23.8 C
Kediri
Saturday, June 25, 2022

Comeback Manis, Persik Dekati Papan Tengah

GIANYAR, JP Radar Kediri – Bayang-bayang kekalahan hampir saja menghampiri Persik Kediri di pekan 22 Liga 1. Macan Putih sempat dua kali tertinggal dari PSS Sleman ketika kedua tim berhadapan di Stadion I Wayan Dipta kemarin. Beruntung, dua gol Septian Satria Bagaskara dan satu gol Faris Aditama akhirnya mampu membalikkan keadaan. Persik pun berganti unggul 3-2.

Dua gol dari Bagaskara terasa spesial. Bukan hanya memberi kemenangan bagi Persik. Striker 24 tahun asal Semampir, Kota Kediri, itu berhasil menjawab keraguan terhadap ketajamannya.

Maklum, sebelum promosi ke Liga 1, Bagaskara adalah mesin gol Persik di Liga 3 2018 dan 2019. Di dua kompetisi tersebut, total dia sudah menorehkan 37 gol. Dan, dua gol yang dicetak di menit ke-69 dan 76 itu adalah gol perdananya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Ini adalah harinya Bagas. Dan seperti sebelumnya, saya enggan berkomentar lebih jauh soal individu pemain. Karena semua pemain juga berkontribusi, seperti Dionatan (Macadho) dan Fitra Ridwan,” ungkap pelatih Javier Roca.

Ya, gol Bagaskara tidak lepas dari peran dua gelandang Persik tersebut. Gol pertama tercipta lewat tendangan pojok yang diambil Tinga –sapaan Dionatan-. Melalui sundulan kepala, Bagaskara menggetarkan jala gawang Miswar Saputra. Kemudian gol kemenangan dicetak setelah menerima umpan manis dari Fitra.

Baca Juga :  Warga Mojoroto Tanam Ganja di Pot Dituntut Delapan Tahun

Namun, sebelum itu, PSS hampir saja mempermalukan Persik. Super Elja unggul lebih dulu di menit ke-28 lewat tendangan Kim Kurniawan. Sempat disamakan oleh Faris Aditama di menit ke-56, anak-anak Sleman kembali unggul di menit ke-76 melalui sontekan Wander Luiz. Penyerang asal Brasil itu memanfaatkan kesalahan kiper Fajar Setya Jaya yang terburu-buru keluar dari kotak 12 pas.

Mengenai laga tersebut, Javier Roca mengatakan sudah memprediksi PSS bakal memberikan kesulitan bagi timnya. Anak asuh I Putu Gede itu bermain sangat baik. “Menurut saya, ini pertandingan yang seru. Saya tahu PSS akan menyulitkan kami,” ujarnya.

Untungnya, Persik merespons dengan cepat. Pergantian yang dilakukan Roca terbilang jitu. Pertama, dia memasukkan Fitra Ridwan menggantikan Adi Eko Jayanto di menit ke-46. Fitra yang lebih ofensif mampu menjawab kepercayaan lewat satu assist-nya.

Kemudian, M. Ridwan yang cedera ditarik keluar dan digantikan Bagaskara di menit ke-58. “Kunci kemenangan kami hari ini adalah Persik mau bermain sabar. Kami berani memainkan ball possession dan tidak memberikan kesempatan sedikit pun untuk mereka,” ujar pelatih asal Chili ini.

Baca Juga :  Manajemen Persik Siap Rombak Pemain

Berdasar statistik pertandingan, Persik memang lebih unggul. Mereka menguasai 54 persen penguasaan bola dibanding PSS 46 persen. Lewat penguasaan tersebut, Persik mendapat 13 kesempatan membuat gol. Sebanyak 7 tendangan mengarah ke gawang. Sementara PSS, dari 8 percobaan, 5 tendangan di antaranya tepat sasaran.

Kemenangan tersebut, membawa Persik naik ke posisi ke-12 dengan 25 poin. Mereka semakin jauh meninggalkan zona degradasi dan perlahan menuju papan tengah. Namun, Roca enggan jemawa dengan situasi tersebut.

“Kami harus tetap membumi. Kami akan merayakan kemenangan hanya untuk hari ini. Karena besok kita sudah siap dengan pertandingan lain,” kata Roca.

Di laga kemarin, dua tim sebenarnya tidak menurunkan formasi terbaiknya. Baik Persik maupun PSS kehilangan banyak pemainnya. Enam pemain Persik terkonfirmasi positif Covid-19. Di kubu PSS, ada tiga pemain yang terpapar ditambah beberapa penggawa yang terkena akumulasi.

Menurut I Putu Gede, sang juru taktik, permainan yang ditampilkan PSS tidak sesuai dengan rencana. Dalam kondisi tidak normal, timnya kesulitan mengembangkan permainan. “Apa yang kami setting saat latihan tidak berjalan di lapangan hari ini (kemarin, Red). Karena banyak pemain yang absen,” dalih legenda Persebaya dan Arema ini. (baz/fud)

 

- Advertisement -

GIANYAR, JP Radar Kediri – Bayang-bayang kekalahan hampir saja menghampiri Persik Kediri di pekan 22 Liga 1. Macan Putih sempat dua kali tertinggal dari PSS Sleman ketika kedua tim berhadapan di Stadion I Wayan Dipta kemarin. Beruntung, dua gol Septian Satria Bagaskara dan satu gol Faris Aditama akhirnya mampu membalikkan keadaan. Persik pun berganti unggul 3-2.

Dua gol dari Bagaskara terasa spesial. Bukan hanya memberi kemenangan bagi Persik. Striker 24 tahun asal Semampir, Kota Kediri, itu berhasil menjawab keraguan terhadap ketajamannya.

Maklum, sebelum promosi ke Liga 1, Bagaskara adalah mesin gol Persik di Liga 3 2018 dan 2019. Di dua kompetisi tersebut, total dia sudah menorehkan 37 gol. Dan, dua gol yang dicetak di menit ke-69 dan 76 itu adalah gol perdananya di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Ini adalah harinya Bagas. Dan seperti sebelumnya, saya enggan berkomentar lebih jauh soal individu pemain. Karena semua pemain juga berkontribusi, seperti Dionatan (Macadho) dan Fitra Ridwan,” ungkap pelatih Javier Roca.

Ya, gol Bagaskara tidak lepas dari peran dua gelandang Persik tersebut. Gol pertama tercipta lewat tendangan pojok yang diambil Tinga –sapaan Dionatan-. Melalui sundulan kepala, Bagaskara menggetarkan jala gawang Miswar Saputra. Kemudian gol kemenangan dicetak setelah menerima umpan manis dari Fitra.

Baca Juga :  Keteteran di Awal, Mental Pemain Persik Teruji

Namun, sebelum itu, PSS hampir saja mempermalukan Persik. Super Elja unggul lebih dulu di menit ke-28 lewat tendangan Kim Kurniawan. Sempat disamakan oleh Faris Aditama di menit ke-56, anak-anak Sleman kembali unggul di menit ke-76 melalui sontekan Wander Luiz. Penyerang asal Brasil itu memanfaatkan kesalahan kiper Fajar Setya Jaya yang terburu-buru keluar dari kotak 12 pas.

Mengenai laga tersebut, Javier Roca mengatakan sudah memprediksi PSS bakal memberikan kesulitan bagi timnya. Anak asuh I Putu Gede itu bermain sangat baik. “Menurut saya, ini pertandingan yang seru. Saya tahu PSS akan menyulitkan kami,” ujarnya.

Untungnya, Persik merespons dengan cepat. Pergantian yang dilakukan Roca terbilang jitu. Pertama, dia memasukkan Fitra Ridwan menggantikan Adi Eko Jayanto di menit ke-46. Fitra yang lebih ofensif mampu menjawab kepercayaan lewat satu assist-nya.

Kemudian, M. Ridwan yang cedera ditarik keluar dan digantikan Bagaskara di menit ke-58. “Kunci kemenangan kami hari ini adalah Persik mau bermain sabar. Kami berani memainkan ball possession dan tidak memberikan kesempatan sedikit pun untuk mereka,” ujar pelatih asal Chili ini.

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Kediri Kota Gerebek Gudang Miras di Wates

Berdasar statistik pertandingan, Persik memang lebih unggul. Mereka menguasai 54 persen penguasaan bola dibanding PSS 46 persen. Lewat penguasaan tersebut, Persik mendapat 13 kesempatan membuat gol. Sebanyak 7 tendangan mengarah ke gawang. Sementara PSS, dari 8 percobaan, 5 tendangan di antaranya tepat sasaran.

Kemenangan tersebut, membawa Persik naik ke posisi ke-12 dengan 25 poin. Mereka semakin jauh meninggalkan zona degradasi dan perlahan menuju papan tengah. Namun, Roca enggan jemawa dengan situasi tersebut.

“Kami harus tetap membumi. Kami akan merayakan kemenangan hanya untuk hari ini. Karena besok kita sudah siap dengan pertandingan lain,” kata Roca.

Di laga kemarin, dua tim sebenarnya tidak menurunkan formasi terbaiknya. Baik Persik maupun PSS kehilangan banyak pemainnya. Enam pemain Persik terkonfirmasi positif Covid-19. Di kubu PSS, ada tiga pemain yang terpapar ditambah beberapa penggawa yang terkena akumulasi.

Menurut I Putu Gede, sang juru taktik, permainan yang ditampilkan PSS tidak sesuai dengan rencana. Dalam kondisi tidak normal, timnya kesulitan mengembangkan permainan. “Apa yang kami setting saat latihan tidak berjalan di lapangan hari ini (kemarin, Red). Karena banyak pemain yang absen,” dalih legenda Persebaya dan Arema ini. (baz/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/