23.7 C
Kediri
Sunday, June 26, 2022

Wasit Diamuk Maluku FC saat terjadi Kompetisi Liga 3

KOTA, JP Radar Kediri – Aksi anarkis pemain ke pengadil lapangan kembali terjadi di kompetisi Liga 3. Pemain Maluku FC yang tidak terima setelah kebobolan di masa injury time langsung mengeroyok wasit Hafidz Nuridho di tengah lapangan.

          Kejadian pengerokan tersebut terjadi di pengujung laga. Setelah gol Aan Trika yang membuat Persedikab unggul 3-2, beberapa pemain dan ofisial tim Maluku FC menghampiri Hafidz. Mereka memukul dan mengejar pria asal Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu hingga ke pinggir lapangan.

          Emosi pemain Maluku FC memang tengah memuncak. Mereka tak mau melepas sang pengadil sebelum puas melemparkan bogem mentah. Meski sudah diamankan polisi dan tentara, anggota tim tetap menghajar Hafidz hingga masuk ke lorong Stadion Brawijaya.

Baca Juga :  Tampil di Kelas Inspirasi, Kajari Subroto Ngaku Pernah Loper Koran

          Manajer Maluku FC Saidna Adzar mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Timnya merasa dikerjai dan dirugikan dalam pertandingan kemarin. “Sudah jelas itu. Kami punya rekamannya. Masa injury time seharusnya empat menit, tapi tadi (kemarin, Red) sampai tujuh menit,” ungkapnya.

          Dia mengaku sudah melakukan protes kelebihan waktu tersebut. Namun tidak digubris. Maluku FC yang bermain dengan 10 orang akhirnya digempur habis-habisan oleh Bledug Kelud. “Ini yang kami khawatirkan (dikerjai) dari kemarin. Tapi bagaimana lagi sudah terjadi,” kata Saidna.

          Atas kepemimpinan Hafidz yang merugikan timnya, Saidna mengaku akan melayangkan protes ke komisi wasit PSSI. “Kami akan lapor,” tandasnya.

          Sementara itu, dari kubu Persedikab enggan menanggapi insiden pengeroyokan wasit. Sebab, mereka menilai itu konflik antara wasit dengan tim Maluku FC. “Kami tidak berhak mengomentari soal peristiwa hari ini (kemarin, Red),” kata Media Officer Persedikab Dimas Andhika. (syi/baz)

Baca Juga :  Jalan-Jalan di CFD Gumul, Nenek Meninggal

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Aksi anarkis pemain ke pengadil lapangan kembali terjadi di kompetisi Liga 3. Pemain Maluku FC yang tidak terima setelah kebobolan di masa injury time langsung mengeroyok wasit Hafidz Nuridho di tengah lapangan.

          Kejadian pengerokan tersebut terjadi di pengujung laga. Setelah gol Aan Trika yang membuat Persedikab unggul 3-2, beberapa pemain dan ofisial tim Maluku FC menghampiri Hafidz. Mereka memukul dan mengejar pria asal Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu hingga ke pinggir lapangan.

          Emosi pemain Maluku FC memang tengah memuncak. Mereka tak mau melepas sang pengadil sebelum puas melemparkan bogem mentah. Meski sudah diamankan polisi dan tentara, anggota tim tetap menghajar Hafidz hingga masuk ke lorong Stadion Brawijaya.

Baca Juga :  Ambisi Rebut Poin Penuh, Bledug Kelud Tak Mau Lengah

          Manajer Maluku FC Saidna Adzar mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit. Timnya merasa dikerjai dan dirugikan dalam pertandingan kemarin. “Sudah jelas itu. Kami punya rekamannya. Masa injury time seharusnya empat menit, tapi tadi (kemarin, Red) sampai tujuh menit,” ungkapnya.

          Dia mengaku sudah melakukan protes kelebihan waktu tersebut. Namun tidak digubris. Maluku FC yang bermain dengan 10 orang akhirnya digempur habis-habisan oleh Bledug Kelud. “Ini yang kami khawatirkan (dikerjai) dari kemarin. Tapi bagaimana lagi sudah terjadi,” kata Saidna.

          Atas kepemimpinan Hafidz yang merugikan timnya, Saidna mengaku akan melayangkan protes ke komisi wasit PSSI. “Kami akan lapor,” tandasnya.

          Sementara itu, dari kubu Persedikab enggan menanggapi insiden pengeroyokan wasit. Sebab, mereka menilai itu konflik antara wasit dengan tim Maluku FC. “Kami tidak berhak mengomentari soal peristiwa hari ini (kemarin, Red),” kata Media Officer Persedikab Dimas Andhika. (syi/baz)

Baca Juga :  Persedikab Kediri Lakoni Partai Hidup-Mati di Laga Pamungkas

 

Artikel Terkait

Most Read

Megengan Pandemi

Sembadra Karya


Artikel Terbaru

/