Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Presiden Prabowo Tetapkan Direksi & Dewas BPJS Ketenagakerjaan 2026–2031, Saiful Hidayat Jadi Dirut

Syaikhu Aliya Rahman • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:13 WIB

Photo
Photo

JP Radar Kediri – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menetapkan nakhoda baru BPJS Ketenagakerjaan untuk masa jabatan 2026–2031 melalui Keputusan Presiden Nomor 18/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pengawas dan Direksi. Ketetapan tersebut mulai berlaku efektif terhitung sejak 19 Februari 2026.

Mewakili Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar melantik secara resmi jajaran Dewan Pengawas dan Direksi baru tersebut.

Dalam pidatonya, Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa jaminan sosial merupakan instrumen krusial untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkokoh pemberdayaan masyarakat.

“Sebagai bagian dari tugas Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, negara harus memampukan rakyat agar bisa hidup produktif dan bermartabat. Produktif artinya mampu terlepas dari bantuan sosial menuju kemandirian berkelanjutan, dan inilah esensi dari pemberdayaan masyarakat," kata Muhaimin.

Dia menambahkan, pemberdayaan tidak sekadar berfokus pada penanggulangan kemiskinan, melainkan juga penguatan daya tahan sosial, daya saing ekonomi, serta proteksi dari berbagai risiko yang mampu menurunkan level kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memegang peran strategis dalam memproteksi pekerja dan keluarga dari risiko kerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), kecelakaan, hingga kematian. Kemenko PM pun berkomitmen berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan guna menghadirkan hunian sewa murah bagi pekerja lewat skema Manfaat Layanan Tambahan (MLT).

Dalam Keputusan Presiden itu, Dedi Hardianto dari unsur pekerja ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, menggantikan Muhammad Zuhri yang telah menuntaskan masa jabatannya. Presiden juga menetapkan Swartoko dan Sudarso dari unsur pemerintah, Ujang Romli dari unsur pekerja, Abdurrakhman Lahabato serta Sumarjono Saragih dari unsur pemberi kerja, serta Alif Noeriyanto Rahman dari unsur tokoh masyarakat sebagai Anggota Dewan Pengawas Masa Jabatan 2026–2031.

Pada jajaran Direksi, Presiden menetapkan Saiful Hidayat sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, menggantikan Pramudya Iriawan Buntoro yang telah mengakhiri masa tugasnya. Dalam menjalankan mandat lima tahun ke depan, Direktur Utama akan didampingi oleh Ihsanudin sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi, Harjono Siswanto sebagai Direktur Human Capital dan Umum, Agung Nugroho sebagai Direktur Kepesertaan, Trisna Sonjaya sebagai Direktur Pelayanan, Eko Purnomo sebagai Direktur Pengembangan Investasi, serta Bambang Joko Sutarto sebagai Direktur Keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Presiden. Pihaknya menegaskan arah strategis lima tahun ke depan melalui pendekatan 3C: Coverage, Care, dan Credibility.

Menurutnya, prioritas pertama adalah Coverage, yakni memperluas kepesertaan secara lebih terstruktur dan terukur, mengingat masih terdapat jutaan pekerja dari berbagai sektor yang belum terlindungi.

“Kami ingin memastikan coverage pada pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah, dan pekerja migran dapat tercakup, karena saat ini masih banyak yang bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa fokus utama diarahkan pada akselerasi akuisisi peserta baru, khususnya sektor informal dan UMKM, disertai optimalisasi kanal distribusi serta kolaborasi ekosistem. Di saat yang sama, peningkatan retensi dan kepatuhan iuran peserta aktif juga menjadi perhatian agar perlindungan berjalan berkelanjutan.

Prioritas kedua adalah Care, yang diwujudkan melalui penguatan kualitas layanan berbasis inovasi, transformasi digital, dan kolaborasi strategis lintas sektor.

“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar terasa sebagai wujud kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya," imbuhnya.

Dalam implementasinya, strategi Care difokuskan pada layanan klaim yang lebih cepat, mudah, dan transparan, penguatan program manfaat termasuk layanan tambahan seperti perumahan, serta pembangunan pengalaman peserta berbasis digital secara end-to-end.
Sementara itu, prioritas ketiga adalah Credibility, sebagai fondasi keberlanjutan institusi. Ia menegaskan pentingnya keakuratan dan integrasi data serta tata kelola yang akuntabel untuk terus meningkatkan kepercayaan publik.

“Kami akan meningkatkan kredibilitas atas data, proses, complience dan tentunya strategic collaboration dengan para stakeholder, harapannya dapat meningkatkan trust dari pemerintah, pemberi kerja, maupun dari masyarakat,” imbuh Syaiful.

Penguatan kredibilitas tersebut akan diwujudkan melalui kinerja investasi yang sehat dan berkelanjutan, pengelolaan dana secara prudent, akuntabel, dan profesional, serta komunikasi publik yang konsisten dan terpercaya. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat reputasi institusi sekaligus memastikan tata kelola yang semakin solid.
Menurut keterangannya, Saiful optimistis bahwa dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan pengawasan yang kuat dari Dewan Pengawas, BPJS Ketenagakerjaan akan semakin profesional, terpercaya, dan mampu memperkuat ketahanan sosial ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Di kesempatan yang lain, Kepala Kantor Cabang Kediri, Suriyadi, menyampaikan bahwa kepemimpinan baru BPJS Ketenagakerjaan periode 2026–2031 menjadi momentum untuk semakin memperkuat perluasan perlindungan pekerja di wilayah Kediri dan sekitarnya, khususnya sektor informal dan UMKM yang masih memiliki potensi besar untuk dilindungi.

Dia menegaskan bahwa jajaran Kantor Cabang Kediri siap mengakselerasi peningkatan kepesertaan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder, serta memastikan layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel guna menghadirkan perlindungan jaminan sosial yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami jajaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri siap mendukung penuh arah strategis kepemimpinan baru periode 2026–2031, khususnya dalam memperluas perlindungan bagi pekerja formal maupun informal di wilayah Kediri dan sekitarnya," kata Suriyadi.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#bpjs #Keanggotaan Baru #bpjs ketenagakerjaan #Prabowo Subianto