementara pemain yang bermain untuk Persik jauh lebih banyak lagi. Mereka di antaranya adalah Septian Satria Bagaskara, Bayu Otto Kartika, Yusuf Meilana, Risna   Prahabenta, M Jordan Zamorano dan Bagas Satrio Nugroho. 

Sebelum memperkuat Persik, sebagain pemain tersebut pernah membela Persedikab Kediri. Mereka rata-rata adalah produk SSB di Kediri dan sekitarnya. Di antaranya ada SSB Triple’S dan Macan Putih.

Karenanya, sayang sekali potensi pemain asli Kediri tidak dikembangkan sejak dini. Sebelum era Bagaskara dkk, Kediri pernah melahirkan pemain sekaliber Budi Sudarsono, Wahyudi, Dany Saputra dan Vava Mario Yagalo. (syi/baz)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Persik Kediri mulai memikirkan pengembangan pemain usia dini. Manajemen Macan Putih berencana untuk membentuk akademi yang dipersiapkan di kompetisi elite pro academy (EPA). Mereka akan menggandeng sekolah sepak bola (SSB) di Kediri untuk memaksimalkan rencana tersebut.

Selama ini, pengembangan pemain muda di Persik memang belum berjalan maksimal. Saat mengikuti EPA U-16 dan U 18 di Bandung, Jawa Barat musim lalu, tim kebanggaan warga Kediri itu jadi pelengkap saja.

Mereka tak mampu berbuat banyak di kompetisi untuk pemain muda tersebut. Persik beberapa kali dibantai oleh tim-tim muda Liga 1. Karena itulah, manajemen baru mulai berencana memikirkan pembentukan tim usia muda. “Kami akan merekrut pelatih berlisensi untuk pemain usia muda,” kata CEO Persik Kediri Alif Sapto Nugroho.

Alif menilai pembentukan akademi sepak bola menjadi bagian dari pengembangan klub di masa mendatang. Manajemen tentu saja sudah membahasnya bersama tim pelatih untuk mengembangkannya. “Yang pasti kami akan siapkan untuk kompetisi elite pro usia 14, 16 dan 18 tahun. Sebelumnya saya tidak tahu sejarah pengembangan pemain muda Persik seperti apa. Itu sekarang menjadi PR kita,” ucap pria yang pernah menjadi manajer fan engagement di PSSI ini.

Baca Juga :  Pelatih Evaluasi Latihan Pemain Persik lewat Video

Dia mengatakan, Persik tak mau berdiri sendiri dalam mengembangkan pemain muda. Mereka ingin melibatkan SSB dan asosiasi kota (Askot) PSSI Kediri. Tujuannya untuk menyamakan visi dan misi dalam pengembangan pemain muda. “Supaya kita sejalan dengan SSB di Kediri,” katanya.

Menurutnya pengembangan pemain muda baik untuk Persik dan sepak bola Kediri. Dalam jangka panjang, hal tersebut akan menguntungkan klub. Jadi, klub memiliki banyak pilihan pemai muda potensial yang bisa dipakai di kompetisi.

Sebenarnya, Kediri boleh dibilang memiliki banyak potensi pemain muda. Saat ini, sebagian dari mereka menyebar di sejumlah klub Liga 1. Sebut saja di antaranya adalah Nadeo Argawinata (Bali
United) dan Edo Febriyansah (Persita Tangerang).

Baca Juga :  Macan Mutih Berharap ‘Messi Minang’

Sementara pemain yang bermain untuk Persik jauh lebih banyak lagi. Mereka di antaranya adalah Septian Satria Bagaskara, Bayu Otto Kartika, Yusuf Meilana, Risna   Prahabenta, M Jordan Zamorano dan Bagas Satrio Nugroho. 

Sebelum memperkuat Persik, sebagain pemain tersebut pernah membela Persedikab Kediri. Mereka rata-rata adalah produk SSB di Kediri dan sekitarnya. Di antaranya ada SSB Triple’S dan Macan Putih.

Karenanya, sayang sekali potensi pemain asli Kediri tidak dikembangkan sejak dini. Sebelum era Bagaskara dkk, Kediri pernah melahirkan pemain sekaliber Budi Sudarsono, Wahyudi, Dany Saputra dan Vava Mario Yagalo. (syi/baz)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/