22.3 C
Kediri
Tuesday, June 28, 2022

Bledug Kelud Belum Terbiasa Lapangan Becek

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Tambahan satu poin sebenarnya sudah cukup untuk membawa Persedikab melaju ke babak kedua dalam Liga 3 PSSI Jatim musim ini. Meskipun demikian, skuad berjulukan Bledug Kelud ini merasa tak puas dengan hasil imbang melawan PSID Jombang kemarin. Mereka menganggap seharusnya bisa menghadirkan lagi tiga poin.

Salah satu yang membuat pelatih Tony Ho tak terlalu puas karena kondisi lapangan. Pemainnya masih belum bisa beradaptasi ketika harus bertanding di kondisi lapangan yang becek dan di bawah guyuran hujan deras. Akibatnya, banyak peluang yang terbuang percuma. Terutama di babak kedua.

“Salah satunya, ada lima kali (peluang gagal) yang saya hitung. Peluang di depan gawang tidak bisa dimaksimalkan,” akunya.

Di antara peluang gagal itu adalah tendangan Samsul yang terhenti karena tertahan kubangan air di depan gawang. Juga, laju serangan yang tersendat akibat bola ‘tertinggal’ di genangan air yang ada di sektor barat.

Terlepas dari kondisi lapangan yang kurang memuaskan, Tony Ho juga memuji para pemainnya. Pelatih asal Makassar ini menyebut Khanafi dkk sudah bermain dengan baik. Karena itu dia juga memuji jerih payah pemainnya itu.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Butuh TPA Terpadu di Kawasan Barat Sungai Brantas

“Tetap kami apresiasi. Seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya, faktor luck dalam 90 menit pertandingan sepak bola itu pasti terjadi, terhadap siapapun,” ujar Tony.

Terkait kepastian lolos ke babak 32 besar, Tony mengatakan mereka belum boleh berpuas diri dulu. Karena tantangan lebih berat akan menghadang. Tim-tim yang dihadapi nanti memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Sebab, mereka adalah juara-juara di grupnya masing-masing.

Karena itu, yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi. Termasuk melatih para pemainnya bisa bermain di segala medan. Baik di cuaca terang maupun di bawah guyuran hujan. Termasuk bersiap menghadapi kondisi lapangan licin dan becek karena air.

Sementara itu, Kapten Persedikab M. Khanafi juga mengaku dirinya juga belum bisa puas dengan hasil seri. Ia mengatakan bahwa perjalanan Persedikab masih panjang. “Kurang lebih sama dengan yang dijelaskan coach (Tony Ho), kami para pemain sudah berjuang semaksimal mungkin. Namun faktor lain, seperti lapangan becek (ikut memengaruhi). Dan saya tadi juga belum bisa memaksimalkan satu kesempatan di depan gawang. (Tapi) kami akan terus berbenah,” janjinya.

Baca Juga :  Kalah Lawan Perseta, Ini Kata Manajemen Persedikab

Tak hanya kubu Persedikab yang kurang puas dengan hasil imbang 2-2 ini. Kubu PSID Jombang pun demikian. Sebab, sejak awal mereka mengincar kemenangan. Meskipun, mereka juga tetap mensyukuri hasil tersebut.

“Namun berhasil menahan imbang tim yang difavoritkan jadi juara grup ini jadi bekal kami untuk pertandingan terakhir melawan Persem Mojokerto,” kata pelatih PSID Ariyono.

Dalam pertandingan kemarin, Persedikab sempat unggul di babak pertama. Dua gol Bledug Kelud dicetak oleh M. Khanafi pada menit ke-12 dan Delan Selang  pada menit ke-41. Sedangkan gol PSID dicetak menit ke-37 dan menit ke-75.

Dengan hasil ini, PSID Jombang masih berpeluang lolos ke babak 32 besar. Yaitu apabila mengantongi poin penuh pada laga terakhir melawan Persem Mojokerto. Persem saat ini duduk di peringkat lima Grup A. Sedangkan PSID Jombang berada di urutan ketiga dengan poin 5. Terpaut satu angka dengan Persekam Metro FC yang berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan torehan 6 poin.(syi/fud)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Tambahan satu poin sebenarnya sudah cukup untuk membawa Persedikab melaju ke babak kedua dalam Liga 3 PSSI Jatim musim ini. Meskipun demikian, skuad berjulukan Bledug Kelud ini merasa tak puas dengan hasil imbang melawan PSID Jombang kemarin. Mereka menganggap seharusnya bisa menghadirkan lagi tiga poin.

Salah satu yang membuat pelatih Tony Ho tak terlalu puas karena kondisi lapangan. Pemainnya masih belum bisa beradaptasi ketika harus bertanding di kondisi lapangan yang becek dan di bawah guyuran hujan deras. Akibatnya, banyak peluang yang terbuang percuma. Terutama di babak kedua.

“Salah satunya, ada lima kali (peluang gagal) yang saya hitung. Peluang di depan gawang tidak bisa dimaksimalkan,” akunya.

Di antara peluang gagal itu adalah tendangan Samsul yang terhenti karena tertahan kubangan air di depan gawang. Juga, laju serangan yang tersendat akibat bola ‘tertinggal’ di genangan air yang ada di sektor barat.

Terlepas dari kondisi lapangan yang kurang memuaskan, Tony Ho juga memuji para pemainnya. Pelatih asal Makassar ini menyebut Khanafi dkk sudah bermain dengan baik. Karena itu dia juga memuji jerih payah pemainnya itu.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Butuh TPA Terpadu di Kawasan Barat Sungai Brantas

“Tetap kami apresiasi. Seperti yang saya bilang sebelum-sebelumnya, faktor luck dalam 90 menit pertandingan sepak bola itu pasti terjadi, terhadap siapapun,” ujar Tony.

Terkait kepastian lolos ke babak 32 besar, Tony mengatakan mereka belum boleh berpuas diri dulu. Karena tantangan lebih berat akan menghadang. Tim-tim yang dihadapi nanti memiliki kualitas yang jauh lebih baik. Sebab, mereka adalah juara-juara di grupnya masing-masing.

Karena itu, yang harus dilakukan adalah melakukan evaluasi. Termasuk melatih para pemainnya bisa bermain di segala medan. Baik di cuaca terang maupun di bawah guyuran hujan. Termasuk bersiap menghadapi kondisi lapangan licin dan becek karena air.

Sementara itu, Kapten Persedikab M. Khanafi juga mengaku dirinya juga belum bisa puas dengan hasil seri. Ia mengatakan bahwa perjalanan Persedikab masih panjang. “Kurang lebih sama dengan yang dijelaskan coach (Tony Ho), kami para pemain sudah berjuang semaksimal mungkin. Namun faktor lain, seperti lapangan becek (ikut memengaruhi). Dan saya tadi juga belum bisa memaksimalkan satu kesempatan di depan gawang. (Tapi) kami akan terus berbenah,” janjinya.

Baca Juga :  Mereka yang Puluhan Tahun Menjadi Juru Masak Pemain Sepak Bola

Tak hanya kubu Persedikab yang kurang puas dengan hasil imbang 2-2 ini. Kubu PSID Jombang pun demikian. Sebab, sejak awal mereka mengincar kemenangan. Meskipun, mereka juga tetap mensyukuri hasil tersebut.

“Namun berhasil menahan imbang tim yang difavoritkan jadi juara grup ini jadi bekal kami untuk pertandingan terakhir melawan Persem Mojokerto,” kata pelatih PSID Ariyono.

Dalam pertandingan kemarin, Persedikab sempat unggul di babak pertama. Dua gol Bledug Kelud dicetak oleh M. Khanafi pada menit ke-12 dan Delan Selang  pada menit ke-41. Sedangkan gol PSID dicetak menit ke-37 dan menit ke-75.

Dengan hasil ini, PSID Jombang masih berpeluang lolos ke babak 32 besar. Yaitu apabila mengantongi poin penuh pada laga terakhir melawan Persem Mojokerto. Persem saat ini duduk di peringkat lima Grup A. Sedangkan PSID Jombang berada di urutan ketiga dengan poin 5. Terpaut satu angka dengan Persekam Metro FC yang berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan torehan 6 poin.(syi/fud)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/